Akurat
Pemprov Sumsel

Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Melonjak 2 Kali Lipat: Dorong Ekonomi Hijau dan Kendaraan Listrik

Idham Nur Indrajaya | 2 April 2026, 12:56 WIB
Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Melonjak 2 Kali Lipat: Dorong Ekonomi Hijau dan Kendaraan Listrik
Pembiayaan berkelanjutan Maybank Indonesia dorong kendaraan listrik, energi terbarukan, dan investasi hijau secara signifikan. dok. Maybank Indonesia

AKURAT.CO Apakah Anda tahu bahwa Maybank Indonesia berhasil meningkatkan pembiayaan berkelanjutan hingga hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya? Fakta ini bukan sekadar angka—ini mencerminkan pergeseran nyata menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Dari kendaraan listrik hingga energi terbarukan, bank ini mengambil langkah besar untuk mendorong ekosistem yang lebih hijau, sekaligus membuka peluang finansial bagi masyarakat dan pelaku usaha. Pembiayaan berkelanjutan kini bukan sekadar istilah, tetapi alat nyata untuk mengintegrasikan keuntungan ekonomi dan dampak lingkungan positif.

Pembiayaan berkelanjutan adalah penyaluran kredit dan investasi yang mendukung proyek-proyek ramah lingkungan dan sosial. Dikutip dari laporan resmi Maybank Indonesia:

  • Total pembiayaan berkelanjutan 2025: Rp8,24 triliun, naik 92,9% YoY

  • Akumulasi 2021–2025: Rp17,31 triliun

  • Sektor utama:

    • Transportasi ramah lingkungan: Rp4,6 triliun (kendaraan listrik & hybrid)

    • Energi terbarukan: Rp315 miliar

    • Pengelolaan sumber daya alam hayati & lahan berkelanjutan: Rp500 miliar

    • Sektor sosial-ekonomi: Rp172 miliar

  • Instrumen finansial hijau:

    • Green Bonds/Sukuk: Rp1,5 triliun

    • Sustainability-Linked Financing: Rp1,1 triliun

Total pembiayaan berkelanjutan hingga 2025 mencapai Rp21,23 triliun, setara 19,55% dari total kredit Bank, menunjukkan komitmen nyata Maybank Indonesia terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ekspansi Transportasi Ramah Lingkungan di Indonesia

Kendaraan listrik menjadi motor utama lonjakan pembiayaan berkelanjutan. Melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Steffano Ridwan, Presiden Direktur Maybank Indonesia, menyebutkan:

Penyaluran ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, baik melalui pembiayaan kendaraan listrik maupun pembiayaan pada rantai nilai pendukungnya.

Kolaborasi dengan Maybank Finance (MIF) dan WOM Finance memudahkan masyarakat mengakses pembiayaan untuk kendaraan roda dua dan roda empat listrik/hybrid. Hal ini tidak hanya mendorong penjualan kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga membentuk ekosistem transportasi hijau yang lebih luas.

Energi Terbarukan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Selain transportasi, Maybank Indonesia menyalurkan pembiayaan ke sektor energi terbarukan (Rp315 miliar) dan pengelolaan sumber daya alam hayati serta penggunaan lahan berkelanjutan (Rp500 miliar). Langkah ini sejalan dengan target global Maybank Group dan standar internasional, mendorong transisi ekonomi rendah karbon yang lebih inklusif.

Investasi pada instrumen seperti Green Bonds dan Sustainability-Linked Financing memungkinkan nasabah dan pelaku usaha untuk menyeimbangkan pertumbuhan finansial dengan kepatuhan terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).

Dampak Sosial dan Inklusi Keuangan

Pembiayaan berkelanjutan juga mencakup sektor sosial-ekonomi dengan nilai Rp172 miliar, yang fokus pada pemberdayaan usaha, penciptaan lapangan kerja, dan akses ke kredit inklusif. Hingga 2025, Maybank Indonesia telah meningkatkan kesejahteraan lebih dari 400 ribu rumah tangga serta mencatat lebih dari 388 ribu jam kegiatan keberlanjutan, menunjukkan dampak nyata di masyarakat.

Peluang dan Tantangan

Meskipun tren positif, pembiayaan berkelanjutan menghadapi tantangan:

  • Paradoks sosial: Masyarakat terkadang kurang memahami manfaat investasi hijau.

  • Kesenjangan regulasi: Kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik dan energi hijau masih berkembang.

  • Skala implementasi: Memperluas pembiayaan hijau ke UMKM membutuhkan edukasi dan dukungan teknologi.

