Investor Makin Dimudahkan, Bank Jago Integrasikan Data KSEI

AKURAT.CO PT Bank Jago Tbk meluncurkan fitur terintegrasi yang memungkinkan nasabah memantau seluruh portofolio investasi lintas platform dalam satu tampilan di Aplikasi Jago.
Fitur ini terhubung langsung dengan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta mitra ekosistem digital seperti Bibit dan Stockbit.
Head of Digital Lending Business Bank Jago, Irene Santoso, mengatakan langkah ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri nasabah dalam mengambil keputusan finansial berbasis data yang lebih utuh.
“Kami mencoba untuk mengkonsolidasikan itu (portofolio investasi lintas platform) supaya di satu platform ini, pengguna bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial,” ujar Irene dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Secara teknis, fitur ini mengharuskan nasabah memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago sebagai penghubung utama. Dengan integrasi tersebut, pengguna dapat melihat gambaran menyeluruh atau 360 derajat atas portofolio investasi yang tersebar di berbagai platform.
Brand & Strategy Lead Bank Jago, Aprilia Safitri, menyebut fitur ini dirancang untuk mengurangi fragmentasi informasi yang selama ini menjadi kendala investor digital.
“Fitur ini hadir untuk mengurangi noise informasi aset investasi yang tersebar sekaligus memudahkan nasabah yang menggunakan beberapa aplikasi dalam memantau portofolionya,” jelas Aprilia.
Integrasi data investasi lintas platform menjadi isu krusial seiring meningkatnya jumlah investor ritel di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data KSEI, jumlah investor pasar modal Indonesia terus tumbuh signifikan sejak pandemi COVID-19, didominasi oleh investor berusia di bawah 40 tahun.
Dalam konteks ini, Bank Jago memanfaatkan kolaborasi dengan KSEI untuk menghadirkan transparansi data yang lebih baik. Langkah ini juga sejalan dengan tren digitalisasi layanan keuangan yang mengarah pada ekosistem terintegrasi (embedded finance).
Bank Jago mencatat peningkatan minat investasi yang tercermin dari pertumbuhan pembukaan RDN lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025. Selain itu, per 31 Desember 2025, jumlah pengguna Aplikasi Jago yang terhubung dengan platform investasi seperti Bibit dan Stockbit meningkat 38,2% secara tahunan (year on year).
Baca Juga: Eks Karyawan Bank Jago Tilep Uang Buat Bayar Utang hingga Jalan-jalan ke Luar Kota
Dari sisi komposisi portofolio, reksa dana menjadi instrumen paling dominan dengan porsi 44%, diikuti saham sebesar 42%, dan obligasi sebesar 14%.
Peluncuran fitur ini dinilai dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi investor pemula yang kerap menghadapi keterbatasan dalam memantau aset secara menyeluruh. Dengan visibilitas yang lebih baik, risiko pengambilan keputusan berbasis informasi parsial dapat ditekan.
Selain itu, integrasi ini juga berpotensi memperkuat posisi Bank Jago dalam ekosistem wealth management digital yang semakin kompetitif, di tengah pertumbuhan pesat platform investasi berbasis aplikasi.
Bank Jago juga melaporkan perkembangan signifikan pada fitur “Kantong” sebagai bagian dari manajemen keuangan pengguna. Hingga Maret 2026, tercatat 43,2 juta Kantong digunakan oleh 15,2 juta pengguna, dengan rata-rata hampir tiga Kantong per pengguna.
“Kantong Pengeluaran menjadi yang paling banyak digunakan, terutama untuk kebutuhan harian seperti makanan, jajan, dan pengeluaran rutin lainnya,” tulis perseroan dalam keterangan resminya.
Fitur ini mencerminkan pendekatan berbasis perilaku (behavioral finance), yang mengadopsi kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memisahkan uang berdasarkan tujuan, seperti metode amplop tradisional.
Bank Jago menegaskan akan terus mengembangkan Aplikasi Jago sebagai platform terpadu yang tidak hanya berfungsi untuk transaksi, tetapi juga untuk pengelolaan dan pertumbuhan aset secara menyeluruh. Integrasi dengan data KSEI menjadi fondasi awal menuju layanan keuangan digital yang lebih transparan dan berbasis data.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






