Akurat
Pemprov Sumsel

Literasi Keuangan Modal Generasi Muda Perangi Investasi Ilegal

Hefriday | 13 November 2025, 12:52 WIB
Literasi Keuangan Modal Generasi Muda Perangi Investasi Ilegal

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya literasi keuangan di kalangan generasi muda sebagai benteng utama menghadapi maraknya investasi ilegal. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam kegiatan Edukasi Keuangan dan Pasar Modal di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar. 
 
Inarno mengatakan, pemahaman terhadap risiko dan mekanisme produk keuangan sangat penting agar masyarakat tidak terjebak pada investasi bodong yang menawarkan iming-iming keuntungan besar tanpa dasar hukum yang jelas.
 
“Literasi keuangan dan pemahaman pasar modal menjadi kunci agar masyarakat terhindar dari investasi ilegal. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting untuk mendorong masyarakat berinvestasi secara aman, legal, dan sesuai profil risikonya,” ujarnya di Bali, Kamis (13/11/2025). 
 
 
Menurut data OJK, jumlah investor pasar modal di Indonesia telah mencapai 19 juta, dengan lebih dari 54 persen berusia di bawah 30 tahun. Di Bali sendiri, jumlah investor telah menembus 330 ribu orang, menempatkan provinsi ini di posisi sepuluh besar secara nasional.
 
Inarno menekankan, pasar modal bukan tempat berjudi atau berspekulasi, melainkan sarana investasi yang aman, transparan, dan diawasi secara ketat oleh OJK serta lembaga pendukung seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), KPEI, dan KSEI.
 
“Jika ingin berinvestasi, pahami dulu sebelum membeli. Pegang prinsip 2L, yaitu legal dan logis. Kalau sesuatu terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan, hampir pasti itu tidak benar,” tegasnya.
 
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor UNHI, Prof. I Made Damriyasa, yang mengapresiasi langkah OJK membawa edukasi finansial ke kampus. 
 
Dirinya menilai, kegiatan semacam ini dapat memperkuat mental finansial mahasiswa agar tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi tidak bertanggung jawab.
 
Program edukasi ini merupakan bagian dari inisiatif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bali, yang sepanjang 2025 telah menggelar 19 kegiatan edukasi di sembilan kabupaten/kota dengan 1.750 peserta dari kalangan ASN, akademisi, dan masyarakat umum.
 
OJK berharap upaya edukasi berkelanjutan ini dapat menciptakan investor muda yang cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat fondasi pasar modal Indonesia agar tetap sehat dan inklusif.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa