Akurat
Pemprov Sumsel

Antam Sebut Harga Emas Akan Naik Terus Sepanjang Konflik AS-Iran

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 4 Maret 2026, 14:26 WIB
Antam Sebut Harga Emas Akan Naik Terus Sepanjang Konflik AS-Iran
Corporate Secretary Division Head PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Wisnu Danandi Haryanto

AKURAT.CO PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menilai dinamika geopolitik global, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran, turut memberi sentimen terhadap pergerakan harga emas dunia.

Corporate Secretary Division Head PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, tren harga emas global saat ini menunjukkan kenaikan. Menurutnya, ketidakpastian akibat konflik AS dengan Iran menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan harga logam mulia tersebut.

“Perang itu memang mempengaruhi harga emas. Memang sekarang ini kita bisa melihat bahwa memang harganya (emas) sedang naik dan kemungkinan akan terus naik selama itu perang," kata Wisnu di Jakarta dikutip, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Imbas Serangan Israel dan AS ke Iran: Harga Emas Tembus USD5.280 per Troyounce, Rupiah Menuju Rp17.000 per Dolar AS

Meski demikian, Wisnu mengaku belum dapat memastikan sejauh mana konflik yang berlangsung akan berdampak signifikan terhadap harga emas ke depan. “Saya sendiri nggak bisa kasih tahu apakah itu akan mempengaruhi harga emas secara signifikan atau tidak, saya nggak tahu,” tambahnya.

Di sisi operasional, Wisnu memastikan kondisi geopolitik tidak memengaruhi produksi emas perseroan. Pasalnya, sumber produksi utama berasal dari tambang dalam negeri, khususnya Tambang Pongkor.

Saat ini, Antam memproduksi sekitar satu ton emas per tahun dari Pongkor, sementara kebutuhan lainnya dipenuhi dari sumber domestik guna menjaga pasokan pasar dalam negeri.

“Produksi emas Antam itu kita produksi satu ton dari Pongkor dan lainnya kita mencoba mencari dari sumber domestik. Seharusnya itu tidak memengaruhi, karena kita selalu mencari dari sumber domestik untuk memenuhi kebutuhan emas di Indonesia,” ucap Wisnu.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan minat masyarakat terhadap emas tidak semata dipicu faktor perang. Peningkatan literasi investasi serta membaiknya daya beli masyarakat juga berkontribusi terhadap tingginya permintaan emas di pasar domestik.

“Tapi saya rasa itu tidak hanya karena perang saja. Masyarakat juga makin paham dan daya belinya lebih kuat untuk bisa membeli emas," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.