DBS Foundation Grant Program 2025: 5 Social Enterprise Indonesia Terima Hibah Rp11 Miliar

AKURAT.CO Bisnis tidak lagi hanya tentang keuntungan. Di tengah berbagai tantangan sosial seperti akses air bersih, ketahanan pangan, hingga kesempatan kerja bagi kelompok rentan, semakin banyak pelaku usaha yang mencoba menghadirkan solusi melalui model bisnis berdampak sosial.
Tren ini juga terlihat di Asia, termasuk Indonesia. Melihat potensi tersebut, DBS Foundation Grant Program 2025 kembali hadir untuk mendukung berbagai social enterprise Indonesia yang menawarkan solusi inovatif bagi masyarakat. Melalui program ini, DBS Foundation menyalurkan hibah jutaan dolar untuk membantu bisnis sosial berkembang sekaligus memperluas dampaknya.
Di Indonesia sendiri, lima organisasi berbasis dampak sosial menerima dukungan pendanaan yang diharapkan dapat menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
Apa Itu DBS Foundation Grant Program?
DBS Foundation Grant Program adalah program hibah dari DBS Foundation yang bertujuan mendukung pertumbuhan social enterprise dan bisnis untuk dampak sosial di Asia.
Pada tahun 2025, program ini menyalurkan pendanaan besar kepada berbagai organisasi yang menghadirkan solusi sosial dan lingkungan.
Fakta utama DBS Foundation Grant Program 2025:
Total hibah: SGD 4,9 juta atau sekitar Rp65 miliar
Jumlah penerima di Asia: 22 social enterprise dan bisnis berdampak sosial
Hibah untuk Indonesia: SGD 850.000 atau sekitar Rp11,2 miliar
Penerima di Indonesia: 5 social enterprise
Potensi penerima manfaat: lebih dari 1,9 juta orang
Program ini tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga pendampingan, akses jaringan, serta dukungan pengembangan bisnis agar organisasi dapat memperluas dampak sosialnya.
DBS Foundation Salurkan Hibah Rp65 Miliar untuk Bisnis Berdampak Sosial di Asia
Melalui DBS Foundation Grant Program 2025, DBS Foundation kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan sosial di Asia.
Total hibah sebesar SGD 4,9 juta diberikan kepada 22 organisasi yang menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan sosial seperti:
akses air bersih
ketahanan pangan
inklusi keuangan
kesempatan kerja inklusif
layanan kesehatan
Program ini telah berjalan sejak 2014 dan menjadi salah satu inisiatif utama DBS Foundation untuk mendukung startup sosial Indonesia dan kawasan Asia agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Menurut Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika, bisnis dapat memainkan peran penting dalam menciptakan perubahan sosial.
"Kami percaya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, dibutuhkan model bisnis yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Mona dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa melalui program hibah ini, DBS tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga membantu membangun ekosistem yang memungkinkan social enterprise berkembang secara sehat dan berdampak luas.
5 Social Enterprise Indonesia Penerima DBS Foundation Grant Program 2025
Tahun ini, lima organisasi di Indonesia menerima hibah DBS Foundation untuk memperluas dampak sosial mereka. Masing-masing bergerak di sektor berbeda namun memiliki tujuan yang sama: meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
1. Parongpong RAW Lab
Organisasi ini membantu nelayan meningkatkan pendapatan dengan mengolah limbah jaring ikan atau ghost net menjadi bahan bangunan ramah lingkungan bernilai tinggi bernama Prototile.
Inovasi ini tidak hanya mengurangi sampah laut, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi komunitas pesisir.
2. KONEKIN Indonesia
KONEKIN berfokus menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif bagi 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di Indonesia.
Melalui pelatihan, asesmen, dan pendampingan rekrutmen, platform ini membantu perusahaan menerapkan praktik kerja yang lebih adil dan inklusif.
3. Nazava Water Filters
Nazava Water Filters menyediakan teknologi penyaring air yang memungkinkan masyarakat mendapatkan air minum aman tanpa harus merebus atau membeli air kemasan.
