Mengenal SHIFA Signature, Asuransi Kesehatan Syariah Sun Life dengan Limit Rp35 Miliar yang Menjawab Ancaman Biaya Medis Modern

AKURAT.CO Biaya rumah sakit kini tidak lagi hanya menjadi kekhawatiran kelompok usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak keluarga muda yang mulai menyadari bahwa satu diagnosis penyakit kritis bisa menguras tabungan bertahun-tahun hanya dalam hitungan bulan.
Fenomena ini menjadi salah satu alasan Sun Life Indonesia meluncurkan SHIFA Signature, produk asuransi kesehatan syariah terbaru yang dirancang untuk menjawab tantangan biaya medis modern, inflasi kesehatan, hingga kebutuhan pengobatan global.
Produk bernama lengkap Salam Healthier Future Assurance (SHIFA) Signature ini resmi diperkenalkan dalam rangka perayaan 31 tahun Sun Life Indonesia di Tanah Air.
Direktur Utama Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menegaskan bahwa kesehatan finansial keluarga kini menjadi isu yang jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu.
“Kita tahu bahwa kondisi finansial adalah salah satu aspek penting dalam keluarga. Salah satu cara memperkuat kondisi keuangan keluarga adalah melalui asuransi atau proteksi finansial, terutama untuk menghadapi berbagai risiko kehidupan seperti sakit, kecelakaan, hingga perencanaan masa depan,” ujar Albertus dalam konferensi pers peluncuran SHIFA Signature di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Apa Itu SHIFA Signature?
SHIFA Signature adalah produk asuransi kesehatan syariah dari Sun Life Indonesia yang memberikan perlindungan:
rawat inap,
rawat jalan,
pembedahan,
perlindungan kesehatan global,
hingga manfaat meninggal dunia.
Produk ini memiliki tiga nilai utama:
Signature Protection,
Signature Access,
dan Signature Benefit.
Manfaat tahunan produk ini mencapai Rp15 miliar dengan tambahan Limit Booster hingga Rp35 miliar sesuai plan yang dipilih.
Selain itu, SHIFA Signature juga menyediakan:
fasilitas cashless,
perlindungan hingga luar negeri termasuk Amerika Serikat,
manfaat pembedahan robotik hingga Rp400 juta,
dan pengobatan tradisional Tiongkok sesuai tagihan.
Kenapa Biaya Kesehatan Kini Jadi Ancaman Baru Kelas Menengah?
Banyak keluarga kelas menengah Indonesia sebenarnya merasa cukup aman secara finansial karena memiliki:
tabungan,
kendaraan,
rumah,
bahkan investasi.
Namun persoalannya, biaya medis modern tumbuh jauh lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan rata-rata masyarakat.
Chief Product Officer Sun Life Indonesia, Jessica Adrianto, menyebut inflasi medis pada 2025 mencapai sekitar 20 persen.
“Ketika kita mendengar inflasi ekonomi umum mungkin hanya 3 sampai 5 persen, tetapi inflasi biaya kesehatan jauh lebih tinggi. Jika kita tidak mempersiapkan perlindungan kesehatan sejak dini, maka risiko kesulitan finansial akan semakin besar,” kata Jessica dalam kesempatan yang sama.
Di lapangan, kondisi ini mulai terlihat jelas.
Banyak keluarga yang sebenarnya memiliki dana darurat, tetapi belum siap menghadapi:
operasi besar,
terapi kanker jangka panjang,
atau rawat inap berulang di rumah sakit premium.
Dalam banyak kasus, masalahnya bukan hanya “mampu bayar” atau tidak, melainkan seberapa cepat tabungan terkuras ketika biaya medis terus berjalan setiap hari.
Penyakit Kritis Kini Menyerang Usia Produktif
Dulu, penyakit kritis identik dengan usia lanjut. Kini polanya berubah.
Kanker, stroke, hingga penyakit jantung mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif yang aktif bekerja dan memiliki tekanan hidup tinggi.
Jessica Adrianto menyoroti perubahan pola ini sebagai salah satu alasan lahirnya SHIFA Signature.
“Dulu mungkin kita berpikir bahwa penyakit seperti kanker hanya menyerang usia 50 atau 60 tahun ke atas. Namun berdasarkan berbagai riset terbaru, penyakit kritis kini mulai banyak ditemukan pada usia yang lebih muda, bahkan di bawah 40 tahun,” ujarnya.
Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor penting:
jam kerja panjang,
pola tidur buruk,
stres,
makanan ultra-proses,
hingga kurang olahraga.
Ironisnya, kelompok usia produktif justru sering menunda membeli asuransi kesehatan karena merasa masih sehat.
Padahal dalam industri asuransi, usia muda justru menjadi fase terbaik untuk memiliki perlindungan karena:
premi relatif lebih murah,
risiko medis masih rendah,
dan proses underwriting biasanya lebih mudah.
Apa yang Membuat SHIFA Signature Berbeda?
Di tengah banyaknya produk asuransi kesehatan, SHIFA Signature mencoba mengambil posisi berbeda dengan menggabungkan:
proteksi modern,
akses global,
dan pendekatan syariah.
Salah satu fitur yang paling menonjol adalah perlindungan terhadap tindakan medis modern seperti pembedahan robotik.
