Akurat
Pemprov Sumsel

Indodax Luncurkan 7 Token Saham Global, Investor Bisa Trading 24 Jam

Esha Tri Wahyuni | 16 April 2026, 10:30 WIB
Indodax Luncurkan 7 Token Saham Global, Investor Bisa Trading 24 Jam
Indodax resmi menghadirkan 7 tokenized stocks berbasis Solana, membuka akses saham global seperti Tesla dan Apple bagi investor Indonesia selama 24 jam.

AKURAT.CO Platform perdagangan aset kripto Indodax resmi menghadirkan tujuh aset tokenized stocks, membuka akses investor Indonesia terhadap saham global melalui teknologi blockchain dengan sistem perdagangan 24 jam.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyatakan langkah ini merupakan bagian dari inovasi untuk memperluas pilihan instrumen investasi di tengah integrasi pasar keuangan tradisional dan aset digital.

“Melalui tokenized stocks, kami melihat adanya pergeseran cara investor mengakses aset global menjadi lebih terbuka dan fleksibel. Ini bukan hanya soal kemudahan akses, tetapi juga bagaimana teknologi blockchain dapat menyederhanakan proses yang sebelumnya lebih kompleks,” ujar Antony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Bos Indodax: Industri Patuh pada Regulasi

Indodax menghadirkan tujuh token yang merepresentasikan saham perusahaan global, yakni Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), NVIDIA (NVDAX), Circle (CRCLX), Apple (AAPLX), Amazon (AMZNX), dan Coinbase (COINX). Seluruh aset tersebut berjalan di jaringan blockchain Solana.

Secara mekanisme, tokenized stocks merupakan aset digital yang dipatok dengan rasio 1:1 terhadap harga saham di pasar modal konvensional. Skema ini memungkinkan investor membeli eksposur saham global tanpa harus membuka akun broker luar negeri.

Selain itu, investor dapat membeli dalam jumlah fraksional serta melakukan transaksi secara real-time selama 24 jam tanpa batasan waktu perdagangan.

Inisiatif ini muncul di tengah tren global tokenisasi aset keuangan. Laporan Boston Consulting Group (BCG) memperkirakan nilai pasar aset yang ditokenisasi dapat mencapai USD16 triliun pada 2030.

Di Indonesia, adopsi aset kripto juga terus meningkat. Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat jumlah investor kripto mencapai lebih dari 18 juta pengguna pada 2025, melampaui jumlah investor pasar modal.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran preferensi investor ritel yang mulai mengadopsi instrumen berbasis teknologi, terutama yang menawarkan fleksibilitas dan akses lintas negara.

Baca Juga: Indodax Perkuat Edukasi Kripto, Jaga Kepercayaan 9 Jutaan Investor Ritel

Kehadiran tokenized stocks berpotensi memperluas inklusi keuangan dengan membuka akses terhadap saham global yang sebelumnya relatif sulit dijangkau oleh investor ritel Indonesia.

Dari sisi efisiensi, sistem blockchain memungkinkan penyelesaian transaksi secara instan (real-time settlement) dan fleksibilitas penarikan aset.

Namun, terdapat risiko perbedaan harga antara token dan saham acuan akibat perbedaan jam perdagangan antara pasar kripto yang berjalan 24/7 dan bursa saham konvensional.

Antony menekankan pentingnya pemahaman investor terhadap karakteristik instrumen ini.

“Pemahaman terhadap mekanisme dan risiko tetap menjadi hal penting agar investor dapat mengambil keputusan secara bijak,” katanya.

Indodax menyatakan akan terus menyeimbangkan inovasi produk dengan edukasi kepada pengguna, seiring berkembangnya ekosistem aset digital di Indonesia.

Langkah ini menandai fase baru integrasi antara pasar keuangan tradisional dan teknologi blockchain, yang berpotensi membentuk pola investasi baru bagi investor ritel dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.