Akurat
Pemprov Sumsel

OJK Dorong Literasi Keuangan Pelajar, Cegah Terjebak Pinjol Ilegal

Hefriday | 21 Oktober 2025, 13:10 WIB
OJK Dorong Literasi Keuangan Pelajar, Cegah Terjebak Pinjol Ilegal

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong para pelajar untuk cerdas dalam mengelola keuangan dan waspada terhadap berbagai bentuk penipuan daring yang marak di era digital.

Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan “OJK dan LPS Mengajar” yang digelar di SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa pelajar dan mahasiswa merupakan kelompok prioritas dalam program literasi keuangan nasional.

Menurutnya, edukasi sejak dini penting agar generasi muda tidak mudah terjerat penipuan finansial maupun perilaku konsumtif.

Baca Juga: Ekonomi NTT Tumbuh 5,44 Persen, OJK Ajak Perbankan Perluas Pembiayaan

“OJK melihat bahwa pelajar dan mahasiswa adalah segmen prioritas dalam program literasi. Mereka harus kita edukasi agar terhindar dari berbagai scam dan mampu mengelola keuangannya dengan baik,” ujar Friderica di Yogyakarta, Selasa (21/10/2025).

Dirinya menambahkan, peningkatan pemahaman keuangan sejak usia muda akan membantu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

“Dengan begitu, mereka bisa menyiapkan masa depan yang lebih stabil dan mandiri,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Prof. Anggito Abimanyu, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan finansial dan kedisiplinan pribadi.

Menurutnya, kemampuan mengatur uang bukan hanya soal perhitungan, tetapi juga soal karakter dan pengendalian diri.

Baca Juga: OJK Beberkan 10 Modus Penipuan Paling Marak, dari Investasi Bodong hingga Jual Beli Online

“Kemenangan terbesar adalah menaklukkan diri sendiri. Termasuk dalam hal keuangan, kita harus bisa mengatur diri agar tidak bergantung pada utang dan belajar menabung serta berinvestasi sejak dini,” kata Anggito.

Anggito menilai, pendidikan finansial di kalangan pelajar perlu diarahkan agar mereka memahami nilai uang, menghindari gaya hidup konsumtif, dan membangun kebiasaan menabung.

Langkah itu dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi individu di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat.

Sementara itu, Koordinator PPL SMA Negeri 3 Yogyakarta, Sumaryoto, mengapresiasi kegiatan OJK dan LPS yang dinilainya memberikan nilai tambah bagi para siswa.

Menurutnya, selain pembelajaran akademik, siswa juga membutuhkan bekal keterampilan hidup, salah satunya kemampuan mengelola keuangan dengan bijak.

“Kita patut bersyukur karena anak-anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademis, tapi juga keterampilan hidup seperti pengelolaan keuangan,” ujar Sumaryoto.

Dirinya berharap kegiatan semacam ini dapat rutin dilakukan di sekolah-sekolah agar siswa semakin sadar pentingnya literasi keuangan. Selain mengenal produk keuangan yang aman, para pelajar juga diharapkan mampu menghindari pinjaman online ilegal yang kerap menjerat kaum muda.

Edukasi keuangan, lanjut Sumaryoto, bukan hanya soal menabung atau berinvestasi, tetapi juga tentang membangun karakter disiplin, kemampuan menahan diri dari perilaku konsumtif, dan keberanian merencanakan masa depan secara mandiri.

Kegiatan literasi keuangan seperti ini menjadi bagian dari upaya OJK dan LPS untuk memperkuat ketahanan finansial generasi muda di tengah perkembangan ekonomi digital yang dinamis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi