Sinyal Deeskalasi Perang AS-Iran Bikin Pasar Saham Asia Kompak Menghijau

AKURAT.CO Pasar saham Asia melonjak pada perdagangan Rabu pagi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Washington akan menentukan langkah terhadap Iran dalam “dua hingga tiga minggu ke depan”, terlepas dari tercapai atau tidaknya kesepakatan dengan Teheran.
Mengutip BBC, Reli dipimpin oleh Jepang, dengan indeks Nikkei 225 menguat hampir 4% pada awal sesi. Di Korea Selatan, Kospi melonjak lebih dari 6%. Meski demikian, kedua indeks tersebut masih berada di bawah level sebelum pecahnya konflik Iran pada 28 Februari.
Sentimen positif juga menjalar ke pasar lain. Indeks ASX 200 Australia naik 2%, sementara Straits Times Index di Singapura menguat 1,8%. Di China, CSI 300 dan Shanghai Composite Index masing-masing naik sekitar 1,6%, meskipun data PMI swasta menunjukkan ekspansi manufaktur pada Maret di bawah ekspektasi.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Sideways di 6.900-7.150, Pasar Tunggu Kepastian BBM
Di Hong Kong, Hang Seng Index naik 2% ditopang rebound saham teknologi. Salah satu pendorong utama adalah Zhipu AI (Knowledge Atlas) yang melesat hingga 35% setelah melaporkan pendapatan 2025 yang meningkat dua kali lipat.
Sementara itu, India turut mencatat penguatan dengan indeks Nifty 50 naik 2,1% pada perdagangan pagi. Adapun IHSG menguat 102,46 poin (1,45%) ke 7.150,68 pada sesi I perdagangan.
"Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik 1,2 persen ke level USD105,36 per barel," tulis BBC dikutip Rabu (1/4/2026).
Kenaikan ini terjadi setelah lonjakan ekstrem pada Maret, ketika harga kontrak Brent pengiriman Mei melonjak 64%—kenaikan bulanan terbesar sejak 1990, saat invasi Irak ke Kuwait memicu guncangan pasokan energi global.
Lonjakan tersebut dipicu ancaman Iran untuk menyerang kapal-kapal yang melintasi Strait of Hormuz, jalur vital yang mengalirkan hampir seperlima pasokan minyak dunia.
Berbicara dari Gedung Putih, Trump menyebut Iran “memohon untuk mencapai kesepakatan”, namun menegaskan bahwa hasil negosiasi tidak akan memengaruhi jadwal kebijakan AS.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya memiliki “kemauan yang diperlukan” untuk mengakhiri konflik, dengan syarat adanya jaminan untuk mencegah agresi di masa depan.
Menurut analis Economist Intelligence Unit, Nicolas Daher, lonjakan harga minyak mencerminkan ekspektasi bahwa konflik akan berlanjut setidaknya hingga akhir April, sekaligus memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari negara-negara Teluk lainnya.
Tekanan juga datang dari sisi permintaan. Analis Saxo Bank, Ole Hansen, menyebut kilang minyak meningkatkan pembelian minyak mentah secara agresif untuk mengejar produksi di tengah kelangkaan bahan bakar jet dan diesel di berbagai pasar global.
Di lapangan, konflik masih berlangsung. Serangan udara dilaporkan menghantam Beirut, ibu kota Lebanon, dengan militer Israel mengklaim menargetkan tokoh senior Hezbollah.
Trump dijadwalkan menyampaikan pidato kepada publik pada Rabu malam terkait perkembangan konflik.
Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan menjadi yang paling terdampak, mengingat ketergantungan tinggi terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.
Volatilitas pasar di kedua negara meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir seiring investor merespons dinamika geopolitik yang terus berubah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








