Yield SUN 10 Tahun Tembus 6,86 Persen, Sentimen Global Picu Tekanan

AKURAT.CO Pasar Surat Utang Negara (SUN) Indonesia mengalami tekanan signifikan seiring meningkatnya sentimen risk-off global akibat eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Yield SUN tenor 10 tahun (10Y) melonjak ke level 6,86% per Selasa (24/3/2026), bahkan sempat menyentuh 6,91% pada 16 Maret 2026, tertinggi sejak pertengahan 2025.
Dikutip dari Bloomberg, kenaikan yield terjadi tajam dalam waktu singkat. Sejak awal Maret 2026, yield SUN 10Y naik 44 basis poin (bps) dari posisi 6,42%. Kenaikan ini mencerminkan aksi jual yang meluas di pasar obligasi domestik.
Baca Juga: Ini Langkah OJK Jaga Kepercayaan Pasar di Tengah Revisi Outlook Surat Utang RI
Tidak hanya pada tenor acuan, tekanan juga terjadi di hampir seluruh kurva imbal hasil, dengan tenor 7 tahun di level 6,85%, 8 tahun 6,89%, dan 9 tahun 6,94%. Sementara itu, tenor panjang 12 tahun mencapai 6,96% dan tenor 13 tahun telah menembus level psikologis 7,01%.
Kenaikan yield yang relatif merata pada hampir semua tenor ini mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak bersifat temporer, tapi lebih mencerminkan repricing risiko. Investor tampaknya sedang menuntut premi risiko yang lebih tinggi di seluruh tenor.
Secara historis, lonjakan yield SUN kerap terjadi saat terjadi tekanan eksternal, seperti pada periode pengetatan moneter global 2022–2023 dan awal konflik geopolitik besar.
Namun, level yield saat ini menjadi perhatian karena kembali mendekati puncak yang terakhir terlihat pada Mei–Juni 2025, menandakan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap risiko global, khususnya lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.
Jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan, yield obligasi pemerintah Indonesia saat ini menjadi salah satu yang tertinggi. Data Bloomberg mencatat yield obligasi Taiwan berada di 1,47%, China 1,83%, Thailand 2,15%, Malaysia 3,49%, Korea Selatan 3,86%, India 6,83%, dan Filipina 7,08%.
Posisi Indonesia sebagai yield tertinggi kedua setelah Filipina mencerminkan adanya peningkatan persepsi risiko terhadap aset domestik.
Kondisi ini diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan risiko bagi investor asing.
Baca Juga: BEI Suspensi Saham WIKA Usai Tunda Bayar Bunga dan Pokok Sejumlah Surat Utang
Kombinasi yield tinggi dan depresiasi mata uang membuat potensi kerugian meningkat, terutama dari sisi nilai tukar. Dampaknya, arus modal asing menunjukkan tren keluar dari pasar obligasi domestik.
Berdasarkan data Bloomberg, hingga 16 Maret 2026, terjadi arus keluar modal asing (capital outflow) sebesar USD1,027 juta secara month-to-date. Investor asing berpotensi mengalami kerugian dari depresiasi rupiah, sehingga aksi jual cenderung meningkat di tengah ketidakpastian global.
Tekanan di pasar SUN ini memiliki implikasi langsung terhadap pembiayaan negara. Kenaikan yield berarti pemerintah harus menawarkan imbal hasil lebih tinggi untuk menarik investor, yang pada akhirnya meningkatkan biaya utang (cost of borrowing). Risiko ini menjadi semakin besar pada tenor panjang, terutama setelah yield menembus level psikologis 7%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










