Akurat
Pemprov Sumsel

Serial Kemerdekaan III : Passive Income, Jalan Gen Z dan Milenial Menuju Merdeka Finansial

Dedi Hidayat | 14 Agustus 2025, 14:45 WIB
Serial Kemerdekaan III : Passive Income, Jalan Gen Z dan Milenial Menuju Merdeka Finansial

AKURAT.CO Merdeka finansial sering didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang bebas secara ekonomi, dimana tidak lagi ada kepusingan memikirkan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dambaan merdeka finansial juga dimiliki oleh Generasi Z dan Milenial di Tanah Air. Bagi dua generasi ini, merdeka finansial diartikan dengan memiliki passive income atau jenis pendapatan yang didapatkan tanpa harus terlibat aktif dalam pekerjaan tersebut secara terus-menerus.

Contoh dari passive income adalah penghasilan dari sewa properti, royalti buku, bunga deposito, atau keuntungan dari investasi saham dan reksa dana.

Sekadar gambaran, generasi milenial merupakan mereka yang lahir antara tahun 1981 dan 1996. Sedangkan Gen Z, merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012.

Baca Juga: Serial Kemerdekaan II: Suara Kelas Menengah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 mendominasi dengan jumlah sekitar 74,93 juta jiwa, atau 27,94% populasi.

Sedangkan milenial sebagai kelompok yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, menyusul dengan jumlah sekitar 69,38 juta jiwa. Milenial menjadi penduduk dominan urutan kedua dengan presentase 25,87%

Akurat berhasil mewawancarai salah seorang dari Generasi Z yaitu Indra yang berusia 27 tahun dan Nanda dari generasi Milenial terkait pandangan mereka mengenai merdeka finansial.

Adapun, pada momen HUT ke-80 RI tahun ini, kami menulis sejumlah serial laporan tematik terkait kemerdekaan seputar kemerdekaan finansial, aspirasi kelas menengah serta pelaku UMKM.

 Baca Juga: Serial Kemerdekaan I: Menjaga Momentum Nyala Pertumbuhan Ekonomi RI dan Makna Kemerdekaan ke-80 Tahun

Passive Income Adalah Kunci Merdeka Finansial

Saat diwawancari oleh Akurat.co Indra dan Nanda sepakat bahwa passive income adalah faktor penting untuk mencapai kebebasan atau merdeka finansial.

Indra berpendapat passive income membuat dirinya tenang, karena kalau kehilangan pekerjaan utama, dirinya masih memiliki cadangan penghasilan.

“Passive income juga menjadi solusi karena kita bisa buat sesuai dengan passion kita ketika kita memiliki pekerjaan yang tidak sesuai passion,” tutur Indra yang saat ini bekerja di perusahaan asal Inggris.

Senada dengan Indra, Nanda menilai passive income atau penghasilan pasif menjadi faktor penting untuk mencapai kebebasan finansial.

Menurut pria berusia 32 tahun asal Jakarta Timur, gaji bulanan dengan besaran upah minimum regional (UMR) sulit untuk memenuhi gambaran merdeka finansial yang ia inginkan.

“Harus ada usaha lain yang nantinya bisa jadi passive income,” kata Nanda

Dirinya pun punya beberapa ide seperti membuat kanal YouTube hingga menulis buku yang terus menghasilkan royalti.

Sebab, bagi Nanda passive income bukan hanya sebagai tambahan penghasilan, tetapi juga sebagai penopang keamanan finansial di masa depan.

Perspektif Merdeka Finansial Gen Z Vs Milenial

Meski keduanya senada bahwa passive income adalah faktor penting untuk mencapai kebebasan atau merdeka finansial. Namun, keduanya memiliki pengertian berdeda terkait kemerdekaan finansial.

Indra, seorang Gen Z kelahiran 1998 yang berdomisili di Depok ini memandang merdeka finansial bukan hanya tentang angka di rekening, melainkan tentang kesadaran.

Merdeka finansial, kata Indra memiliki kesadaran dan mengetahui daya beli yang ideal berdasarkan penghasilan. Sehingga dirinya tau sampai mana batas cukup untuk mengeluarkan uang.

Lebih lanjut, pria yang baru berulang tahun ke-27 ini tidak memandang bebas dari utang sebagai syarat utama bagi seseorang untuk merdeka finansial. Justru, dirinya menilai kemampuan mengelola utang adalah bagian dari kebebasan itu sendiri.

“Saya lebih setuju terhadap pernyataan ‘mampu mengelola utang’ karena pada kondisi tertentu berutang juga dapat menjadi solusi finansial untuk memenuhi kebutuhan, namun perhitungan yang tepat juga diperlukan untuk mengelola utang,” kata Indra.

Ukuran merdeka finansial bagi Indra juga sederhana. Salah satunya adalah merasa cukup dengan standar hidup saat ini dan tetap mampu menabung serta berinvestasi.

“Bekerja sesuai passion itu bonus, yang penting tetap produktif. Kalau bisa punya passive income, itu akan bikin rasa aman semakin besar,” tambahnya.

Di sisi lain, Nanda memaknai merdeka finansial dengan lebih santai yaitu hidup tanpa pusing soal uang.

“Kalau mau makan di luar atau beli sesuatu, nggak lihat lagi harganya. Kalau mau ya ambil,” ucap Nanda dengan nada jenaka.

Lebih lanjut, pria yang sehari-sehari bekerja di kawasan Jakarta Selatan ini menilai merdeka finansial lebih identik dengan kebebasan bekerja di mana saja dan tidak berpatokan harus memiliki rumah.

“Kalau udah merdeka finansial kan bisa bebas tinggal di mana aja walaupun sewa. Di hari tua bisa nikmatin hidup di tempat tinggal pilihan walaupun sewa, dengan kecukupan uang yang udah disiapkan,” ujar Nanda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.