Coretax Ditambah Bandwidth, Menkeu Purbaya Target Gangguan Tuntas April

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah teknis untuk memperkuat sistem administrasi perpajakan nasional. Salah satu fokus utamanya adalah memperluas bandwidth sistem Coretax guna mencegah gangguan saat trafik pelaporan pajak meningkat.
“Saya akan perluas bandwidth-nya dari Coretax supaya sampai April tidak ada gangguan,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin.
Langkah ini diambil setelah evaluasi terhadap performa sistem menunjukkan bahwa Coretax berjalan baik dalam kondisi normal. Namun, ketika jumlah pengguna yang mengakses sistem meningkat secara bersamaan, potensi gangguan masih muncul.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Klaim Rupiah Masih di Jalur Penguatan
Menurut Purbaya, berdasarkan paparan yang ia terima, sistem tidak menunjukkan kendala berarti saat digunakan dalam kondisi trafik rendah.
“Kalau saya lihat kemarin ketika mereka pamerkan ke saya, menunjukkan ke saya itu masalah-masalah malah tidak ada. Artinya dalam keadaan normal, dalam keadaan sepi sepertinya sudah bagus aplikasinya. Cuma kalau (trafik) banyak jadi terganggu,” jelasnya.
Karena itu, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan melakukan perluasan kapasitas jaringan dalam periode Februari hingga April. Langkah tersebut diharapkan mampu menampung lonjakan akses, terutama menjelang batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.
“Karena mungkin bandwidth-nya kurang, kurang lebar kali. Mungkin banyak sekali yang masuk pada waktu itu. Jadi saya pikir nanti Februari sampai Maret, April kali, saya perlebar bandwidth yang ada di Coretax jadi masalah terlalu padatnya orang yang masuk tidak menjadi masalah lagi dari Coretax,” kata Purbaya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Bantah Isu Politik Jadi Biang Pelemahan Rupiah
Diketahui, hingga 20 Januari 2026, sebanyak 372.184 wajib pajak telah menyampaikan SPT Tahunan melalui sistem Coretax. Angka ini menjadi indikasi awal meningkatnya penggunaan sistem di awal periode pelaporan.
Dari jumlah tersebut, 306.503 SPT berasal dari wajib pajak orang pribadi karyawan, sementara 46.153 SPT disampaikan oleh wajib pajak orang pribadi non-karyawan.
Untuk wajib pajak badan, tercatat 19.394 SPT badan dalam mata uang rupiah dan 37 SPT badan dalam mata uang dolar AS. Sementara itu, wajib pajak badan dengan tahun buku berbeda melaporkan 94 SPT dalam rupiah dan 3 SPT dalam dolar AS.
Lonjakan aktivitas ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, seiring semakin banyaknya wajib pajak yang masuk masa pelaporan. Dengan penguatan bandwidth, pemerintah berharap sistem tetap stabil meski diakses secara bersamaan oleh jutaan pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








