Tertekan, Transaksi Harian Kripto Turun hingga 20 Persen di Penghujung Agustus 2025

AKURAT.CO Menutup bulan Agustus 2025, Indonesia menghadapi gejolak sosial politik yang memicu guncangan pada pasar keuangan, tak terkecuali pasar kripto.
Dikutip dari laman Crypto, Selasa (2/9/2025), Chief Executive Officer (CEO) Tokocrypto, Calvin Kizana, menyampaikan keprihatinannya terhadap memanasnya kondisi sosial di Indonesia.
Ia menegaskan, stabilitas sosial politik adalah fondasi penting bagi berkembangnya sektor ekonomi digital, termasuk industri aset kripto yang tengah bertumbuh pesat.
Dalam beberapa hari terakhir, data internal kami yang sejalan dengan CoinMarketCap menunjukkan pergerakan sideways di pasar kripto Indonesia.
Volume transaksi harian sempat mencapai USD36,6 juta pada 25 Agustus, namun turun 10 hingga 20% menjelang akhir pekan.
Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok, Pasar Kripto Kehilangan Rp6000 Triliun Kapitalisasi
Meski demikian, ia menilai penurunan tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh demonstrasi di dalam negeri. Menurutnya, sentimen global justru memberi tekanan lebih kuat.
"Salah satunya terlihat dari harga Bitcoin yang sempat menembus level support di USD107.500, mempertegas tren bearish yang melanda pasar kripto dunia,"ujar Calvin.
Calvin menambahkan, faktor eksternal lain yang memicu pelemahan adalah arus masuk (inflow) ETF Bitcoin yang kian menurun, serta aksi jual besar-besaran oleh investor institusional. Hal ini membuat minat perdagangan kripto secara global ikut merosot.
“Industri kripto itu sifatnya global dan sangat terhubung dengan dinamika internasional. Jadi wajar bila tekanan dari luar negeri punya dampak lebih signifikan terhadap pasar kripto di Indonesia,” jelasnya.
Meski faktor global lebih dominan, Calvin tidak menampik bahwa gejolak politik dalam negeri memberi efek tambahan.
Menurutnya, kondisi ini bisa memengaruhi psikologi investor ritel, yang cenderung menahan diri dan menunggu kepastian sebelum kembali aktif bertransaksi.
Dirinya mengingatkan bahwa risiko ini bisa menahan pertumbuhan jangka pendek pasar kripto nasional. Namun demikian, prospek jangka panjang masih dinilainya positif.
Calvin optimistis fundamental industri kripto di Indonesia akan mampu bertahan dan beradaptasi. Dukungan regulasi, penetrasi teknologi, dan tingginya minat investor muda dinilai menjadi modal kuat untuk menghadapi dinamika global maupun domestik.
“Kami berharap kondisi di Indonesia segera kembali kondusif. Dengan stabilitas sosial politik, industri kripto akan punya ruang lebih besar untuk berkembang,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo









