7 Cara Cuan dari Kripto Selain Trading, Ini Daftarnya

AKURAT.CO Peluang menghasilkan uang dari aset kripto tidak lagi terbatas pada aktivitas trading. Seiring pertumbuhan industri aset digital global, berbagai metode baru bermunculan, mulai dari penghasilan pasif hingga aktivitas berbasis ekosistem blockchain.
Data terbaru dari Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 menunjukkan adopsi kripto global terus meningkat.
Dengan nilai transaksi mencapai lebih dari USD24 triliun sepanjang 2024. Sementara itu, laporan Statista mencatat jumlah pengguna kripto dunia telah melampaui 580 juta orang hingga awal 2026.
Baca Juga: Inflasi AS 2,4 Persen Tahan Pergerakan Pasar Kripto
Berikut tujuh metode utama yang kini digunakan untuk menghasilkan uang dari kripto:
1. Trading Kripto
Metode paling umum, yakni membeli saat harga rendah dan menjual saat tinggi. Namun, volatilitas tinggi menjadi tantangan utama.
Data dari Binance Research menunjukkan lebih dari 70% trader ritel mengalami kerugian dalam 12 bulan pertama akibat minimnya strategi.
Meski terlihat sederhana, trading bukan sekadar menebak arah pasar. Dibutuhkan analisis, manajemen risiko, dan kontrol emosi.
2. Staking
Pengguna mengunci aset di jaringan blockchain untuk mendapatkan imbal hasil.
Rata-rata imbal hasil staking global berada di kisaran 4%–12% per tahun, tergantung jaringan seperti Ethereum atau Solana.
3. Airdrop
Distribusi token gratis kepada pengguna awal proyek.
Beberapa airdrop besar seperti Arbitrum dan Optimism pada 2023–2024 bahkan bernilai ribuan dolar per pengguna.
Meski terlihat ‘gratis’, airdrop tetap membutuhkan usaha dan partisipasi aktif di ekosistem.
4. Yield Farming
Strategi DeFi dengan menyediakan likuiditas untuk mendapatkan imbal hasil.
Menurut DeFiLlama, total value locked (TVL) DeFi global masih berada di atas USD80 miliar per 2026, menunjukkan minat tinggi pada metode ini.
5. Crypto Lending
Meminjamkan aset kripto dan mendapatkan bunga.
Platform lending menawarkan bunga rata-rata 3%–10% per tahun, bergantung pada aset dan risiko platform.
6. Liquidity Provider (LP)
Pengguna menyediakan likuiditas di pool dan memperoleh fee transaksi.
Namun, risiko seperti impermanent loss sering menjadi tantangan utama bagi pemula.
7. NFT dan Game Kripto
Model play-to-earn dan jual beli NFT masih bertahan meski tren menurun.
Volume pasar NFT global turun dari puncaknya di 2022, namun tetap mencatat transaksi miliaran dolar setiap tahun.
Industri kripto mengalami pertumbuhan signifikan sejak kemunculan Bitcoin pada 2009.
Dalam satu dekade terakhir, ekosistem berkembang dari sekadar alat pembayaran menjadi infrastruktur keuangan digital berbasis blockchain.
Fenomena DeFi boom pada 2020 dan lonjakan NFT pada 2021 menjadi titik balik diversifikasi sumber pendapatan di dunia kripto. Namun, volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









