Akurat
Pemprov Sumsel

Miris, 69 Persen Penduduk Asia Ingin Tetap Bekerja di Usia Pensiun Demi Penuhi Kebutuhan Hidup

Yosi Winosa | 10 Februari 2026, 17:47 WIB
Miris, 69 Persen Penduduk Asia Ingin Tetap Bekerja di Usia Pensiun Demi Penuhi Kebutuhan Hidup

AKURAT.CO Penduduk Asia sedang menua, dengan lebih dari 649 juta orang berusia
di atas 60 tahun. Kawasan ini sudah menyumbang lebih dari 60% dari populasi global berusia di atas 60 tahun, angka yang diperkirakan akan berlipat ganda ke 1,3 miliar dalam 25 tahun ke depan.

Namun, seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup dan kesehatan yang lebih baik, konsep pensiun pun mengalami perubahan. Pensiun tak lagi sekadar akhir dari kehidupan kerja seseorang, melainkan menjadi ujian persiapan, ketahanan, dan
ketahanan finansial.

Survei yang dilakukan Sun Life terhadap 3.006 responden dari Hong Kong,
Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam, menunjukkan 2 realitas pensiun yang kejam: ‘Gold Star Planners’ yang siap secara finansial dan dapat memilih kapan serta bagaimana mereka mengurangi pekerjaan, dan ‘Stalled Starters’ yang menunda pensiun karena tidak bisa berhenti bekerja.

Di seluruh Asia, masa pensiun semakin dipandang sebagai tahap kehidupan yang fleksibel bukan sebagai titik akhir yang tetap. Hampir tujuh dari setiap
10 orang (69%) mengharapkan untuk terus bekerja setelah mencapai usia pensiun. Dari 69% yang terus bekerja setelah pensiun, atau berencana melakukannya, sebagian besar melakukannya karena kebutuhan finansial.

Baca Juga: Berlaku Januari 2026, Ini Isi Aturan Baru Asuransi dan Dana Pensiun POJK 33/2025 dan POJK 36/2025

62% mengatakan mereka membutuhkan penghasilan tambahan untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan keamanan finansial jangka panjang, yang menyoroti kurangnya persiapan finansial di Asia saat ini.

"Kami melihat dua realitas yang berbeda. Bagi mereka yang siap, bekerja lebih lama bisa menjadi pilihan yang menawarkan fleksibilitas dan kebebasan. Sementara bagi yang lain, bekerja lebih lama mencerminkan tekanan keuangan yang dihadapi. Merencanakan pensiun lebih awal dan secara menyeluruh adalah penentu realitas mana yang akan dijalani," ujar Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia.

Dua Realitas Pensiun: Pilihan bagi Sebagian, Kewajiban bagi Yang Lain

Riset Sun Life menunjukkan dua realitas pensiun yang berbeda: ‘Gold Star Planners’ yang siap secara finansial dan dapat memilih kapan serta bagaimana mereka mengurangi pekerjaan, dan ‘Stalled Starters’ yang menunda pensiun karena tidak bisa berhenti bekerja.
 
Bagi Stalled Starters yang merencanakan pensiun lebih lambat dari perkiraan, atau sudah melakukannya, kebutuhan finansial merupakan salah satu alasan utama. Sebanyak 43% mengatakan mereka menunda pensiun untuk menutup biaya pendidikan atau kebutuhan hidup anak.
 
Namun, di kalangan Gold Star Planners, penundaan pensiun lebih bersifat pilihan. Sebanyak 83% menyebut menikmati aspek sosial dari pekerjaan, dan banyak yang menunjuk keinginan untuk tetap aktif secara fisik atau mental sebagai faktor pendorong (83%).
 
"Semakin banyak orang Indonesia yang umurnya lebih panjang. Namun, terlalu banyak yang masih tidak yakin apakah mereka bisa pensiun dengan nyaman. Itulah mengapa peran institusi keuangan semakin penting: menyediakan panduan dan solusi yang mengubah ketidakpastian menjadi pemberdayaan, serta membantu masyarakat membangun masa depan di mana pensiun dibentuk oleh peluang, bukan tekanan," tambah Albertus.

 

Keamanan Finansial Berkorelasi dengan Optimisme Akan Pensiun

Memiliki keamanan finansial menjadi inti dari optimisme terhadap pensiun. Di antara mereka yang menantikan datangnya masa pensiun, 60% menyebut keamanan finansial sebagai alasan optimisme mereka, diikuti stabilitas (46%) dan merasa lebih mampu mengendalikan perubahan atau transisi hidup (23%). 
 
Sebaliknya, bagi mereka yang gelisah akan datangnya pensiun, kekhawatiran terbesar adalah tidak dapat memberikan dukungan finansial kepada keluarga (44%), disusul ketidakamanan finansial (37%).
 
Masyarakat Indonesia juga memiliki rentang waktu perencanaan pensiun yang relatif pendek karena kerap menunda. Hingga 24% orang tidak membuat rencana apa pun sebelum pensiun, dan 34% baru menyusun rencana dalam dua tahun sebelum berhenti bekerja penuh waktu. Hanya 38% yang merasa sangat percaya diri terhadap rencana pensiunnya. 
 
Banyak kaum pekerja di Indonesia juga menghadapi tekanan finansial tambahan untuk menopang orang tua sekaligus anak, seringkali disebut sebagai “sandwich generation”. Merawat keluarga yang lebih tua dan lebih muda membuat sebagian orang menurunkan ekspektasi gaya hidup (40%) atau menunda pensiun (23%). 
 
