Akurat
Pemprov Sumsel

Cara Mengatur Keuangan dengan Metode Kantong ala Aplikasi Jago

Idham Nur Indrajaya | 20 April 2026, 19:00 WIB
Cara Mengatur Keuangan dengan Metode Kantong ala Aplikasi Jago
Cara mengatur keuangan dengan metode kantong ala Aplikasi Jago, lengkap dengan contoh pembagian uang dan tips investasi praktis. Ilustrasi Gemini AI

AKURAT.CO Pernah merasa gaji baru masuk, tapi beberapa hari kemudian sudah tidak jelas ke mana perginya?

Ini bukan semata soal kurang disiplin. Faktanya, banyak orang gagal mengatur keuangan karena tidak punya sistem pemisahan uang. Semua uang masuk ke satu “wadah”, lalu keluar tanpa kontrol yang jelas.

Di sinilah konsep cara mengatur keuangan dengan metode kantong menjadi relevan—sebuah pendekatan sederhana, tapi terbukti efektif.


Jawaban Cepat: Apa Itu Metode Kantong Aplikasi Jago?

Metode kantong adalah cara mengatur keuangan dengan memisahkan uang ke dalam beberapa pos berdasarkan tujuan.

Contohnya:

  • Kantong makan harian

  • Kantong transport

  • Kantong tabungan

  • Kantong investasi

  • Kantong dana darurat

Dengan sistem ini:

  • Pengeluaran lebih terkontrol

  • Risiko “kebablasan” berkurang

  • Tujuan keuangan lebih jelas

Konsep ini diadaptasi secara digital oleh Bank Jago melalui fitur “Kantong” di aplikasinya.


Apa Itu Metode Kantong dalam Mengatur Keuangan?

Metode kantong sebenarnya bukan hal baru. Ini terinspirasi dari kebiasaan lama masyarakat Indonesia yang menyimpan uang dalam amplop berbeda untuk kebutuhan tertentu.

Bedanya, sekarang sistem ini diubah menjadi digital.

Menurut Irene Santoso, Head of Digital Lending Business Bank Jago:

“Cara mengatur uang ini terbukti efektif mendorong pengguna Aplikasi Jago menjadi lebih disiplin dalam menempatkan uang dan mencapai tujuan keuangannya," ujar Irene melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Senin, 20 April 2026.

Data menunjukkan pendekatan ini bukan sekadar teori. Hingga Maret 2026:

  • 43,2 juta kantong telah digunakan

  • oleh 15,2 juta pengguna

  • rata-rata setiap orang punya hampir 3 kantong keuangan

👉 Artinya: pengguna tidak hanya menyimpan uang, tapi mulai mengelola secara terstruktur.


Kenapa Banyak Orang Gagal Mengelola Uang Tanpa Sistem?

Masalah terbesar bukan penghasilan kecil—tapi tidak adanya struktur.

Tanpa sistem:

  • uang makan tercampur dengan uang hiburan

  • tabungan sering “dipinjam”

  • pengeluaran kecil tidak terasa tapi menumpuk

👉 Insight penting:
Mengatur uang bukan soal niat, tapi soal desain sistem.

Ini yang sering terlewat dalam artikel keuangan umum.


Bagaimana Cara Kerja Fitur Kantong di Aplikasi Jago?

Aplikasi Jago membawa metode ini ke level yang lebih praktis.

Dengan fitur Kantong, pengguna bisa:

  • membuat banyak akun dalam satu aplikasi

  • memberi nama sesuai tujuan (misal: “Makan”, “Liburan”, “Investasi”)

  • mengatur alokasi uang otomatis

Menariknya, kantong pengeluaran menjadi yang paling sering digunakan, terutama untuk:

  • makanan

  • jajan harian

  • kebutuhan rutin

Selain itu, pengguna juga membuat kantong khusus untuk:

  • bayar tagihan

  • kebutuhan bisnis

  • dana musiman seperti THR dan Lebaran

👉 Ini menunjukkan perubahan perilaku:
orang mulai berpikir keuangan bukan harian saja, tapi juga musiman dan jangka panjang.


Apa Itu Spend Analysis dan Kenapa Penting?

Salah satu fitur penting lainnya adalah Analisis Pengeluaran (Spend Analysis).

Fungsinya:

  • mencatat semua pemasukan & pengeluaran

  • mengelompokkan transaksi secara otomatis

  • membantu melihat pola keuangan

Dengan bantuan machine learning:

  • sistem bisa mengenali jenis transaksi

  • pengguna tetap bisa menyesuaikan kategori

👉 Insight baru:
Banyak orang merasa “hemat”, tapi setelah melihat data, justru pengeluaran terbesar ada di hal kecil seperti jajan atau langganan digital.


Simulasi Nyata: Cara Mengatur Keuangan dengan Metode Kantong

Bayangkan kamu punya gaji Rp5 juta per bulan.