Filter ini dapat memurnikan air sumur, sungai, keran, maupun air hujan dan menjadi satu-satunya filter air minum buatan Indonesia yang disertifikasi WHO.
4. DoctorTool Healthtech
Startup DoctorTool healthtech berfokus pada transformasi layanan kesehatan primer melalui teknologi.
Platform ini membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat underserved serta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
5. Sosial Business Indonesia (SOBI)
SOBI Indonesia mengembangkan rantai pasok inklusif dan pertanian berkelanjutan untuk membantu petani kecil meningkatkan kesejahteraan serta ketahanan pangan.
Program ini juga memperkuat posisi petani dalam rantai distribusi sehingga mereka memperoleh nilai ekonomi yang lebih adil.
Ekosistem Social Enterprise Indonesia Terus Tumbuh
Perkembangan kewirausahaan sosial di Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif.
Data dari Badan Ekonomi Kreatif mencatat bahwa pada 2023 terdapat sekitar 20.000 wirausaha sosial, meningkat dari sekitar 15.000 pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang mulai memadukan model bisnis dengan misi sosial.
Beberapa faktor yang mendorong tren ini antara lain:
meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap isu sosial
berkembangnya ekosistem startup dan teknologi
dukungan dari sektor swasta dan lembaga filantropi
meningkatnya minat investor pada impact investing
Program hibah seperti DBS Foundation Grant Program menjadi salah satu faktor penting yang membantu startup sosial berkembang lebih cepat.
Peran DBS Foundation dalam Mendorong Bisnis Berdampak Sosial
Selain memberikan hibah, DBS Foundation juga aktif membangun ekosistem bisnis untuk dampak sosial melalui berbagai inisiatif.
Menurut Mona Monika, program ini merupakan bagian dari pilar keberlanjutan “Impact Beyond Banking”.
"Ini bukan sekadar program hibah. Kami ingin membangun ekosistem kolaboratif di mana perusahaan swasta, komunitas, dan institusi dapat menciptakan solusi berkelanjutan untuk tantangan sosial Indonesia,” jelas Mona.
Selama beberapa tahun terakhir, DBS Foundation telah:
menyalurkan SGD 4 juta hibah kepada 28 social enterprise di Indonesia
menyediakan tambahan SGD 2 juta melalui skema blended finance
memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi sosial
Kolaborasi tersebut mencakup berbagai program, seperti:
literasi keuangan bagi 220.000 perempuan dan pemuda bersama The Asia Foundation, Mercy Corps, dan Plan Indonesia
pelatihan 70.000 talenta digital muda bersama Dicoding
pemberdayaan 28.000 petani kecil di Flores bersama Yayasan Humanis
peningkatan kesejahteraan anak bersama UNICEF
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Program hibah seperti ini memiliki dampak yang terasa langsung bagi masyarakat.
Beberapa contoh ilustrasi dampaknya antara lain:
keluarga di daerah terpencil bisa mendapatkan air minum aman melalui teknologi Nazava
petani kecil dapat meningkatkan pendapatan berkat sistem rantai pasok SOBI
penyandang disabilitas memperoleh kesempatan kerja melalui platform KONEKIN
pasien di daerah underserved bisa mendapatkan layanan kesehatan lebih baik melalui DoctorTool
Ketika inovasi bisnis dipadukan dengan tujuan sosial, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh komunitas luas.
Peluang Bagi Generasi Muda di Ekosistem Startup Sosial
Bagi generasi milenial dan Gen Z, perkembangan startup sosial Indonesia membuka peluang baru.
Saat ini semakin banyak anak muda yang tertarik membangun bisnis yang:
berkelanjutan
berdampak sosial
memanfaatkan teknologi
sekaligus tetap menghasilkan keuntungan
Dukungan dari lembaga seperti DBS Foundation membantu mempercepat lahirnya inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial di Indonesia.
