Akurat
Pemprov Sumsel

Akhir Pekan IHSG Bakal Melemah ke Kisaran 8.325-8.350? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Hefriday | 14 November 2025, 06:48 WIB
Akhir Pekan IHSG Bakal Melemah ke Kisaran 8.325-8.350? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak melemah pada perdagangan Jumat (14/11/2025), seiring meningkatnya tekanan jual dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menjelaskan, IHSG ditutup turun 16,57 poin atau 0,20 persen ke level 8.372 pada perdagangan Kamis (13/11/2025). Sebelumnya, indeks sempat bergerak di zona hijau namun gagal mempertahankan momentum penguatan hingga akhir sesi.

“Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level moving average lima hari (MA5) dan indikator Stochastic RSI menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan. Volume jual juga mengalami kenaikan, sehingga IHSG berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 8.325–8.350,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas, Jumat (14/11/2025).

Pada perdagangan Kamis, saham-saham sektor perindustrian menjadi penekan utama pergerakan IHSG setelah mencatatkan koreksi terbesar di antara sektor lainnya. Sementara itu, sektor energi masih menjadi penopang dengan mencatatkan penguatan tertinggi.

Baca Juga: IHSG Ditutup Memerah 0,2 Persen, Sektor Industri Paling Parah

Pelemahan indeks turut dipengaruhi oleh pergerakan rupiah yang kembali tertekan dan ditutup di kisaran Rp16.720 per USD. Melemahnya nilai tukar rupiah menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi aliran dana keluar (capital outflow) dari aset berisiko di dalam negeri.

Dari bursa global, mayoritas indeks saham di kawasan Asia justru ditutup menguat pada Kamis (13/11/2025), terdorong kabar positif dari Amerika Serikat.

Pemerintah AS secara resmi mengakhiri government shutdown terpanjang dalam sejarah setelah Presiden Donald Trump menandatangani RUU pendanaan yang telah disetujui DPR dengan perbandingan suara 222 berbanding 209.

Dari sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ekonomi terbaru dari China pada Jumat (14/11/2025). Produksi industri Oktober 2025 diperkirakan tumbuh 5,8% secara tahunan (YoY), melambat dibandingkan pertumbuhan 6,5% pada September. Adapun penjualan ritel (retail sales) diprediksi meningkat 2,2% YoY, lebih rendah dari pertumbuhan 3% pada bulan sebelumnya.

Dengan kondisi pasar yang cenderung menurun, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk tetap selektif dalam melakukan transaksi jangka pendek.

Beberapa saham yang direkomendasikan untuk trading pada Jumat ini antara lain PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Timah Tbk (TINS), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

“Pergerakan IHSG hari ini kemungkinan masih terbatas dengan kecenderungan melemah, sehingga strategi buy on weakness dapat diterapkan pada saham-saham dengan fundamental kuat dan potensi rebound teknikal,” tulisnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa