Akurat
Pemprov Sumsel

Bitcoin Tembus Rp1,5 Miliar Jelang FOMC, Simak Proyeksi Harganya untuk Akhir Tahun Ini!

Naufal Lanten | 4 Desember 2025, 15:16 WIB
Bitcoin Tembus Rp1,5 Miliar Jelang FOMC, Simak Proyeksi Harganya untuk Akhir Tahun Ini!

AKURAT.CO Bitcoin kembali mencuri perhatian pasar global setelah berhasil menembus level psikologis baru di awal Desember. Aset kripto terbesar di dunia itu sempat diperdagangkan mendekati US$93.000 atau sekitar Rp1,54 miliar pada Kamis, 4 Desember 2025. Kenaikan ini menjadi titik balik penting setelah November yang penuh tekanan, ketika Bitcoin jatuh sekitar 17% dan mencatat performa bulanan terburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Penguatan harga tersebut terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar, dengan pergerakan BTC dalam 24 jam terakhir stabil di area US$91.000–US$94.000 dan bahkan menyentuh level tertinggi dua minggu di sekitar US$94.000. Dampaknya terasa langsung pada pasar kripto secara menyeluruh, dengan kapitalisasi global melonjak 7,4% ke US$3,24 triliun. Ethereum dan Solana ikut terkerek naik, masing-masing hingga 9,1% dan lebih dari 12%.

Pergeseran sentimen ini ikut terbaca pada Indeks Fear & Greed yang naik dari zona ekstrem 16 menjadi 22. Walau pasar masih berhati-hati, sinyal perbaikan mulai terlihat jelas.


Kebangkitan Institusi Besar Jadi Motor Reli Terbaru Bitcoin

Salah satu sorotan utama dari kenaikan Bitcoin kali ini datang dari langkah mengejutkan Vanguard. Raksasa manajemen aset tersebut kembali membuka akses bagi lebih dari 50 juta kliennya untuk membeli ETF Bitcoin spot seperti IBIT milik BlackRock. Keputusan ini langsung mengangkat volume perdagangan ETF Bitcoin hingga mendekati US$1 miliar hanya dalam setengah jam setelah pembatasan dihapus.

Sementara itu, Bank of America semakin memperkuat momentum positif dengan merekomendasikan alokasi kripto sebesar 1%–4% dalam portofolio nasabahnya. Bank tersebut juga memberi izin kepada lebih dari 15.000 penasihat keuangan untuk menyarankan ETF Bitcoin kepada klien mereka. Banyak analis menilai kebijakan ini berpotensi membuka pintu bagi arus modal baru bernilai ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun mendatang.

Dari sisi on-chain, tanda akumulasi oleh institusi juga sangat nyata. Dalam fase penurunan harga terakhir, lebih dari 40.000 BTC dilaporkan diborong lembaga keuangan hanya dalam 24 jam. Cadangan Bitcoin di bursa pun turun ke titik terendah dalam beberapa tahun, mengisyaratkan bahwa banyak investor memindahkan aset mereka ke wallet penyimpanan jangka panjang. Dampak langsungnya: tekanan jual semakin berkurang dan narasi bullish semakin kuat.


“Perfect Storm” untuk Kenaikan Bitcoin?

Fyqieh Fachrur, analis Tokocrypto, melihat kombinasi faktor tersebut sebagai momentum yang jarang terjadi. 

“Kombinasi antara masuknya Vanguard, rekomendasi baru dari Bank of America, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menciptakan apa yang bisa disebut sebagai ‘perfect storm’ bagi Bitcoin. Minat institusi kembali meningkat dan hal ini memberikan fondasi yang kuat untuk reli jangka menengah," ujar Fyqieh melalui hasil riset yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 4 Desember 2025.

Meski begitu, ia menekankan bahwa Bitcoin masih berhadapan dengan tantangan teknikal besar di kisaran US$93.000–US$95.000. Area tersebut sudah lama dikenal sebagai zona resistensi kuat dan memerlukan dorongan lebih besar agar bisa ditembus.

Fyqieh juga mengingatkan, “Meskipun harga bergerak kuat, pasar belum sepenuhnya pulih dari tekanan besar di November. Level US$93.000 hingga US$95.000 adalah resistance kritis. Jika gagal ditembus, Bitcoin sangat mungkin terkoreksi kembali ke area US$88.000, terutama menjelang FOMC yang selalu membawa volatilitas tinggi.”


FOMC dan Faktor Makro: Penentu Arah Bitcoin di Akhir Tahun

Pasar global kini memperkirakan peluang sebesar 87% bahwa The Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan 9–10 Desember mendatang. Ekspektasi pelonggaran moneter biasanya menguatkan aset berisiko karena dolar AS melemah dan likuiditas meningkat, termasuk pasar kripto.

Dukungan tambahan datang dari Inggris yang baru saja merilis regulasi Property (Digital Assets etc) Act, memberikan perlindungan hukum lebih kuat bagi aset digital. Langkah ini menambah kepercayaan pasar terhadap legitimasi aset kripto di level global.


Skenario Harga Bitcoin untuk Desember 2025

Bitcoin kini berada pada fase penentu arah besar berikutnya. Dari perspektif teknikal, ada dua skenario yang paling diperhatikan:

1. Skenario Bullish: Jalan Menuju US$100.000

Jika BTC mampu bertahan di atas US$93.000, peluang menuju US$100.000 akan semakin terbuka. Level tersebut juga berdekatan dengan 50-week moving average. Apabila rilis FOMC memberikan sinyal dovish dan aliran dana institusional tetap kuat, target US$102.000 bukan hal yang mustahil.

