Akurat
Pemprov Sumsel

Menkeu Purbaya: Inflasi RI Bukan Karena Ekonomi Kuat, tapi Karena Biaya Tinggi

Demi Ermansyah | 28 Oktober 2025, 18:50 WIB
Menkeu Purbaya: Inflasi RI Bukan Karena Ekonomi Kuat, tapi Karena Biaya Tinggi

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menilai laju inflasi di Indonesia selama ini bukan disebabkan oleh ekonomi yang tumbuh terlalu cepat, melainkan karena struktur biaya ekonomi yang masih tinggi.

Purbaya menyebut kondisi ini berbeda dengan negara-negara maju, di mana inflasi biasanya terjadi karena permintaan masyarakat yang meningkat seiring pendapatan tinggi atau fenomena demand-pull inflation.

“Demand-pull inflation tidak akan terjadi ketika pertumbuhan ekonomi di bawah potensinya. Indonesia berapa? Banyak bilang 5%, kalau saya enggak setuju,” ujar Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Sebelum Ekonomi Tumbuh di Atas 6 Persen

Ia menjelaskan, inflasi di Indonesia lebih banyak bersumber dari sisi biaya (cost-push inflation), seperti ongkos logistik, energi, dan produksi yang masih mahal.

Kondisi ini justru menahan daya beli masyarakat, karena kenaikan harga tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan.

Menurutnya, satu-satunya cara agar inflasi diiringi peningkatan kesejahteraan adalah dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah pun berupaya memaksimalkan semua instrumen kebijakan baik fiskal, moneter, maupun sektor swasta untuk mendorong pertumbuhan di atas potensi.

Baca Juga: Di Depan Misbakhun, Menkeu Purbaya Optimis Dorong Belanja Negara Lebih Ngebut

“Harus tumbuh di atas 6,7% agar ekonomi mampu menyerap tenaga kerja formal dan menciptakan pendapatan yang layak,” katanya.

Purbaya menegaskan, ambisi Presiden Prabowo untuk membawa ekonomi tumbuh di kisaran 8% bukan sekadar target ambisius, melainkan strategi struktural untuk memperbaiki fondasi ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.