Akurat Logo

Laba Danamon Melonjak 35 Persen pada Kuartal I-2026, Ditopang Ekspansi Kredit dan Efisiensi Risiko

Yosi Winosa | 30 April 2026, 15:03 WIB
Laba Danamon Melonjak 35 Persen pada Kuartal I-2026, Ditopang Ekspansi Kredit dan Efisiensi Risiko
Bamk Danamon

AKURAT.CO PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) membuka tahun 2026 dengan kinerja yang solid, mencerminkan kombinasi ekspansi kredit yang agresif dan perbaikan kualitas aset di tengah lanskap perbankan yang masih kompetitif.

Bank yang terafiliasi dengan grup keuangan global MUFG ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I-2026, melonjak 35% secara tahunan.

Kenaikan tersebut terjadi seiring pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) sebesar 12% menjadi Rp2,6 triliun.

Baca Juga: Bank Danamon Raup Laba Bersih Rp1,71 Triliun di Semester I 2022

Kinerja tersebut didorong oleh intermediasi yang tetap ekspansif. Total kredit dan trade finance konsolidasi mencapai Rp216,2 triliun, tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan terjadi merata di seluruh lini bisnis, dengan segmen enterprise banking dan institusi keuangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 11%, diikuti UKM 9%, konsumer 7%, serta pembiayaan otomotif melalui Adira Finance sebesar 5%.

Di sisi pendanaan, Danamon mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga yang lebih cepat. Total simpanan mencapai Rp176,1 triliun, naik 16% secara tahunan, memberikan ruang likuiditas yang lebih luas untuk menopang ekspansi kredit.

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) berada di level 7,6%, mencerminkan kemampuan bank menjaga profitabilitas di tengah dinamika suku bunga. Sementara itu, biaya kredit menunjukkan perbaikan dengan penurunan 13%, yang turut mengangkat laba operasional menjadi Rp1,6 triliun.

Kualitas Kredit Terjaga

Lebih penting lagi, pertumbuhan tersebut tidak mengorbankan kualitas aset. Rasio loan at risk (LAR) turun menjadi 8,2%, membaik 2,4 poin persentase secara tahunan.

Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto juga menurun menjadi 1,6%, dengan tingkat pencadangan yang kuat tercermin dari coverage ratio sebesar 290,6%.

Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, menyebut awal tahun ini sebagai fondasi penting bagi strategi jangka panjang bank.

“Pertumbuhan terjadi di seluruh lini, kredit, pendanaan, dan profitabilitas, dengan tetap menjaga kualitas aset melalui praktik yang prudent,” ujar Nobuya dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Di luar kinerja keuangan, Danamon juga memperkuat ekosistem bisnisnya, khususnya di sektor otomotif. Penyaluran kredit berbasis sinergi dengan Adira Finance melonjak 36%, didukung partisipasi dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang mencatat lebih dari 580.000 pengunjung.

Transformasi Digital

Transformasi digital turut menjadi pendorong pertumbuhan. Aplikasi D-Bank PRO mencatat kenaikan jumlah transaksi sebesar 31% dan volume transaksi 39%, sementara platform korporasi Danamon Cash Connect mengalami pertumbuhan pengguna 24%.

Kinerja kuartal pertama ini mempertegas posisi Danamon sebagai salah satu bank swasta besar yang mampu menyeimbangkan ekspansi dan kehati-hatian.

Namun, tantangan ke depan tetap ada, mulai dari tekanan margin akibat persaingan likuiditas hingga kebutuhan menjaga kualitas kredit di tengah ketidakpastian global.

Dengan basis pertumbuhan yang kuat di awal tahun, pasar kini akan mencermati apakah momentum ini dapat dipertahankan hingga paruh kedua 2026, terutama saat siklus suku bunga dan permintaan kredit mulai menunjukkan arah yang lebih jelas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.