2. Skenario Bearish: Koreksi ke US$88.000–US$82.000

Tekanan jual dapat meningkat apabila harga kembali jatuh di bawah US$88.000. Dalam skenario ini, Bitcoin berpotensi turun lebih dalam ke US$82.000 dan kembali memasuki pola bearish jangka menengah.

Fyqieh menegaskan bahwa beberapa hari mendatang akan sangat krusial bagi struktur pasar. Ia menyebut, “Level US$100.000–US$102.000 akan menjadi pertempuran besar berikutnya. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$93.000 setelah rilis FOMC, peluang menuju US$100.000 di bulan Desember sangat terbuka. Namun sinyal hawkish dari The Fed dapat membawa BTC turun ke US$88.000 atau bahkan menguji ulang US$82.000. Investor harus sangat disiplin dalam manajemen risiko.”


Faktor yang Akan Menggerakkan Bitcoin dalam Waktu Dekat

Tiga elemen utama akan menjadi fokus pasar dalam beberapa minggu ke depan:

  • Keputusan FOMC, yang akan menentukan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

  • Arus dana ke ETF Bitcoin spot, terutama setelah Vanguard kembali membuka akses ke jutaan kliennya.

  • Upgrade Fusaka di jaringan Ethereum, yang diperkirakan dapat meningkatkan minat terhadap aset berisiko dan memperkuat likuiditas pasar kripto.


Penutup

Reli Bitcoin di awal Desember ini bukan hanya sekadar lonjakan harga biasa. Kembalinya institusi besar, ekspektasi pemangkasan suku bunga, dan sinyal akumulasi yang kuat membuat pasar bergerak lebih optimis. Meski volatilitas jangka pendek diperkirakan masih tinggi, arah harga Bitcoin dalam 7–10 hari mendatang sangat mungkin menentukan apakah reli ini akan berlanjut menuju rekor baru atau hanya menjadi pantulan sementara.

Kalau kamu ingin terus mengikuti perkembangan Bitcoin dan pasar kripto lainnya, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Bitcoin Turun Tajam: Ini Penyebab Utama dan Proyeksi Pasar Kripto Menjelang 2026

Baca Juga: Rekomendasi Investasi Saham 2026: Sektor Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi Diproyeksikan Jadi Peluang Menarik

FAQ

1. Kenapa harga Bitcoin bisa menembus Rp1,5 miliar pada awal Desember 2025?

Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi faktor institusional dan makroekonomi. Kebijakan Vanguard yang kembali membuka akses ETF Bitcoin spot untuk 50 juta kliennya serta rekomendasi Bank of America terkait alokasi 1%–4% aset kripto di portofolio nasabah menjadi katalis utama. Sentimen ini diperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

2. Apa pengaruh Vanguard terhadap reli Bitcoin kali ini?

Vanguard memicu lonjakan volume perdagangan ETF Bitcoin hingga sekitar US$1 miliar hanya 30 menit setelah pembatasan dicabut. Keputusan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa adopsi institusional menjadi semakin matang.

3. Bagaimana peran Bank of America dalam mendorong harga Bitcoin?

Bank of America memberikan izin kepada lebih dari 15.000 penasihat keuangan untuk merekomendasikan ETF Bitcoin. Rekomendasi alokasi 1%–4% portofolio ke aset kripto berpotensi membuka aliran dana institusional bernilai ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan.

4. Apa yang terjadi di pasar kripto secara keseluruhan saat Bitcoin naik?

Kapitalisasi pasar kripto global naik 7,4% menjadi US$3,24 triliun. Ethereum menguat lebih dari 9% dan Solana melonjak lebih dari 12%, menandakan sentimen pasar semakin positif.

5. Bagaimana kondisi on-chain Bitcoin menjelang reli ini?

Institusi dan investor besar tercatat menyerap lebih dari 40.000 BTC dalam sehari selama fase penurunan. Cadangan Bitcoin di bursa menyentuh titik terendah dalam beberapa tahun, mengindikasikan akumulasi dan berkurangnya tekanan jual.

6. Apa rekomendasi analis terkait level harga penting Bitcoin?

Analis menilai bahwa area US$93.000–US$95.000 adalah zona resistance besar yang harus ditembus untuk membuka jalan menuju US$100.000–US$102.000. Jika gagal, Bitcoin berpotensi terkoreksi ke US$88.000.

7. Apa risiko terdekat bagi pergerakan Bitcoin?

Keputusan FOMC menjadi faktor paling sensitif. Sinyal hawkish atau penundaan pemangkasan suku bunga berpotensi menekan BTC kembali ke area US$88.000 atau bahkan US$82.000.

8. Apakah Bitcoin berpeluang mencapai US$100.000 pada Desember 2025?

Peluang tersebut terbuka jika Bitcoin mampu konsisten berada di atas US$93.000 setelah hasil FOMC. Level US$100.000–US$102.000 diperkirakan menjadi area pertempuran besar berikutnya.

9. Apa kaitan regulasi Inggris dengan sentimen kripto global?

Property (Digital Assets etc) Act memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi aset digital, sehingga membantu meningkatkan kepercayaan pasar kripto secara luas.

10. Faktor apa saja yang perlu diperhatikan investor dalam 1–2 minggu ke depan?

Tiga faktor utama perlu diawasi:

  • Hasil rapat FOMC.

  • Arus masuk ETF Bitcoin spot pasca kebijakan baru Vanguard.

  • Sentimen pasar terkait upgrade Ethereum Fusaka.

11. Apakah reli Bitcoin saat ini akan berlanjut atau justru koreksi?

Semua bergantung pada level pertahanan pasca FOMC. Jika breakout bertahan, reli bisa berlanjut. Namun jika tekanan jual meningkat, Bitcoin bisa kembali ke fase konsolidasi menengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.