OJK Lapor Aset Kripto dan Fintech Kian Dilirik, Transaksi Capai Rp49,57 Triliun di Bulan Mei 2025

AKURAT.CO Laju transformasi digital di sektor keuangan terus menunjukkan tren positif. Data per Mei 2025 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan peningkatan signifikan pada aktivitas teknologi finansial (fintech), aset kripto, dan layanan pembiayaan digital lainnya.
Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam keterangan pers seusai Rapat Dewan Komisioner Bulanan menjelaskan bahwa outstanding pinjaman dari sektor pinjaman daring (P2P lending) tumbuh 27,93% yoy menjadi Rp82,59 triliun.
Tentunya, lanjut Mahendra, kinerja tersebut diikuti dengan tingkat risiko yang masih dalam batas wajar, dengan TWP90 tercatat sebesar 3,19%.
Baca Juga: Industri Keuangan Non-Bank Tetap Tumbuh, RBC Asuransi Komersial di Atas 300 Persen
Sementara itu, pembiayaan "Buy Now Pay Later" (BNPL) juga mencatat pertumbuhan impresif sebesar 54,26% yoy, dengan nilai Rp8,58 triliun. Meski pertumbuhan pesat, rasio kredit bermasalah (NPF gross) pada BNPL masih relatif stabil di angka 3,74%.
Tak kalah menarik, geliat aset kripto di Indonesia kembali menunjukkan tren peningkatan. Jumlah investor kripto per Mei 2025 mencapai 14,78 juta, meningkat dari 14,16 juta pada April, sedangkan untuk nilai transaksi juga melonjak menjadi Rp49,57 triliun dari Rp35,61 triliun bulan sebelumnya. Ini menunjukkan pemulihan kepercayaan investor dan minat masyarakat terhadap aset digital.
"Dari hasil laporan kami juga menemukan bahwa adanya transformasi pada sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK). Penyelenggara ITSK telah menjalin 987 kemitraan dengan berbagai lembaga jasa keuangan. Penyelenggara agregasi jasa keuangan mencatat transaksi senilai Rp2,14 triliun dengan total pengguna mencapai 928.396 orang di seluruh Indonesia," paparnya.
Baca Juga: Pasar Saham Melemah, Aktivitas Fundraising Masih Tunjukkan Optimisme
Permintaan terhadap data skor kredit oleh penyelenggara Penyedia Kredit Alternatif (PKA) pun mengalami peningkatan signifikan, mencapai 26,37 juta hit per Mei 2025. Angka ini menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan data dalam penyaluran layanan keuangan yang lebih inklusif dan berbasis teknologi.
Secara keseluruhan, transformasi digital di sektor keuangan bukan hanya memperluas akses layanan, tapi juga memperkuat kedalaman pasar, inklusi keuangan, serta kepercayaan terhadap ekonomi digital nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








