Akurat
Pemprov Sumsel

Lepas Ekspor Turunan Kelapa, OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah di Sumsel

Yosi Winosa | 21 April 2026, 21:37 WIB
Lepas Ekspor Turunan Kelapa, OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah di Sumsel
Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran sektor jasa keuangan untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah (PED) berbasis komoditas unggulan, termasuk turunan kelapa.

Hal itu diwujudkan dalam pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan komoditas lainnya yang dilakukan Wakil Ketua OJK, Hernawan Bekti Sasongko bersama Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan Anggota Komisi XI DPR RI, Bertu Merlas di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan Palembang, Selasa (21/4/2026).

Bersamaan acara ini, dilaksanakan secara simbolis dilakukan penyerahan pembiayaan komoditas unggulan sebesar Rp869.291.307.790 dan letter of credit export USD209,723 oleh 5 bank.

Baca Juga: OJK Panggil Petinggi BNI Terkait Oknum Yang Gelapkan Rp28 Miliar Dana Umat Gereja, Harus Segera Dituntaskan

Pelepasan ekspor ini menjadi langkah nyata OJK dalam memperkuat peran pengusaha muda Sumatera Selatan untuk menembus pasar global melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif dan sektor riil. Keberhasilan ini melanjutkan capaian program ekspor sebelumnya yaitu komoditas kelapa sawit dan kopi beberapa waktu lalu.

“Pada pelaksanaan kegiatan ini, kita tidak hanya bicara tentang ekspor dan pemberdayaan UMKM, akan tetapi juga mendorong peran daerah sebagai motor pertumbuhan Indonesia, salah satunya melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah,” kata Hernawan.

Menurutnya, program OJK Pengembangan Ekonomi Daerah sejalan dengan berbagai program prioritas pemerintah termasuk mendorong kedaulatan pangan. Program ini akan terus didorong untuk berkembang secara berkelanjutan dengan memperluas cakupan wilayah dan meningkatkan variasi obyek unggulan sesuai dengan karakteristik daerah.

OJK juga mengapresiasi kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara OJK, Pemda dan seluruh stakeholders yang ada di Sumatera Selatan, sehingga program ini dapat terlaksana.

Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto mengatakan, pada tahap awal komoditas kelapa dan produk turunannya dimaksud akan diekspor ke Cina, Taiwan, dan Perancis, meliputi coconut shell charcoal sebanyak 46 ton dan coconut chips sebanyak 25 ton.

Selain itu, dilakukan pula ekspor lada hitam sebanyak 500 kilogram dan produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton, dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar. Capaian mencerminkan peningkatan daya saing keunggulan daerah melalui pendekatan pembinaan berkelanjutan, hilirisasi dan integrasi akses sektor jasa keuangan.

Melalui kerja sama yang terintegrasi dalam pengembangan potensi unggulan daerah, penguatan sektor riil terus dilakukan secara konsisten yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas hasil, serta memperluas akses pasar dari produk yang dihasilkan.

Upaya ini juga membuka peluang yang lebih besar dalam memanfaatkan berbagai layanan dan produk dari sektor jasa keuangan.

Sektor jasa keuangan berperan aktif dengan menyediakan berbagai skema pembiayaan yang mendukung seluruh proses usaha, mulai dari tahap produksi, pengolahan, hingga pemasaran ke pasar internasional, seperti pembiayaan perdagangan (trade finance) dan Letter of Credit (L/C). Selain itu, tersedia juga perlindungan terhadap risiko usaha melalui layanan asuransi.

Dukung Program OJK

Sementara itu, Herman Deru pun menyambut baik program Pengembangan Ekonomi Daerah yang dilakukan OJK di Sumatera Selatan. Dukungan dari OJK, kementerian/lembaga, pelaku usaha jasa keuangan mampu mewujudkan Sultan Muda yang produktif, kreatif dan berdaya saing.

“Keberhasilan yang dicapai pada hari ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungannya. Kami berharap kolaborasi yang baik senantiasa dapat terjalin dan berkontribusi menghasilkan Sultan Muda baru di masa yang akan datang,” kata Herman

Sedangkan Bertu Merlas mengatakan pengembangan ekonomi daerah membutuhkan dukungan kebijakan yang terintegrasi dan berkesinambungan agar program yang dijalankan bisa mendapatkan hasil yang optimal.

“Sumatera Selatan telah berhasil mencatatkan nilai ekspor yang lebih tinggi dari nilai impor, kami mengapresiasi pencapaian dimaksud. Kami sebagai Anggota DPR RI juga berkomitmen untuk menghasilkan kebijakan yang mendukung pemberdayaan perekonomian di daerah. Untuk menghasilkan kebijakan yang sesuai maka kami membutuhan masukan dari Bapak dan Ibu sekalian,” kata Bertu.

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan dihadiri oleh 1.000 peserta yang berasal dari pengusaha muda, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan dan masyarakat umum.

Program Sultan Muda XporA 2026 merupakan bagian dari Program 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan yang digagas oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dengan berkolaborasi dengan OJK dan seluruh stakeholders lainnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.

Dukungan nyata OJK juga terlihat dengan adanya Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) di Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan. SMSC berfungsi sebagai pusat pelatihan, inkubasi, dan business connection hub yang menghubungkan antara pengusaha dengan jejaring bisnis, perluasan pasar, dan akses sektor jasa keuangan.

Langkah ini diharapkan mampu melahirkan pengusaha muda yang berdaya saing serta siap menembus pasar ekspor.

Pada kesempatan yang sama dilakukan pula peresmian rebranding Logo Sultan Muda Sumatera Selatan sebagai momentum penegasan transformasi program gerakan strategis kewirausahaan muda, peresmian Sultan Muda HIPMI Card sebagai identitas dan penguatan akses kewirausahaan muda.

Kemudian peresmian Pusat Kolaborasi dan Akselerasi Ekonomi Daerah “Sumsel Maju Terus Untuk Semua” sebagai wadah sinergi antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Serta Pelaksanakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan, untuk merumuskan ragam solusi yang nyata dibutuhkan meng-akselerasi akses keuangan, mewujudkan pengembangan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.