Harmonisasi Regulasi, BEI Tunda Peluncuran ETF Emas hingga 2026
Hefriday | 3 November 2025, 18:31 WIB

AKURAT.CO Rencana peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mundur dan kini dijadwalkan paling cepat meluncur sebelum Juni 2026.
Penundaan ini bukan hanya soal waktu, tetapi juga mencerminkan kebutuhan harmonisasi regulasi agar instrumen emas pertama di bursa tersebut memiliki landasan yang kokoh dan aman bagi investor.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu persetujuan dan aturan teknis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum ETF Emas dapat diperdagangkan.
“Tahun depan, basically kembali kepada aturan yang di atas kita (OJK) yang kapan bisa keluar. Sebelum Juni 2026,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Irvan menegaskan, peluncuran hanya akan dilakukan setelah OJK merampungkan seluruh ketentuan terkait. “Kita nunggu peraturan OJK-nya seberapa cepat nanti keluar,” tambahnya.
BEI awalnya menargetkan ETF Emas meluncur pada kuartal IV-2025. Namun, perubahan timeline tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga integritas pasar, mengingat ETF yang berbasis emas fisik maupun kontrak derivatif memerlukan standar pengawasan yang lebih tinggi.
Inisiatif ETF Emas sendiri muncul setelah terbitnya POJK Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion, yang membuka ruang baru bagi industri pasar modal untuk mengelola produk berbasis emas dengan mekanisme yang lebih transparan.
Produk ETF berbeda dari reksa dana konvensional karena diperdagangkan di bursa layaknya saham. Mekanisme ini memungkinkan investor membeli atau menjual unit kepemilikan secara real time, sekaligus menawarkan biaya transaksi yang lebih efisien.
Emas menjadi aset lindung nilai yang semakin diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global. Instrumen ETF Emas diperkirakan akan memperluas akses investasi emas dengan cara yang lebih likuid dan mudah diperdagangkan.
Di tingkat global, minat terhadap produk sejenis terus bertumbuh. Berdasarkan data World Gold Council (WGC) per 20 Juni 2025, total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) ETF Emas mencapai USD388,8 miliar atau setara dengan kepemilikan 3.587 ton emas.
Angka ini menunjukkan bahwa ETF Emas merupakan salah satu instrumen yang paling dominan di pasar aset berbasis komoditas. Dengan besarnya potensi pasar, kebutuhan akan regulasi yang matang menjadi semakin penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