Masa Depan Social Enterprise di Indonesia
Perkembangan social enterprise Indonesia menunjukkan bahwa bisnis dapat menjadi alat perubahan yang kuat.
Ketika sektor swasta, komunitas, dan lembaga sosial bekerja bersama, solusi untuk berbagai masalah seperti akses air bersih, kesehatan, hingga ketahanan pangan dapat berkembang lebih cepat.
Melalui program seperti DBS Foundation Grant Program, peluang untuk menghadirkan inovasi sosial yang berdampak luas semakin terbuka. Bagi generasi muda yang ingin membangun bisnis sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat, ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia tampaknya baru saja memasuki fase pertumbuhan yang menjanjikan.
Baca Juga: Lippo Hibahkan Lahan untuk Program Rumah Prabowo, Target 140 Ribu Unit Dibangun
FAQ
Apa itu DBS Foundation Grant Program?
DBS Foundation Grant Program adalah program hibah dari DBS Foundation yang mendukung pertumbuhan social enterprise dan bisnis berdampak sosial di Asia, termasuk Indonesia. Program ini memberikan pendanaan, pendampingan bisnis, serta akses jaringan agar organisasi yang berfokus pada solusi sosial dapat berkembang secara berkelanjutan dan memperluas dampaknya bagi masyarakat.
Siapa saja penerima DBS Foundation Grant Program 2025 di Indonesia?
Pada DBS Foundation Grant Program 2025, terdapat lima penerima hibah di Indonesia, yaitu Parongpong RAW Lab, KONEKIN Indonesia, Nazava Water Filters, DoctorTool, dan Sosial Business Indonesia (SOBI). Kelima organisasi ini bergerak di berbagai sektor, mulai dari pengelolaan limbah laut, inklusi tenaga kerja disabilitas, akses air bersih, teknologi kesehatan, hingga penguatan sektor pertanian berkelanjutan.
Berapa total hibah yang diberikan DBS Foundation pada 2025?
DBS Foundation menyalurkan hibah sebesar SGD 4,9 juta atau sekitar Rp65 miliar kepada 22 social enterprise dan bisnis untuk dampak sosial di Asia. Dari jumlah tersebut, sekitar SGD 850.000 atau Rp11,2 miliar dialokasikan untuk lima social enterprise di Indonesia, dengan potensi menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat.
Apa tujuan program hibah DBS Foundation bagi social enterprise?
Tujuan utama program hibah DBS Foundation adalah memperkuat ekosistem kewirausahaan sosial dengan membantu organisasi yang menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan sosial. Dukungan ini memungkinkan social enterprise memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kapasitas bisnis, serta menciptakan dampak sosial yang lebih besar bagi komunitas.
Mengapa social enterprise semakin berkembang di Indonesia?
Perkembangan social enterprise Indonesia semakin pesat karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu sosial dan lingkungan. Banyak pelaku usaha kini menggabungkan model bisnis dengan tujuan sosial, seperti meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Dukungan dari investor, lembaga filantropi, serta program hibah seperti DBS Foundation Grant Program juga membantu mempercepat pertumbuhan sektor ini.
Apa dampak social enterprise bagi masyarakat?
Bisnis berdampak sosial memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui solusi nyata terhadap berbagai masalah sosial. Misalnya, teknologi Nazava Water Filters membantu keluarga mendapatkan akses air minum aman, sementara SOBI Indonesia mendukung petani kecil meningkatkan kesejahteraan melalui sistem pertanian berkelanjutan. Model bisnis ini memungkinkan perubahan sosial terjadi secara berkelanjutan karena didukung oleh aktivitas ekonomi.
Bagaimana generasi muda bisa terlibat dalam kewirausahaan sosial?
Generasi muda dapat terlibat dalam kewirausahaan sosial di Indonesia dengan membangun startup yang fokus pada solusi sosial, bergabung dengan organisasi social enterprise, atau mengikuti program inkubasi dan hibah bisnis sosial. Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi, anak muda memiliki peluang besar menciptakan bisnis yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








