Apa Itu Obligasi Hijau atau Green Bond?
AKURAT.CO Obligasi hijau atau green bond adalah salah satu proyek investasi yang dianggap dapat memberikan keuntungan jangka panjang kepada investor.
Sebelum melakukan penanaman modal pada proyek ini, perlu wawasan mendetail tentang obligasi hijau atau green bond ini. Apa itu obligasi hijau atau green bond sebagai instrumen investasi? Yuk, simak penjelasan berikut ini.
Baca Juga: Pandu: Obligasi dan Saham RI Jadi Incaran Investasi Danantara
Pengertian Obligasi Hijau Atau Green Bond
Kita anggap saja suatu perusahaan pemerintah atau perusahaan swasta ingin menjalankan proyek yang ramah lingkungan seperti membangun perusahaan energi terbarukan (PLTN, PLTA, PLTU), transportasi ramah lingkungan dan mulai melindungi kesehatan lingkungan seperti hutan dan air.
Akan tetapi, untuk mewujudkan itu semua, perusahaan membutuhkan modal besar yang dapat membuat proyek ini berlanjut tanpa terhenti.
Maka diterbitkanlah yang namanya obligasi hijau atau green bond. Perusahaan/pemerintah akan mencari dana melalui peminjaman kepada investor yang tertarik pada proyek penghijauan ini.
Ketika investor tertarik dan mulai berinvestasi, dana modal yang diinvestasikan oleh investor akan dipakai untuk proyek khusus lingkungan.
Lalu apa keuntungan yang didapatkan oleh para investor? Mereka akan menerima pengembalian berupa uang pokok setelah jangka waktu yang ditetapkan dan bunga (keuntungan) dari proyek tersebut.
Kenapa disebut hijau karena dana investor sepenuhnya digunakan untuk kegiatan yang menjaga lingkungan. Selain itu, laporan pengawasan terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan akan diberikan kepada investor.
Baca Juga: Pegadaian Catat Oversubscription Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan
Perbedaan Obligasi Hijau dengan Obligasi Biasa
Terus apa sih bedanya sama obligasi biasa? Obligasi biasa, dana yang diinvestasikan dapat digunakan untuk umum dalam sektor apapun, seperti pertambangan, pembangunan, infrastruktur, sedangkan obligasi hijau harus terkhusus untuk lingkungan dan penghijauan alam.
Obligasi biasa tidak akan fokus pada isu lingkungan, sedangkan obligasi hijau akan berfokus pada proyek lingkungan yang bersifat berkelanjutan.
Sudah pasti tujuan dari kedua obligasi tersebut adalah keuntungan, akan tetapi obligasi hijau lebih mengutamakan kesehatan lingkungan yang berkelanjutan.
Sistem Kerja Obligasi Hijau
Obligasi hijau ini biasanya diterbitkan oleh pihak yang sedang melakukan proyek ramah lingkungan. Seperti pemerintah yang menerapkan usaha energi terbarukan melalui transportasi yang ramah lingkungan, ataupun perusahaan yang sedang membangun bisnis yang bersifat berkelanjutan.
Mereka akan menerbitkan oblogasi hijau sebagai meminjam dana kepada masyarakat.
Proyek ini akan mendapatkan investor dari berbagai pihak yang membeli obligasi hijau, seperti individu dari masyarakat, bank, lembaga keuangan ataupun institusi investasi.
Mereka melakukan investasi pada proyek berkelanjutan tersebut dengan harapan mendapatkan keuntungan yang sepadan dan rasa simpati atas kontribusi pada kegiatan pelestarian lingkungan.
Ketika penerbit menawarkan obligasi kepada investor, investor akan membeli dan menyetorkan dana kepada penerbit.
Dana yang berhasil di kumpulkan akan digunakan untuk proyek ramah lingkungan yang akan dilakukan. Setelah itu, penerbit akan melaporkan penggunaan dana secara transparan kepada investor.
Fikhra Azmi - (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






