Indonesia Kejar Pertumbuhan 8 Persen, Andalkan Hilirisasi dan Energi

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menyiapkan strategi besar untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8% dalam jangka menengah, sebagai bagian dari visi menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari IMF dan Bank Dunia dalam rangkaian pertemuan musim semi IMF–World Bank.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa strategi pemerintah difokuskan pada transformasi struktural, termasuk hilirisasi industri, pengembangan ekonomi digital, serta percepatan transisi energi.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: AI Jadi Pilar Ekonomi, Indonesia Siap Atur Risiko Global
Hilirisasi menjadi salah satu pilar utama. Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan ini terbukti meningkatkan nilai tambah ekspor Indonesia.
Sebagai contoh, nilai ekspor produk turunan nikel melonjak signifikan. Data menunjukkan ekspor besi dan baja Indonesia meningkat dari sekitar USD5 miliar pada 2015 menjadi lebih dari USD30 miliar pada 2024.
Transformasi ini tidak hanya meningkatkan devisa, tetapi juga memperluas basis industri dalam negeri.
Selain hilirisasi, pemerintah juga mendorong penguatan sektor digital. Nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari USD100 miliar pada 2025, terbesar di Asia Tenggara.
Sektor ini dinilai menjadi motor baru pertumbuhan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja berbasis teknologi.
Di sisi lain, transisi energi menjadi fokus penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan. Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, dengan kapasitas mencapai sekitar 23,7 gigawatt.
Namun hingga kini, pemanfaatannya baru sekitar 10%. Pemerintah berupaya mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, khususnya geothermal, untuk mendukung target net zero emission.
Bank Dunia melalui skema Country Partnership Framework (CPF) menyatakan kesiapan untuk mendukung agenda pembangunan Indonesia, termasuk dalam pembiayaan dan transfer pengetahuan.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Dikecualikan World Bank dari Kebijakan Anti Rokok
Meski demikian, tantangan tetap besar. Untuk mencapai pertumbuhan 8%, Indonesia membutuhkan investasi yang jauh lebih tinggi.
Rasio investasi terhadap PDB saat ini berada di kisaran 30%, sementara negara dengan pertumbuhan tinggi seperti Vietnam bisa mencapai lebih dari 32%.
Selain itu, reformasi birokrasi, kepastian hukum, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi ekonomi.
Pemerintah juga menyoroti pentingnya mendorong UMKM naik kelas, mengurangi sektor informal, serta membuka sektor jasa bernilai tinggi agar pertumbuhan lebih inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