Semakin banyak orang di Indonesia menginginkan kendali atas kapan mereka meninggalkan dunia kerja. Hingga 77% responden percaya pensiun seharusnya menjadi pilihan pribadi, bukan batas usia yang wajib dipatuhi. Sebanyak 81% mendukung ide untuk bekerja melampaui usia pensiun di Indonesia.

8 Tips Pensiun Aman dan Nyaman Ala Gold Star Planner

1.  Mulailah Sesegera Mungkin

Jika Anda belum mulai merencanakan pensiun, waktu terbaik untuk memulainya adalah sekarang. Baik Anda baru saja memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan atau sudah puluhan tahun bekerja, merencanakan pensiun secara holistik akan memberi Anda kesempatan terbaik untuk menikmati hidup sepenuhnya di masa tua. Menabunglah sejak dini dan secara konsisten untuk mendapatkan manfaat bunga majemuk seiring waktu — diri Anda di masa tua akan berterima kasih kepada Anda.

2. Sesuaikan Kontribusi Pensiun dari Perusahaan Anda

Banyak orang melewatkan kesempatan untuk mendapatkan manfaat lebih dengan tidak menyesuaikan kontribusi pensiun dari perusahaan mereka. Tanyakan kepada perusahaan Anda berapa banyak yang dapat mereka kontribusikan ke dana pensiun Anda dan sesuaikan dengan batas maksimal. Pastikan Anda memaksimalkan kebijakan pensiun perusahaan Anda untuk memberikan dorongan finansial di masa tua.

3. Diversifikasi Portofolio Anda

Jangan mengejar tren investasi yang sedang populer. Pastikan portofolio Anda terdiversifikasi baik dari segi kelas aset maupun geografi untuk membantu Anda menyeimbangkan risiko, imbal hasil, dan volatilitas. Pilih portofolio yang terdiversifikasi sesuai dengan toleransi risiko, jadwal pensiun, dan tujuan gaya hidup Anda.

4. Miliki Dana Darurat

Berinvestasi jangka panjang sangat penting, tetapi memiliki dana darurat juga sama pentingnya. Bangun dana darurat yang dapat menutupi biaya hidup selama tiga hingga enam bulan sebagai bantalan keuangan — Anda tidak pernah tahu kapan Anda membutuhkannya. Dana darurat dapat menjadi lifeline keuangan di masa sulit dan mencegah Anda menggunakan dana pensiun atau menambah utang.

5. Lindungi Keluarga Anda

Berinvestasi dan menabung untuk masa depan, tetapi jangan lupa untuk melindungi keluarga Anda. Asuransi jiwa adalah produk penting yang dapat mendukung orang-orang terkasih Anda dalam keadaan darurat. Memiliki perlindungan yang memadai memberikan ketenangan pikiran bahwa jika Anda tidak lagi ada, keluarga terdekat Anda akan terurus dengan baik. Pastikan keluarga Anda secara finansial tangguh.

6. Jaga Kesehatan dan Kekayaan

 Rencana pensiun tidak hanya tentang uang — juga jaga kesehatan mental dan fisik Anda. Asuransi kesehatan dapat meringankan beban biaya medis mendadak, membantu Anda menghadapi tantangan kesehatan yang tak terhindarkan di usia tua, dan memungkinkan Anda fokus pada hidup sebaik mungkin. Merawat kesehatan fisik dan mental Anda akan membantu Anda tetap aktif dan mencapai tujuan pribadi di usia tua.

7. Tetap pada Strategi 3 Kotak

Kelola tabungan pensiun Anda dengan membaginya ke dalam tiga kotak yang terpisah:
 
  • Jangka pendek: Untuk biaya hidup sehari-hari, seperti pengeluaran harian
    untuk makanan dan utilitas.
  • Jangka menengah: Untuk biaya pensiun jangka menengah, seperti mendukung keluarga, perjalanan, hobi, dan pengeluaran gaya hidup.
  • Jangka panjang: Untuk perawatan kesehatan dan kebutuhan jangka panjang lainnya, seperti perawatan lansia dan perencanaan warisan.

8. Bicaralah dengan Penasihat Keuangan

Bekerja sama dengan profesional untuk mengembangkan rencana keuangan yang disesuaikan dengan tujuan jangka panjang Anda. Seorang penasihat keuangan
dapat menyarankan strategi untuk membantu Anda mencapai pensiun impian Anda,
memaksimalkan kondisi keuangan Anda, sambil memperhitungkan keadaan unik Anda. Bicarakan dengan penasihat keuangan solusi apa yang tepat untuk kebutuhan Anda.

Solusi apa saja yang tersedia? 

  • Rencana endowment: rencana tabungan yang memberikan Anda pengembalian tahunan yang dijamin pada saat polis jatuh tempo beserta perlindungan jiwa.
  • Rencana anuitas: memberikan Anda penghasilan tetap yang dijamin seumur hidup atau selama kontrak anuitas menentukan. Anuitas membantu Anda menutupi biaya pokok selama pensiun dan dapat melindungi Anda dari risiko kehabisan uang sebelum waktunya.
  • Rencana pensiun tempat kerja: rencana tabungan yang didukung oleh tempat kerja, di mana Anda dan pemberi kerja melakukan kontribusi rutin.
  • Reksa dana: menggabungkan dana dari banyak investor ke dalam satu pool. Pool dana ini diinvestasikan dalam saham, obligasi, atau instrumen keuangan lainnya. Setiap pool dikelola oleh manajer investasi profesional.
  • Asuransi kesehatan: memberikan Anda perlindungan asuransi yang Anda butuhkan saat ketidakpastian terjadi untuk membantu Anda menangani tagihan medis.
  • Asuransi jiwa universal: menggabungkan perlindungan asuransi jiwa permanen dengan opsi investasi untuk pertumbuhan tabungan yang diuntungkan pajak.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.