Tanpa sistem, uang ini mudah habis tanpa jejak.

Dengan metode kantong, pembagiannya bisa seperti ini:

  • Kantong kebutuhan pokok: Rp2.000.000

  • Kantong makan & jajan: Rp1.000.000

  • Kantong transport: Rp500.000

  • Kantong tabungan: Rp750.000

  • Kantong investasi: Rp500.000

  • Kantong dana darurat: Rp250.000

Hasilnya:

  • kamu tahu batas pengeluaran

  • tidak mencampur uang

  • lebih mudah evaluasi di akhir bulan

👉 Ini bukan soal jumlah uang, tapi cara membaginya.


Bagaimana Cara Menggabungkan Keuangan dan Investasi?

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pengguna tidak hanya ingin menabung, tapi juga berinvestasi.

Bank Jago mencatat:

  • pengguna yang terhubung ke Bibit & Stockbit naik 38,2% YoY (2025)

  • komposisi investasi:

    • 44% reksa dana

    • 42% saham

    • 14% obligasi

Bahkan, pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) meningkat lebih dari dua kali lipat.

👉 Insight penting:
Masalah sekarang bukan kurangnya pilihan investasi, tapi terpisahnya informasi aset.

Untuk itu, Aplikasi Jago menghadirkan:

  • tampilan portofolio terintegrasi

  • koneksi ke KSEI, Bibit, dan Stockbit

  • semua aset bisa dilihat dalam satu dashboard

Menurut Irene:

“Tantangan yang dihadapi pengguna bukan lagi pada terbatasnya pilihan instrumen investasi, melainkan informasi aset yang tersebar.”


Insight: Masalah Keuangan Modern Bukan Lagi Kekurangan Uang

Dulu, masalah utama adalah penghasilan.

Sekarang, masalahnya berubah menjadi:

  • terlalu banyak aplikasi

  • data keuangan tersebar

  • keputusan diambil tanpa gambaran utuh

👉 Paradoksnya:
Semakin banyak tools, semakin sulit mengontrol keuangan.

Solusinya bukan menambah aplikasi, tapi mengintegrasikan sistem.


Kenapa Metode Ini Penting untuk Gen Z & Milenial?

Generasi muda punya karakter unik:

  • cashless

  • konsumtif

  • tapi juga mulai sadar investasi

Tanpa sistem:

  • pengeluaran digital sulit dilacak

  • uang cepat habis tanpa terasa

Dengan metode kantong:

  • setiap transaksi punya “rumah”

  • keputusan finansial lebih sadar

  • tujuan keuangan lebih realistis


Penutup: Mengatur Uang Bukan Soal Disiplin, Tapi Sistem

Banyak orang berpikir mereka gagal karena kurang disiplin.

Padahal, sering kali yang salah adalah sistemnya.

Metode kantong menunjukkan satu hal penting:
👉 ketika uang dipisahkan dengan jelas, keputusan jadi lebih mudah.

Di tengah kompleksitas keuangan digital, pendekatan sederhana justru menjadi solusi paling efektif.

Pertanyaannya sekarang:
Apakah kamu masih mengelola uang dalam satu “kantong besar”, atau sudah mulai membaginya dengan sistem?

Pantau terus perkembangan tren keuangan digital seperti ini—karena cara kita mengelola uang hari ini akan menentukan kondisi finansial di masa depan.


Baca Juga: 7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

Baca Juga: Begini Cara Mengatur Uang untuk Berlibur

FAQ

1. Apa itu metode kantong dalam mengatur keuangan?

Metode kantong adalah cara membagi uang ke dalam beberapa pos sesuai kebutuhan, seperti makan, tabungan, dan investasi, agar pengeluaran lebih terkontrol dan terarah.

2. Bagaimana cara mengatur keuangan agar tidak boros?

Gunakan sistem pembagian uang, tetapkan batas pengeluaran tiap kategori, dan evaluasi melalui catatan atau fitur analisis pengeluaran.

3. Apa kelebihan fitur Kantong di Aplikasi Jago?

Fitur ini memungkinkan pengguna memisahkan uang secara digital berdasarkan tujuan, sehingga lebih disiplin dan mudah mengontrol keuangan.

4. Apa itu Spend Analysis di Aplikasi Jago?

Spend Analysis adalah fitur yang membantu pengguna melihat rincian pemasukan dan pengeluaran secara otomatis berdasarkan kategori.

5. Bagaimana cara mulai investasi untuk pemula?

Mulai dari nominal kecil, pilih instrumen seperti reksa dana, dan gunakan platform yang terintegrasi agar mudah memantau portofolio.

6. Kenapa penting memisahkan uang dalam beberapa kategori?

Karena tanpa pemisahan, uang mudah tercampur dan sulit dikontrol, sehingga berisiko habis tanpa disadari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.