BEI Berpeluang Dimiliki Asing Usai Demutualisasi, Ini Kata Rosan

AKURAT.CO Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani membuka peluang perusahaan asing menjadi pemegang saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi rampung.
Skema tersebut disebut sebagai praktik yang lazim diterapkan di berbagai bursa efek dunia.
“Ya memang itu di bursa efek lain seperti itu. Jadi ini dipisahkan antara anggota dan kepemilikan, karena sekarang anggota dan kepemilikan itu gabung dimiliki oleh sebagian besar sekuritas-sekuritas,” ujar Rosan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Minggu.
Baca Juga: IHSG Ambles 6,94 Persen Sepekan, Market Cap BEI Susut Hingga Rp1.198 Triliun
Menurut dia, demutualisasi akan membawa perubahan mendasar dalam struktur kepemilikan dan tata kelola pasar modal Indonesia. Dengan pemisahan fungsi antara anggota bursa dan pemilik, pengelolaan bursa diharapkan menjadi lebih transparan dan profesional.
“Nah, oleh sebab itu ini dibuka supaya lebih baik dan lebih transparan,” katanya.
Pemerintah saat ini tengah mempercepat penyelesaian regulasi demutualisasi BEI agar prosesnya dapat berjalan pada 2026.
Demutualisasi merupakan perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimiliki perusahaan sekuritas anggota bursa, menjadi entitas berbentuk perusahaan yang dapat dimiliki publik maupun pihak lain.
Baca Juga: Rosan: Jajaran Baru OJK hingga BEI Bikin Investor Lebih Yakin
Langkah tersebut bertujuan memisahkan kepentingan anggota bursa dengan pengelola bursa sehingga potensi benturan kepentingan dapat ditekan. Dengan struktur baru, kepemilikan tidak lagi terpusat pada pelaku pasar yang juga menjadi anggota.
Rosan menilai, keterlibatan investor luar negeri dalam kepemilikan bursa bukan hal baru dalam praktik global.
"Banyak bursa besar dunia telah lebih dulu membuka kepemilikan kepada investor lintas negara sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan pengembangan bisnis," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








