Akurat
Pemprov Sumsel

APLN Bukukan Marketing Sales Rp881,5 Miliar di Semester I 2025, Tumbuh 10,5 Persen

Hefriday | 31 Juli 2025, 10:10 WIB
APLN Bukukan Marketing Sales Rp881,5 Miliar di Semester I 2025, Tumbuh 10,5 Persen

AKURAT.CO PT Agung Podomoro Land Tbk (kode saham: APLN) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I tahun 2025 dengan meraih marketing sales sebesar Rp881,5 miliar. Angka ini mengalami pertumbuhan sekitar 10,5% dibandingkan periode yang sama pada 2024, yang sebesar Rp796,3 miliar.

Capaian tersebut didorong oleh performa sejumlah proyek unggulan seperti Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, Podomoro Golf View, dan Podomoro City Deli Medan.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari strategi perusahaan yang cermat dalam memahami dan merespons kebutuhan pasar properti di berbagai wilayah.

Baca Juga: APLN Bukukan Pertumbuhan Penjualan 22,7 Persen di Kuartal I-2025

Menurutnya, permintaan terhadap hunian berkualitas masih tinggi di beberapa kota besar, dan APLN berhasil menjawabnya dengan produk yang relevan dengan ekspektasi konsumen.

“Kami terus mendorong penjualan properti di wilayah-wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang positif seperti Bandung dan Medan. APLN akan terus memanfaatkan peluang pasar tersebut dengan meluncurkan produk-produk baru yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Justini dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan pasar, APLN belum lama ini menjalin kemitraan strategis dengan Shimizu Corporation Indonesia, perusahaan konstruksi ternama asal Jepang. Kolaborasi awal difokuskan pada pengembangan proyek Podomoro Park Bandung dan terbuka peluang kerjasama yang lebih luas di masa mendatang.

Meski mencatat pertumbuhan marketing sales, secara keseluruhan pendapatan usaha APLN pada semester I 2025 mengalami penurunan. Total penjualan dan pendapatan usaha tercatat sebesar Rp1,68 triliun, menurun 10,5% dari Rp1,88 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini salah satunya disebabkan oleh hilangnya kontribusi pendapatan dari Hotel Pullman Vimala Hills yang telah didivestasi pada 2024.

Penjualan yang diakui perusahaan (revenue recognition) juga mengalami penurunan sebesar 8,8% menjadi Rp1,06 triliun dari sebelumnya Rp1,16 triliun. Selain itu, pendapatan berulang (recurring income) juga turun 13,1%, dari Rp723,5 miliar pada semester I 2024 menjadi Rp629,0 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Baca Juga: PT APLN Sepakati Pembayaran Klaim Rp50 Miliar kepada PT KTC

Justini menjelaskan bahwa meskipun divestasi Hotel Pullman berdampak pada pendapatan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

“Dana dari divestasi digunakan untuk membangun hotel baru di Bali dan juga untuk melunasi sebagian utang, sehingga memperkuat posisi keuangan APLN,” paparnya.

Kini, seluruh utang APLN telah dikonversi ke dalam mata uang rupiah, dengan jatuh tempo utang terdekat berada pada tahun 2027. Hal ini membuat perusahaan terbebas dari risiko fluktuasi nilai tukar dan beban bunga yang tinggi, yang selama ini menjadi tantangan bagi perusahaan yang memiliki pinjaman dalam mata uang asing.

Langkah efisiensi yang ditempuh APLN dinilai berhasil menjaga likuiditas dan daya saing perusahaan di pasar properti nasional. Justini menegaskan bahwa manajemen tetap optimistis terhadap prospek bisnis perusahaan hingga akhir tahun.

Dengan strategi yang tepat dan penguatan fundamental bisnis, APLN menargetkan pertumbuhan berkelanjutan ke depannya.

“Kami yakin, dengan terus berinovasi dan menjaga kualitas produk, APLN akan mampu memperluas pasar dan menjaga kepercayaan konsumen. Fundamental bisnis kami kini semakin kuat, dan kami siap menyongsong semester II 2025 dengan strategi yang lebih agresif,” tutup Justini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi