Akurat
Pemprov Sumsel

7 Cara Cuan dari Kripto Selain Trading, Ini Daftarnya

Esha Tri Wahyuni | 19 Maret 2026, 13:50 WIB
7 Cara Cuan dari Kripto Selain Trading, Ini Daftarnya
Ilustrasi Kripto

AKURAT.CO Peluang menghasilkan uang dari aset kripto tidak lagi terbatas pada aktivitas trading. Seiring pertumbuhan industri aset digital global, berbagai metode baru bermunculan, mulai dari penghasilan pasif hingga aktivitas berbasis ekosistem blockchain.

Data terbaru dari Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 menunjukkan adopsi kripto global terus meningkat.

Dengan nilai transaksi mencapai lebih dari USD24 triliun sepanjang 2024. Sementara itu, laporan Statista mencatat jumlah pengguna kripto dunia telah melampaui 580 juta orang hingga awal 2026.

Baca Juga: Inflasi AS 2,4 Persen Tahan Pergerakan Pasar Kripto

Berikut tujuh metode utama yang kini digunakan untuk menghasilkan uang dari kripto:

1. Trading Kripto

Metode paling umum, yakni membeli saat harga rendah dan menjual saat tinggi. Namun, volatilitas tinggi menjadi tantangan utama.

Data dari Binance Research menunjukkan lebih dari 70% trader ritel mengalami kerugian dalam 12 bulan pertama akibat minimnya strategi.

Meski terlihat sederhana, trading bukan sekadar menebak arah pasar. Dibutuhkan analisis, manajemen risiko, dan kontrol emosi.

2. Staking

Pengguna mengunci aset di jaringan blockchain untuk mendapatkan imbal hasil.

Rata-rata imbal hasil staking global berada di kisaran 4%–12% per tahun, tergantung jaringan seperti Ethereum atau Solana.

3. Airdrop

Distribusi token gratis kepada pengguna awal proyek.

Beberapa airdrop besar seperti Arbitrum dan Optimism pada 2023–2024 bahkan bernilai ribuan dolar per pengguna.

Meski terlihat ‘gratis’, airdrop tetap membutuhkan usaha dan partisipasi aktif di ekosistem.

4. Yield Farming

Strategi DeFi dengan menyediakan likuiditas untuk mendapatkan imbal hasil.

Menurut DeFiLlama, total value locked (TVL) DeFi global masih berada di atas USD80 miliar per 2026, menunjukkan minat tinggi pada metode ini.

5. Crypto Lending

Meminjamkan aset kripto dan mendapatkan bunga.

Platform lending menawarkan bunga rata-rata 3%–10% per tahun, bergantung pada aset dan risiko platform.

6. Liquidity Provider (LP)

Pengguna menyediakan likuiditas di pool dan memperoleh fee transaksi.

Namun, risiko seperti impermanent loss sering menjadi tantangan utama bagi pemula.

7. NFT dan Game Kripto

Model play-to-earn dan jual beli NFT masih bertahan meski tren menurun.

Volume pasar NFT global turun dari puncaknya di 2022, namun tetap mencatat transaksi miliaran dolar setiap tahun.

Industri kripto mengalami pertumbuhan signifikan sejak kemunculan Bitcoin pada 2009.

Dalam satu dekade terakhir, ekosistem berkembang dari sekadar alat pembayaran menjadi infrastruktur keuangan digital berbasis blockchain.

Fenomena DeFi boom pada 2020 dan lonjakan NFT pada 2021 menjadi titik balik diversifikasi sumber pendapatan di dunia kripto. Namun, volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.