Indodax: Strategi DCA Jadi Kunci Redam Volatilitas Pasar Kripto

AKURAT.CO Di tengah pergerakan pasar kripto yang cenderung bergerak dalam fase sideways, strategi investasi berbasis konsistensi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) dinilai semakin relevan, terutama bagi investor pemula.
Vice President Indodax, Antony Kusuma, mengatakan kondisi pasar yang tidak menentu justru dapat dimanfaatkan untuk menerapkan strategi investasi yang lebih disiplin dan terukur.
“Dalam kondisi pasar yang cenderung sideways, banyak investor memilih wait and see atau mencoba menebak titik terendah. Padahal, strategi seperti DCA bisa menjadi pendekatan yang lebih realistis karena tidak bergantung pada market timing,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).
Menurut Antony, melalui pendekatan ini investor dapat mengakumulasi aset secara bertahap, terutama saat harga mengalami koreksi.
Hal tersebut dinilai dapat memperkuat portofolio ketika pasar kembali memasuki fase bullish, sekaligus mengurangi tekanan emosional dalam mengambil keputusan investasi.
DCA sendiri merupakan strategi pembelian aset secara rutin dengan nominal yang sama dalam periode tertentu, tanpa memperhatikan fluktuasi harga.
Metode ini memungkinkan investor mendapatkan harga rata-rata yang lebih seimbang dalam jangka panjang.
Antony menjelaskan, saat harga turun, investor berpotensi memperoleh aset lebih banyak, sementara saat harga naik, jumlah pembelian otomatis lebih kecil.
Mekanisme ini dinilai efektif dalam membantu pengelolaan risiko sekaligus membuka peluang pertumbuhan portofolio.
Baca Juga: Peru Menyelidiki Perdagangan Warga Negara untuk Berperang Membela Rusia di Ukraina
Selain itu, strategi DCA juga dapat membentuk kebiasaan investasi yang lebih disiplin serta mengurangi kecenderungan keputusan impulsif yang sering terjadi di kalangan investor pemula.
Meski demikian, Antony mengingatkan bahwa DCA tidak sepenuhnya menghilangkan risiko investasi.
Oleh karena itu, investor tetap perlu menyesuaikan strategi dengan kondisi keuangan dan profil risiko masing-masing.
“DCA membantu meredam volatilitas, tetapi bukan berarti tanpa risiko. Penting untuk menggunakan dana dingin dan tetap memahami profil risiko pribadi,” jelasnya.
Untuk memaksimalkan strategi ini, investor disarankan menetapkan alokasi dana secara konsisten, menghindari keputusan berbasis emosi seperti fear of missing out (FOMO), serta rutin mengevaluasi portofolio.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto, edukasi mengenai strategi investasi dinilai semakin penting.
Indodax terus mendorong literasi melalui berbagai kanal, termasuk program edukasi internal, guna membantu investor memahami dinamika pasar.
Sebagai platform perdagangan kripto yang telah terdaftar dan diawasi otoritas terkait, Indodax juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem investasi yang aman, transparan, dan edukatif bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