Namun, langkah Maybank Indonesia menegaskan bahwa strategi ROAR30 (2026–2030) menempatkan keberlanjutan sebagai diferensiasi utama pertumbuhan, membuka peluang jangka panjang bagi nasabah yang siap berinvestasi secara hijau.

Contoh Nyata: Studi Kasus Kendaraan Listrik

Bayangkan Andi, seorang pekerja kantoran di Jakarta, ingin mengganti motor bensin lamanya dengan motor listrik. Melalui Maybank Finance, Andi mendapatkan skema pembiayaan fleksibel dengan bunga kompetitif. Tidak hanya membantu Andi, langkah ini juga mengurangi emisi karbon kendaraan di perkotaan, sekaligus mendorong adopsi energi bersih secara masif.

Studi serupa berlaku bagi UMKM yang ingin memperluas armada kendaraan listrik atau berinvestasi dalam proyek energi terbarukan, memadukan keuntungan bisnis dan dampak lingkungan.

Implikasi & Relevansi untuk Pembaca

  • Mengapa penting: Pembiayaan berkelanjutan bukan hanya tren, tetapi peluang investasi yang mendukung ekonomi hijau.

  • Dampak langsung: Milenial dan Gen Z dapat ikut berperan melalui konsumsi kendaraan listrik, investasi hijau, atau pemilihan layanan keuangan berkelanjutan.

  • Risiko jika diabaikan: Melewatkan tren ini berarti kehilangan peluang finansial sekaligus kontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.

Penutup Reflektif

Maybank Indonesia menunjukkan bahwa bank bisa lebih dari sekadar pemberi kredit; mereka bisa menjadi motor perubahan sosial dan lingkungan. Apakah generasi muda siap memanfaatkan peluang ini, atau hanya menjadi penonton dalam transisi ekonomi hijau? Pantau terus perkembangan pembiayaan berkelanjutan untuk melihat dampaknya ke depan.


Baca Juga: Lawan Polusi dan Perubahan Iklim, PIK Hadirkan Solusi Hijau Lewat Pohon Trembesi hingga Mangrove

Baca Juga: Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Nyata Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

FAQ

1. Apa itu pembiayaan berkelanjutan?
Pembiayaan berkelanjutan adalah skema kredit atau investasi yang mendukung proyek ramah lingkungan dan sosial. Di Maybank Indonesia, ini mencakup pembiayaan kendaraan listrik, energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, hingga proyek sosial-ekonomi. Tujuannya memadukan keuntungan finansial dengan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

2. Berapa total pembiayaan berkelanjutan Maybank Indonesia hingga 2025?
Hingga 2025, Maybank Indonesia menyalurkan Rp21,23 triliun untuk pembiayaan berkelanjutan, setara 19,55% dari total kredit Bank, dengan sektor transportasi ramah lingkungan menjadi kontributor terbesar.

3. Apa saja sektor yang didukung oleh pembiayaan berkelanjutan?
Sektor utama meliputi:

  • Transportasi ramah lingkungan (kendaraan listrik & hybrid)

  • Energi terbarukan

  • Pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan

  • Proyek sosial-ekonomi, seperti pemberdayaan usaha dan penciptaan lapangan kerja

4. Bagaimana Maybank Indonesia mendukung ekosistem kendaraan listrik?
Melalui kolaborasi dengan Maybank Finance (MIF) dan WOM Finance, Bank menyediakan pembiayaan untuk kendaraan listrik roda dua dan roda empat. Skema ini mendorong adopsi transportasi hijau sekaligus membangun rantai nilai kendaraan listrik yang lebih luas di Indonesia.

5. Apa itu Sustainability-Linked Financing dan Green Bond?

  • Sustainability-Linked Financing (SLF): Kredit yang dikaitkan dengan pencapaian target keberlanjutan nasabah, mendorong praktik ramah lingkungan dan sosial.

  • Green Bond/Sukuk: Instrumen investasi khusus untuk proyek hijau, seperti energi terbarukan atau pengelolaan lingkungan, dengan pengawasan ketat standar ESG.

6. Siapa yang paling terdampak oleh pembiayaan berkelanjutan?
Milenial, Gen Z, UMKM, dan pelaku usaha di sektor hijau menjadi penerima manfaat langsung. Mereka mendapatkan akses ke kendaraan listrik, proyek energi bersih, dan fasilitas finansial yang mendukung bisnis berkelanjutan.

7. Mengapa pembiayaan berkelanjutan penting bagi masyarakat?
Selain mengurangi jejak karbon, pembiayaan berkelanjutan membuka peluang investasi hijau, memperluas akses ke kredit inklusif, dan mendorong pembangunan ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Ini juga memperkuat peran masyarakat dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.