7 Alasan Mengapa Obligasi Lebih Menguntungkan dari Deposito untuk Investor Cerdas

AKURAT.CO Bagi banyak orang, investasi bukan sekadar cara mengembangkan kekayaan, tapi juga langkah strategis untuk mengamankan masa depan finansial.
Dari berbagai pilihan instrumen yang ada, obligasi dan deposito sering menjadi dua produk yang paling banyak dibandingkan.
Meski sama-sama tergolong aman, obligasi ternyata menawarkan keuntungan yang lebih menjanjikan dibanding deposito—baik dari sisi imbal hasil, fleksibilitas, maupun potensi pertumbuhan nilai.
Apa Itu Obligasi dan Mengapa Lebih Menarik?
Secara sederhana, obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk menghimpun dana dari masyarakat. Investor yang membeli obligasi akan menerima imbal hasil berupa kupon secara berkala hingga masa jatuh tempo.
Berbeda dengan deposito yang sekadar menyimpan uang di bank dengan bunga tetap, obligasi memberi peluang lebih besar untuk meraih keuntungan tambahan melalui capital gain.
Menurut DBS Bank Indonesia, obligasi memiliki potongan pajak yang lebih rendah dibanding deposito, yaitu 15%, sedangkan bunga deposito dikenakan pajak 20%.
Selisih ini membuat hasil akhir dari investasi obligasi menjadi lebih tinggi dan efisien secara pajak.
Baca Juga: 1.147 Perusahaan Siap Ikut Program Magang Berbayar, Kemenaker Targetkan 100.000 Peserta
Keamanan dan Fleksibilitas: Kelebihan Utama Obligasi
Dari sisi keamanan, obligasi pemerintah tergolong investasi berisiko rendah karena dijamin langsung oleh negara.
Sementara itu, dana deposito hanya bisa dicairkan saat jatuh tempo dan terkena penalti jika diambil lebih awal.
Selain itu, obligasi dapat diperdagangkan di pasar sekunder, artinya kamu bisa menjualnya kapan saja jika membutuhkan dana tunai—memberikan tingkat likuiditas yang tidak dimiliki deposito.
7 Alasan Mengapa Obligasi Lebih Unggul daripada Deposito
-
Pajak lebih ringan – Hanya 15% dibanding deposito yang mencapai 20%.
-
Imbal hasil lebih tinggi – Kupon obligasi umumnya di atas bunga deposito.
-
Ada peluang capital gain – Nilai obligasi bisa naik di pasar sekunder.
-
Likuiditas fleksibel – Bisa dijual sebelum jatuh tempo, tanpa penalti.
-
Pendapatan rutin – Kupon dibayarkan secara berkala, cocok untuk passive income.
-
Diversifikasi portofolio – Menyeimbangkan risiko dan potensi keuntungan investasi.
-
Tingkat keamanan tinggi – Terutama untuk obligasi pemerintah yang dijamin negara.
Investasi Aman, Untung Lebih Maksimal
Dengan kombinasi keuntungan lebih tinggi, pajak lebih ringan, dan fleksibilitas pencairan, wajar jika obligasi kini menjadi pilihan favorit bagi investor modern.
Baca Juga: Baterai Laptop Cepat Drop? Ini Penyebab dan Cara Ampuh Merawatnya Agar Awet
Instrumen ini cocok bagi kamu yang ingin berinvestasi aman seperti deposito, tapi tetap berharap imbal hasil yang lebih menguntungkan.
Jadi, kalau kamu ingin melangkah lebih jauh dalam perjalanan finansialmu, obligasi bisa jadi pilihan cerdas untuk menumbuhkan aset sekaligus menjaga stabilitas keuangan di masa depan.
Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








