Akurat
Pemprov Sumsel

WBSA Targetkan Dana IPO Rp306 Miliar, Fundamental Logistik Solid

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 1 April 2026, 09:50 WIB
WBSA Targetkan Dana IPO Rp306 Miliar, Fundamental Logistik Solid
Caption: WBSA Lepas 1,8 Miliar Saham, Investor Bisa Akses via IPOT

AKURAT.CO PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi salah satu emiten yang patut diperhatikan, khususnya bagi investor yang memburu potensi Auto Reject Atas (ARA) di saham IPO.

WBSA akan melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan kisaran harga penawaran Rp150 hingga Rp170 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan menargetkan dana segar hingga Rp306 miliar.

Sebagai perusahaan logistik yang telah berdiri sejak 1992, WBSA memiliki layanan end-to-end mulai dari transportasi darat, freight forwarding, pergudangan, hingga Inland Logistics Terminal (ILT).

Kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan fundamental yang solid dengan total aset Rp1,15 triliun dan laba bersih Rp24,39 miliar per September 2025.

Baca Juga: IPO Perdana 2026, WBSA Bidik Dana Segar Rp306 Miliar

Melalui aplikasi digital milik Indo Premier Sekuritas, yaitu aplikasi IPOT, investor kini dapat mengakses dan memesan saham e-IPO WBSA dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.

IPOT menghadirkan aplikasi yang memberikan sejumlah keunggulan bagi investor dalam mengakses e-IPO, termasuk sistem refund dana cepat serta tampilan saham di portofolio sebelum hari pencatatan.

Lebih dari itu, aplikasi IPOT juga menghadirkan fitur indikator real-time yang membantu investor membaca pergerakan saham IPO sejak hari pertama perdagangan.

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Sergio Ticoalu mengungkapkan, pihaknya elihat minat investor ritel terhadap IPO terus meningkat.

“Melalui aplikasi IPOT, kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat,” kata Sergio dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026) malam.

Melalui aplikasi IPOT, investor dapat melakukan pemesanan saham IPO WBSA secara langsung dan praktis tanpa harus berpindah aplikasi. Prosesnya meliputi registrasi akun, pengisian dana RDN, hingga pemesanan saham melalui fitur e-IPO yang terintegrasi.

Kemudahan cara beli saham di IPOT ini, kata Sergio dirancang untuk memangkas birokrasi bagi investor ritel.

Baca Juga: BEI Reformasi Pasar Modal, Saham Free Float Kini Minimal 15 Persen

“Fitur real-time indicator yang kami hadirkan juga menjadi diferensiasi penting, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis. Ini membantu investor membaca pergerakan pasar sejak awal,” ujarnya.

Berdasarkan perencanaannya, alokasi dana hasil IPO akan difokuskan untuk ekspansi anorganik, termasuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) guna memperkuat lini bisnis angkutan laut.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi WBSA di industri logistik nasional.

IPO WBSA menjadi salah satu peluang strategis bagi investor untuk melakukan diversifikasi portofolio ke sektor logistik yang tengah berkembang pesat di Indonesia. Melalui aplikasi IPOT, investor dapat melakukan pemesanan saham IPO WBSA secara langsung dan praktis.

“Kami mendorong investor untuk memanfaatkan momentum IPO ini dengan strategi yang matang dan berbasis informasi. Aplikasi IPOT hadir sebagai partner investasi yang mendukung perjalanan investor, dari pemula hingga profesional,” tutut r Sergio.

Berikut jadwal dan struktur penawaran saham WBSA:

  • Jumlah Saham: Maksimal 1,80 miliar saham

  • Harga Penawaran: Rp150 – Rp170 per saham

  • Target Dana: Hingga Rp306 miliar

  • Kepemilikan Publik: 20,75%

  • Masa Bookbuilding: 25 – 27 Maret 2026

  • Masa Penawaran Umum: 1 – 8 April 2026

  • Tanggal Listing (BEI): 10 April 2026

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.