Kinerja Kredit Konsumtif September 2025, KKR dan KKB Melambat Tapi Paylater Subur
Hefriday | 24 November 2025, 20:20 WIB

AKURAT.CO Kinerja kredit konsumsi pada 2025 masih lemah terutama di segmen pembiayaan utama seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga September 2025, realisasi kredit konsumsi memang masih tumbuh 7,42% year on year (yoy).
Meski demikian, OJK menilai kenaikan tersebut terjadi dengan laju yang termoderasi dan tidak terlepas dari tekanan pada daya beli masyarakat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan perlambatan paling terlihat pada kredit KPR.
"Pertumbuhannya turun ke level 7,26 persen pada September 2025, dari 10,89 persen pada September tahun sebelumnya," ujarnya di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Menurunnya minat pembiayaan rumah dikaitkan dengan ketidakpastian pendapatan sebagian rumah tangga.
Segmen KKB juga mengalami tekanan lebih dalam. Dari pertumbuhan 9% pada 2024, KKB hanya mampu tumbuh 0,72% pada 2025.
Tren penjualan kendaraan bermotor yang masih terkontraksi selama setahun terakhir turut memperparah perlambatan kredit otomotif.
“Lemahnya pertumbuhan KKB sejalan dengan penurunan penjualan kendaraan bermotor. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menahan peningkatan kredit konsumsi,” ujar Dian.
Paylater Melonjak
Di sisi lain, pertumbuhan pesat terjadi pada layanan BNPL, yang melonjak 25,49% hingga mencapai Rp24,86 triliun.
Meskipun porsinya terhadap total kredit perbankan masih kecil, segmen ini menjadi indikator perubahan perilaku konsumsi masyarakat, khususnya kelompok muda.
OJK menilai BNPL tetap berada dalam zona aman karena rasio kredit bermasalahnya mampu terjaga di 2,61%. Kondisi ini membuat BNPL menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kredit konsumsi di tengah pelemahan KPR dan KKB.
Selain itu, secara keseluruhan kredit perbankan tumbuh 7,70% yoy pada September 2025. Kredit investasi menjadi motor utama dengan kenaikan 15,18%, sedangkan kredit modal kerja hanya naik 3,37% yoy.
Perbaikan transmisi kebijakan moneter menjadi faktor pendukung stabilnya pertumbuhan kredit. Penurunan BI-Rate direspons oleh perbankan melalui penyesuaian suku bunga kredit dan dana pihak ketiga.
Sepanjang setahun, suku bunga kredit investasi turun 50 basis poin dan kredit modal kerja turun 41 basis poin.
OJK melihat masih ada ruang pelonggaran suku bunga hingga akhir 2025, terutama apabila tren penurunan suku bunga global terealisasi. Namun pelaksanaan di setiap bank bergantung pada struktur biaya dana masing-masing.
OJK juga menilai arah pertumbuhan kredit konsumsi pada akhir tahun akan sangat ditentukan oleh pemulihan permintaan, daya beli rumah tangga, dan respons perbankan terhadap tren penurunan suku bunga.
Di tengah pelemahan kredit tradisional, BNPL diperkirakan tetap menjadi salah satu segmen yang memberikan kontribusi terbesar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









