Akurat
Pemprov Sumsel

Berpengalaman Hadapi Krisis Energi, Ekonomi RI Tahan Banting Saat Harga Minyak Tinggi

Andi Syafriadi | 6 Maret 2026, 23:19 WIB
Berpengalaman Hadapi Krisis Energi, Ekonomi RI Tahan Banting Saat Harga Minyak Tinggi
Ilustrasi Harga Minyak Dunia

AKURAT.CO Pemerintah menilai perekonomian Indonesia memiliki pengalaman menghadapi lonjakan harga minyak dunia yang ekstrem, bahkan hingga menyentuh USD150 per barel.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pengalaman tersebut menjadi referensi pemerintah dalam menyusun langkah antisipasi ketika pasar energi global kembali mengalami volatilitas.

Menurutnya, pada periode lonjakan harga minyak di masa lalu, ekonomi Indonesia memang mengalami perlambatan, namun tetap mampu bertahan tanpa mengalami kontraksi tajam.

Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Kenaikan BBM Jika Harga Minyak Tembus USD92

“Kita pernah lewati keadaan harga minyak sampai USD150 per barel, jatuh enggak ekonominya? Angkanya melambat tapi enggak jatuh,” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan pengalaman tersebut menunjukkan struktur ekonomi nasional relatif memiliki daya tahan terhadap gejolak harga energi global, meskipun tetap menimbulkan tekanan terhadap fiskal negara.

Diketahui, harga minyak dunia merupakan salah satu variabel penting dalam penyusunan APBN karena berpengaruh langsung terhadap besaran subsidi dan kompensasi energi yang harus ditanggung pemerintah.

Berdasarkan simulasi pemerintah, tekanan terhadap APBN mulai meningkat apabila harga minyak rata-rata mencapai sekitar USD92 per barel dalam setahun.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Risiko Stagflasi Eropa Semakin Meningkat

Jika kondisi tersebut terjadi, defisit anggaran berpotensi melebar hingga 3,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah opsi kebijakan untuk menjaga stabilitas fiskal, termasuk efisiensi belanja hingga penyesuaian kebijakan energi jika diperlukan.

Meski demikian, Purbaya menegaskan langkah seperti penyesuaian harga BBM hanya akan diambil jika tekanan terhadap APBN benar-benar tidak dapat ditahan melalui instrumen kebijakan lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.