Akurat
Pemprov Sumsel

Prediksi Harga Emas 2026: Geopolitik Global dan Kebijakan Bank Sentral Bisa Dorong Lonjakan Harga

Idham Nur Indrajaya | 13 Maret 2026, 21:40 WIB
Prediksi Harga Emas 2026: Geopolitik Global dan Kebijakan Bank Sentral Bisa Dorong Lonjakan Harga
Prediksi harga emas 2026 dipengaruhi geopolitik global, inflasi, dan kebijakan bank sentral. Apakah emas akan terus naik? Sumber: Pixabay

AKURAT.CO Ketika konflik geopolitik meningkat, pasar keuangan biasanya langsung bereaksi. Investor mulai mengalihkan dana dari aset berisiko seperti saham menuju aset yang dianggap lebih aman.

Fenomena ini kembali terlihat di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia. Ketidakpastian tersebut membuat banyak analis kembali membahas prediksi harga emas 2026 dan potensi kenaikannya di pasar emas global.

Emas sejak lama dikenal sebagai safe haven—aset pelindung nilai saat krisis ekonomi, inflasi, atau ketidakstabilan politik. Ketika risiko global meningkat, permintaan emas biasanya ikut melonjak.

Menurut Chief Investment Officer DBS Bank, Hou Wey Fook, emas masih menjadi salah satu aset yang paling relevan dalam situasi geopolitik yang tidak menentu.

“Dalam era ketidakpastian geopolitik, tidak ada logam mulia lain yang benar-benar bisa menggantikan emas sebagai diversifikasi portofolio,” ujar Hou Wey Fook dalam laporan investasi terbaru DBS yang diterima AKURAT.CO, Jumat, 13 Maret 2026.


Prediksi Harga Emas 2026: Ringkasan Faktor Utama

Secara umum, prediksi harga emas 2026 global menunjukkan tren positif karena sejumlah faktor ekonomi dan geopolitik yang saling berkaitan.

Beberapa faktor utama yang berpotensi mendorong harga emas dunia antara lain:

  • Konflik geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah

  • Inflasi yang masih tinggi di berbagai negara

  • Pelemahan dolar AS akibat perubahan kebijakan moneter

  • Pembelian emas oleh bank sentral dunia

  • Ketidakpastian pasar saham dan obligasi

Dalam proyeksi terbaru, analis DBS bahkan menaikkan target harga emas dunia hingga sekitar USD 6.250 per ons pada paruh kedua 2026.

Target ini mencerminkan meningkatnya permintaan emas sebagai lindung nilai inflasi dan risiko geopolitik.


Dampak Geopolitik terhadap Harga Emas Dunia

Konflik global hampir selalu memiliki dampak besar terhadap pasar emas global.

Dalam situasi krisis, investor cenderung mencari aset yang relatif stabil. Emas sering menjadi pilihan karena nilainya tidak bergantung pada kinerja ekonomi suatu negara.

Ketegangan di Timur Tengah menjadi contoh nyata bagaimana geopolitik dapat memengaruhi pasar.

Iran misalnya merupakan salah satu produsen minyak utama dunia. Jika konflik memicu gangguan distribusi energi, harga minyak bisa melonjak dan mendorong inflasi global.

Inflasi yang meningkat biasanya membuat investor mencari perlindungan melalui investasi emas.

Hou Wey Fook menjelaskan bahwa energi merupakan jalur transmisi utama dampak konflik terhadap ekonomi.

“Harga energi yang meningkat dapat menaikkan ekspektasi inflasi, membatasi ruang bank sentral untuk menurunkan suku bunga, dan akhirnya menekan pertumbuhan ekonomi,” kata Hou.

Kondisi seperti ini biasanya membuat emas semakin menarik sebagai aset pelindung nilai.


Mengapa Emas Selalu Jadi Safe Haven Saat Krisis

Sejarah menunjukkan bahwa harga emas saat perang atau krisis ekonomi cenderung meningkat.

Ada beberapa alasan utama mengapa emas dianggap sebagai aset aman:

1. Tidak bergantung pada mata uang tertentu
Emas memiliki nilai intrinsik dan tidak bergantung pada kebijakan satu negara.

2. Likuiditas global tinggi
Emas dapat diperdagangkan hampir di seluruh dunia.

3. Lindung nilai inflasi
Ketika nilai mata uang turun, harga emas biasanya naik.

Karena alasan tersebut, banyak investor memasukkan emas ke dalam portofolio sebagai strategi diversifikasi.

Dalam banyak kasus krisis global, emas bahkan menjadi aset dengan performa terbaik dibandingkan saham atau obligasi.


Prediksi Harga Emas 2026 Menurut Analis Pasar

Dalam laporan investasinya, DBS melihat tren jangka menengah emas masih sangat kuat.

Hou Wey Fook menilai emas akan tetap didorong oleh dua faktor besar: ketidakpastian geopolitik dan pelemahan nilai dolar AS.

“Risiko pelemahan nilai dolar dan ketidakpastian geopolitik menjadi pendorong utama kenaikan harga emas dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya.

Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral juga terus meningkat. Banyak negara mulai meningkatkan cadangan emas mereka untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.

Tren ini dikenal sebagai fenomena “dollar debasement”, yaitu kekhawatiran bahwa nilai dolar akan melemah dalam jangka panjang.

Jika tren ini berlanjut, prospek harga emas dunia bisa tetap bullish hingga beberapa tahun ke depan.


Peran Bank Sentral dan Kebijakan The Fed

Kebijakan bank sentral, khususnya Federal Reserve (The Fed), juga sangat memengaruhi pasar emas.

Jika suku bunga tinggi, investor biasanya lebih tertarik pada obligasi karena memberikan imbal hasil tetap. Namun ketika suku bunga turun, emas menjadi lebih menarik.

