Akademisi UI Sebut Proyek Danantara Buka Peluang Baru bagi Industri Penjaminan

AKURAT.CO Managing Partner BUMN Research Group Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI), Toto Pranoto, menilai industri penjaminan nasional perlu menyesuaikan arah bisnisnya dengan proyek-proyek strategis nasional.
Adapun, terdapat beberapa proyek startegis nasional yang saat ini tengah dikembangkan oleh Danantara Indonesia sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Toto, fokus investasi Danantara saat ini mengarah pada sejumlah sektor prioritas seperti ketahanan energi, ketahanan pangan, farmasi, dan hilirisasi industri.
Baca Juga: 3 Jurus BTN Dorong UMKM Go Digital dan Naik Kelas
“Jadi kalau arahnya ke sana juga tentu penjaminan juga harus follow apa yang akan dikerjakan oleh danantara ke depan,”kata Toto di sela Webinar Penguatan Ekosistem Penjaminan Kredit UMKM untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Akurat.co bekerja sama dengan OJK, BTN dan Jamkrindo, Kamis (16/4/2026).
Toto menjabarkan, proyek-proyek di sektor minyak dan gas, mineral, energi panas bumi, hingga infrastruktur yang melibatkan BUMN seperti PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan MIND ID akan membuka ruang permintaan baru bagi industri penjaminan.
Toto menjelaskan, kebutuhan produk penjaminan diperkirakan akan meningkat, khususnya untuk proyek-proyek engineering, procurement, and construction (EPC).
Beberapa produk yang dinilai berpotensi tumbuh signifikan antara lain performance bond, advance payment guarantee, serta surety bond untuk vendor pengadaan mesin dan proyek konstruksi.
“Jadi mungkin dalam konteks ini ke depan, terkait dengan prioritas proyek di danantara, mungkin kaitannya dengan produk performance bond ya, advance payment guarantee ya, untuk kontraktor EPC itu menjadi permintaan yang akan cukup besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Toto menilai peluang bisnis bagi industri penjaminan sebenarnya sudah terbuka lebar. Tantangannya kini terletak pada kemampuan pelaku industri untuk memahami karakteristik bisnis dari proyek yang akan dijamin.
“Jadi artinya tinggal sekarang kemudian bagaimana para pelaku industri penjaminan lebih bisa memahami natures of business dari produk yang akan dijamin ini ya,” tutur Toto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








