Akurat
Pemprov Sumsel

Biar Enggak Nyesel! Begini Strategi Cut Loss yang Dipakai Investor Sukses

Eko Krisyanto | 6 Oktober 2025, 22:46 WIB
Biar Enggak Nyesel! Begini Strategi Cut Loss yang Dipakai Investor Sukses

AKURAT.CO Dalam dunia investasi saham, tidak semua keputusan berakhir dengan keuntungan. Harga bisa naik tinggi, tapi juga bisa anjlok di luar perkiraan.

Di sinilah pentingnya strategi cut loss, langkah disiplin untuk menghentikan kerugian sebelum menjadi terlalu besar.

Sayangnya, banyak investor, terutama pemula, masih ragu atau bahkan takut melakukan cut loss.

Alasannya klasik: khawatir harga saham akan kembali naik setelah dijual. Padahal, tanpa disiplin cut loss, kerugian kecil bisa berubah menjadi bencana besar.

Agar keputusan cut loss lebih bijak dan terukur, berikut empat tips penting yang bisa diterapkan oleh setiap investor.

1. Tentukan Batas Cut Loss dan Kenali Titik Support

Sebelum membeli saham, tentukan dulu seberapa besar kerugian yang siap kamu tanggung. Umumnya, batas aman cut loss berada di kisaran 3–5 persen dari harga beli.

Gunakan level support sebagai panduan, yaitu titik harga terendah di mana saham biasanya tertahan sebelum berbalik naik.

Baca Juga: Nonton Film Killerman Gratis Full Movie di Bioskop Trans TV: Sinopsis dan Daftar Pemain!

Jika harga menembus titik ini, segera lakukan cut loss tanpa ragu. Dengan cara ini, kamu bisa melindungi modal dan menjaga risiko tetap terkendali.

2. Kelola Emosi, Jaga Disiplin

Kesalahan terbesar investor bukan karena salah analisis, melainkan karena kalah oleh emosi.
Rasa takut dan serakah sering membuat investor menunda cut loss, berharap harga akan kembali naik.

Padahal, kunci sukses investasi justru ada pada disiplin dan rasionalitas. Menetapkan batas cut loss sejak awal membantu kamu menghindari keputusan impulsif dan menjaga portofolio tetap stabil, apa pun kondisi pasar.

3. Lihat Kondisi Fundamental dan Sentimen Pasar

Cut loss bukan berarti menyerah. Kadang, penurunan harga saham hanya bersifat sementara karena faktor sentimen pasar, bukan karena kinerja perusahaan yang memburuk.

Jika fundamental perusahaan masih kuat, kamu bisa mempertimbangkan untuk tetap hold. Namun, bila data menunjukkan penurunan performa keuangan atau prospek bisnis yang suram, cut loss adalah langkah paling bijakuntuk menyelamatkan modal.

4. Manfaatkan Fitur Otomatis dan Analisis Profesional

Untuk menghindari keterlambatan keputusan, gunakan fitur order cut loss otomatis yang tersedia di berbagai platform trading.

Sistem akan langsung menjual saham ketika harga mencapai batas yang kamu tentukan, tanpa perlu panik atau ragu.

Selain itu, rutin mengikuti rekomendasi analis dan riset pasar juga dapat membantu kamu mengambil keputusan cut loss yang lebih tepat dan objektif.

Baca Juga: Doctors Without Borders Murka atas Kematian 15 Aktivisnya di Gaza

Disiplin Adalah Kunci

Cut loss bukan sekadar strategi, tapi bentuk kedisiplinan dan manajemen risiko yang wajib dimiliki setiap investor.

Dengan memiliki batas yang jelas, emosi yang terkendali, serta pemahaman terhadap kondisi pasar, kamu bisa bertahan di dunia saham dalam jangka panjang.

Ingat, dalam investasi, keberhasilan bukan hanya soal mencari untung, tapi juga tentang kemampuan mengendalikan kerugian.

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.