Dalam analisis DBS, ada kemungkinan The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga pada akhir 2026 jika inflasi mulai mereda.

Kondisi tersebut dapat:

  • melemahkan dolar AS

  • meningkatkan likuiditas pasar

  • mendorong kenaikan harga emas

Kombinasi faktor ini membuat banyak analis optimistis terhadap prospek emas di tengah konflik Timur Tengah dan ketidakpastian global.


Ilustrasi Sederhana: Mengapa Emas Penting dalam Portofolio

Bayangkan seorang investor memiliki portofolio seperti ini:

  • 60% saham

  • 30% obligasi

  • 10% emas

Jika terjadi konflik global yang menyebabkan pasar saham turun tajam, nilai portofolio saham akan ikut tertekan.

Namun dalam banyak kasus, harga emas justru naik saat krisis.

Kenaikan tersebut dapat membantu menyeimbangkan kerugian dari aset lain. Inilah alasan mengapa emas sering digunakan sebagai instrumen diversifikasi investasi.


Mengapa Prediksi Harga Emas Penting bagi Investor

Bagi investor ritel maupun institusi, memahami prediksi harga emas 2026 dapat membantu menentukan strategi investasi.

Emas biasanya menjadi menarik ketika:

  • inflasi tinggi

  • ekonomi global tidak stabil

  • geopolitik memanas

  • pasar saham mengalami volatilitas

Dengan kata lain, emas sering menjadi aset pelindung ketika risiko ekonomi meningkat.

Tidak heran jika banyak analis melihat emas tetap relevan dalam portofolio investasi jangka panjang.


Ketidakpastian Global Bisa Jadi Momentum Baru bagi Emas

Pergerakan pasar keuangan sering kali dipengaruhi oleh faktor yang sulit diprediksi—mulai dari konflik geopolitik hingga perubahan kebijakan bank sentral.

Namun satu pola tampaknya terus berulang: ketika ketidakpastian meningkat, emas kembali menjadi aset yang dicari investor.

Apakah harga emas benar-benar akan mencapai level baru pada 2026 masih bergantung pada perkembangan ekonomi global, inflasi, dan kebijakan moneter.

Yang jelas, emas tetap memainkan peran penting dalam sistem keuangan dunia.

Bagi investor, memahami dinamika ini bisa menjadi langkah awal untuk mengambil keputusan investasi yang lebih bijak. Pantau terus perkembangan ekonomi global untuk melihat bagaimana arah harga emas dunia dalam beberapa tahun mendatang.


Baca Juga: Harga Emas Ditaksir Tembus USD6.000 per Troyounce di 2026, Ini Pendorongnya

Baca Juga: 5 Tips Investasi Emas dari THR agar Uang Lebaran Tidak Habis Percuma

FAQ

1. Apakah harga emas akan naik pada 2026?

Banyak analis memperkirakan harga emas dunia berpotensi naik pada 2026 karena meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, dan kemungkinan penurunan suku bunga oleh bank sentral. Selain itu, meningkatnya permintaan emas sebagai safe haven serta pembelian emas oleh bank sentral juga menjadi faktor yang dapat mendorong kenaikan harga emas dalam beberapa tahun ke depan.

2. Mengapa emas sering naik saat krisis atau perang?

Emas dikenal sebagai aset safe haven karena nilainya cenderung stabil saat pasar keuangan bergejolak. Ketika terjadi konflik geopolitik atau krisis ekonomi, investor biasanya mengurangi investasi di aset berisiko seperti saham dan beralih ke investasi emas untuk melindungi nilai kekayaan mereka dari ketidakpastian pasar.

3. Bagaimana dampak geopolitik terhadap harga emas?

Dampak geopolitik terhadap harga emas biasanya muncul melalui meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan lonjakan harga energi. Konflik global, seperti ketegangan di Timur Tengah, dapat memicu inflasi dan melemahkan pasar keuangan. Dalam kondisi tersebut, permintaan terhadap emas sebagai aset pelindung nilai meningkat sehingga mendorong kenaikan harga emas di pasar global.

4. Apakah emas masih menarik sebagai investasi jangka panjang?

Emas masih dianggap menarik sebagai instrumen diversifikasi portofolio investasi. Dalam jangka panjang, emas dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi serta membantu mengurangi risiko ketika pasar saham mengalami volatilitas tinggi. Karena itu, banyak investor tetap memasukkan emas ke dalam portofolio sebagai bagian dari strategi investasi yang lebih stabil.

5. Apa saja faktor yang memengaruhi harga emas dunia?

Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga emas dunia antara lain kebijakan suku bunga bank sentral, tingkat inflasi global, nilai tukar dolar AS, serta kondisi geopolitik. Selain itu, permintaan emas dari bank sentral, investor institusi, dan industri juga turut memengaruhi dinamika harga emas di pasar internasional.

6. Bagaimana kebijakan The Fed memengaruhi harga emas?

Kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve (The Fed) memiliki pengaruh besar terhadap pasar emas. Ketika suku bunga turun, biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah sehingga permintaan emas biasanya meningkat. Sebaliknya, jika suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke aset berbunga seperti obligasi sehingga harga emas bisa tertekan.

7. Berapa target harga emas dunia pada 2026 menurut analis?

Sejumlah analis pasar memperkirakan target harga emas dunia pada 2026 dapat mencapai level yang lebih tinggi dibandingkan saat ini, terutama jika ketidakpastian geopolitik dan inflasi tetap tinggi. Dalam beberapa proyeksi investasi global, harga emas bahkan diperkirakan bisa menembus sekitar USD 6.250 per ons pada paruh kedua 2026, didorong oleh meningkatnya permintaan emas sebagai lindung nilai dan diversifikasi portofolio.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.