Selebgram Fitri Kurniaty Dipaksa Investasi Tengah Malam, Uang Ratusan Juta Raib, Begini Modus Pelaku!

AKURAT.CO Kasus dugaan penipuan berkedok investasi trading kembali mencuat di Bandar Lampung. Seorang CEO Berlian dan Emas yang bernama Fitry Kurniaty Syafri mengaku menjadi korban bujuk rayu oknum AF, yang diduga memaksanya untuk ikut investasi dengan janji manis “pasti untung tanpa risiko.”
Fitry mengungkapkan, awalnya dirinya menolak keras ajakan AF untuk bergabung. Namun, pelaku terus mendesak bahkan datang ke rumah korban hingga pukul 1 dini hari hanya demi mengejar “closing.”
“Dia sampai nangis-nangis, bilang gak bakal rugi. Katanya kalau uang saya hilang, dia yang ganti. Bahkan janji mau jadi asisten saya tanpa dibayar,” ungkap Fitry kepada wartawan.
Menurut Fitry, AF tidak pernah menjelaskan bagaimana sistem trading itu bekerja, apalagi risiko kerugiannya. “Saya pikir cuma kayak beli emas, kalau harga naik dijual, kalau turun ya simpan. Tapi ternyata bukan begitu,” ujarnya.
Baca Juga: Fenomena Job Hugging Meningkat, XM Luncurkan Antarmuka Trading Terbaru
Fitry menuturkan, pada hari pertama dirinya diminta menyetor Rp200 juta, dan keesokan harinya kembali dipaksa top up Rp150 juta, yang ia dapatkan dari hasil pinjam uang ke sana-sini tengah malam.
“Kalau mau bukti, semua terekam CCTV. Waktu aktifasi pun bukan saya yang lakukan, tapi AF. Saya bahkan tidak tahu web apa yang dipakai,” jelasnya.
Lebih parah lagi, Fitry mengaku selama proses zoom meeting hanya bisa menjawab “iya” karena AF duduk di sampingnya sambil mengarahkan. “Saya lagi capek, belum mandi, disuruh ikut zoom. Mukanya aja kelihatan terpaksa,” kata Fitry.
Korban menegaskan dirinya sama sekali tidak berniat ikut trading dan tidak pernah memahami cara kerjanya. “Semua dipegang AF. Dia yang buka HP saya, dia yang aktifasi akun, bahkan katanya bisa langsung tarik tanpa jualan atau pajak. Semua itu bohong,” tambahnya.
Kini, Fitry mengaku telah mengumpulkan bukti berupa rekaman CCTV dan percakapan untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut ke pihak berwajib.
Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran agar masyarakat tidak mudah percaya dengan janji investasi cepat kaya. “Dia jamin aman, enggak akan rugi, tapi kenyataannya uang saya lenyap,” tukas Fitry dengan nada kecewa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










