AXS Koreksi Tajam, Whale Justru Akumulasi, Sinyal Balik Arah?

AKURAT.CO Harga token Axie Infinity (AXS) mengalami koreksi tajam setelah reli cepat sejak pertengahan Januari 2026.
Namun di balik penurunan harga tersebut, data on-chain justru menunjukkan akumulasi oleh investor besar atau whale. Kondisi ini memunculkan dilema pasar yakni apakah aksi beli whale menjadi sinyal peluang, atau justru berisiko terjebak koreksi lanjutan.
Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (25/1/2026) sejak breakout pada 21 Januari, harga AXS melonjak sekitar 41% dan sempat tertahan di area psikologis USD3,00. Reli yang berlangsung cepat dan minim koreksi ini mulai kehilangan momentum.
Baca Juga: 6 Tren Utama di Industri Kripto di Tahun 2026 Menurut PwC
Dalam 24 jam terakhir, harga AXS tercatat turun lebih dari 17%, memicu kewaspadaan pelaku pasar jangka pendek.
Sinyal Bearish Muncul Usai Reli Cepat
Peringatan awal terlihat dari grafik candlestick harian AXS. Pola bearish harami terbentuk di dekat puncak harga terbaru, menandakan melemahnya dorongan beli setelah reli signifikan. Pola ini muncul ketika candle merah berukuran kecil terbentuk di dalam body candle hijau besar sebelumnya.
“Pola bearish harami umumnya mencerminkan kelelahan buyer dan mulai masuknya tekanan jual,” tulis analisis teknikal TradingView.
Secara historis, pola serupa pernah muncul pada 18 Januari lalu. Setelah itu, harga AXS terkoreksi hampir 26% dalam beberapa hari berikutnya. Kondisi tersebut memperkuat potensi koreksi lanjutan, terutama setelah kenaikan agresif dalam waktu singkat.
Whale Kembali Akumulasi, Apa Artinya?
Di tengah sinyal teknikal yang melemah, data on-chain dari Santiment justru menunjukkan perubahan perilaku whale. Setelah sebelumnya cenderung melepas kepemilikan saat harga naik, kini wallet besar kembali menambah posisi.
“Sejak 22 Januari, kepemilikan whale meningkat dari sekitar 243,78 juta AXS menjadi 243,94 juta AXS,” mengacu pada data Santiment.
Penambahan sekitar 160.000 token tersebut setara nilai kurang lebih US$430.000 dengan harga saat ini. Aksi ini mengindikasikan bahwa whale tidak lagi sekadar memanfaatkan reli untuk keluar, melainkan mulai melihat level harga saat ini sebagai area akumulasi.
Arus Exchange Masih Positif, Tapi Melambat
Data arus exchange memberikan gambaran yang lebih berimbang. Pada 15 Januari, inflow AXS ke exchange sempat melonjak hingga sekitar 4,07 juta token, mencerminkan tekanan jual yang kuat. Namun pada 18 Januari, arus berbalik negatif dengan sekitar 465.000 token keluar dari exchange, menandakan meningkatnya minat beli.
Per 24 Januari, arus keluar exchange masih terjadi, tetapi melambat menjadi sekitar 112.000 token. Artinya, pembeli masih mendominasi, meski agresivitasnya mulai menurun.
“Buyer masih memegang kendali, tetapi intensitas pembelian tidak lagi sekuat fase awal reli,” tercermin dari tren arus exchange tersebut.
Dari sisi indikator momentum, Money Flow Index (MFI) menunjukkan divergensi negatif. MFI tercatat menurun meskipun harga sempat bergerak naik pada rentang 17–23 Januari di sekitar USD2,71. Hal ini menandakan bahwa pembelian saat koreksi mulai melemah.
Secara teknikal, level USD2,54 kini menjadi support krusial. Level ini bertepatan dengan retracement Fibonacci 0,618 dan sebelumnya berfungsi sebagai zona reaksi kuat. Penembusan ke bawah level tersebut membuka ruang koreksi lebih dalam menuju USD2,20 hingga USD1,98.
Sebaliknya, untuk memulihkan tren bullish, AXS perlu kembali bertahan di atas USD2,54 dan menembus resistance USD3,00 hingga USD3,11. Breakout bersih di atas area tersebut berpotensi membuka jalan menuju target lanjutan di kisaran USD4,02.
Whale Optimistis, Meski Pasar Masih Waspada
Aksi beli whale memang memberikan lapisan support psikologis bagi harga AXS. Namun, sinyal teknikal dan momentum jangka pendek menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya siap melanjutkan reli tanpa fase konsolidasi atau koreksi tambahan.
Whale boleh jadi melihat peluang jangka menengah, tetapi bagi trader jangka pendek, level support dan momentum tetap menjadi faktor penentu arah harga Axie Infinity dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