“SHIFA mampu meng-cover tindakan medis modern seperti pembedahan robotik. Jadi jika ada tindakan operasi yang menggunakan teknologi robotik dan alat medis modern, baik di dalam maupun luar negeri, itu bisa ditanggung,” kata Albertus Wiroyo.
Ini menarik karena biaya operasi berbasis teknologi robotik biasanya sangat mahal dan belum banyak tercakup dalam produk kesehatan standar.
Tidak hanya itu, SHIFA Signature juga memasukkan manfaat pengobatan tradisional Tiongkok.
Pendekatan ini menunjukkan perubahan besar dalam industri asuransi kesehatan.
Dulu, produk kesehatan cenderung fokus pada pengobatan konvensional saja. Kini, perusahaan mulai melihat bahwa masyarakat Indonesia semakin terbuka pada kombinasi pengobatan modern dan alternatif.
Baca Juga: OJK Atur Peran Medical Advisory Board di Asuransi Kesehatan
Mengapa Akses Global Jadi Semakin Penting?
Dalam beberapa tahun terakhir, medical tourism menjadi tren yang terus meningkat di Asia Tenggara.
Banyak masyarakat Indonesia memilih:
medical check-up di Malaysia,
pengobatan kanker di Singapura,
hingga tindakan medis lanjutan di luar negeri.
Jessica Adrianto mengakui bahwa pola ini menjadi perhatian Sun Life Indonesia.
“Saat ini masyarakat tidak hanya berobat di Indonesia. Sudah sangat umum kita mendengar orang melakukan pengobatan atau medical check-up ke Malaysia, Singapura, atau negara lainnya,” jelasnya.
Karena itu SHIFA Signature menghadirkan perlindungan dengan akses hingga seluruh dunia dan fasilitas cashless di jaringan rumah sakit rekanan internasional.
Ini bukan sekadar soal gaya hidup.
Bagi sebagian pasien, akses ke luar negeri sering kali dipilih karena:
antrean lebih singkat,
teknologi lebih lengkap,
atau kebutuhan second opinion medis.
Simulasi Realistis: Seberapa Penting Limit Besar?
Bayangkan sebuah keluarga muda dengan dua anak.
Mereka memiliki:
tabungan Rp250 juta,
cicilan rumah,
dan penghasilan gabungan Rp25 juta per bulan.
Secara kasat mata, kondisi ini terlihat aman.
Namun ketika salah satu anggota keluarga terkena kanker dan membutuhkan:
rawat inap,
kemoterapi,
terapi target,
serta tindakan operasi modern,
biaya pengobatan bisa menembus miliaran rupiah dalam beberapa tahun.
Di sinilah konsep limit tahunan besar menjadi relevan.
SHIFA Signature menawarkan:
batas tahunan hingga Rp15 miliar,
dan tambahan Limit Booster hingga Rp35 miliar.
Dalam e-brosur resmi disebutkan bahwa Limit Booster dapat digunakan ketika batas tahunan utama telah habis digunakan.
Bagi sebagian orang, angka miliaran rupiah mungkin terdengar berlebihan.
Tetapi di era inflasi medis tinggi, angka tersebut mulai terasa realistis terutama untuk:
penyakit kritis,
perawatan jangka panjang,
dan pengobatan lintas negara.
Asuransi Syariah Kini Tidak Lagi Dipandang Eksklusif
Menariknya, Sun Life Indonesia tidak memosisikan SHIFA Signature hanya untuk pasar Muslim.
Jessica Adrianto menyebut prinsip syariah kini semakin diterima masyarakat luas karena dianggap:
transparan,
berbasis kebersamaan,
dan memiliki sistem surplus underwriting.
“Kami percaya nilai-nilai ini sangat relevan dengan masyarakat Indonesia dan dekat dengan nilai kehidupan yang dijunjung masyarakat,” ujarnya.
Konsep surplus underwriting sendiri memungkinkan sebagian surplus dana tabarru’ dibagikan kembali kepada peserta sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendekatan ini membuat asuransi syariah mulai dipandang bukan sekadar label religius, tetapi juga model proteksi berbasis kolaborasi risiko.
Paradoks Besar Industri Asuransi Indonesia
Ada satu fakta menarik yang disampaikan Albertus Wiroyo.
Menurut data 2025, tingkat literasi asuransi masyarakat Indonesia sudah sekitar 45 persen. Namun tingkat kepemilikan asuransi baru sekitar 28,5 persen.
Artinya, banyak orang sebenarnya sudah tahu pentingnya asuransi, tetapi tetap belum membeli.
Paradoks ini terjadi karena banyak masyarakat:
merasa masih sehat,
menganggap asuransi mahal,
atau berpikir risiko sakit masih jauh.
Padahal yang sering terjadi justru sebaliknya:
orang baru mencari perlindungan ketika risiko sudah muncul.
Masalahnya, dalam asuransi kesehatan, kondisi kesehatan sebelum polis aktif dapat memengaruhi perlindungan.
Karena itu, semakin lama menunda, risiko finansial justru semakin besar.
Proteksi Finansial Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup Modern
Peluncuran SHIFA Signature menunjukkan satu perubahan besar dalam perilaku masyarakat Indonesia.
Asuransi kesehatan tidak lagi dipandang sekadar produk keuangan, tetapi mulai menjadi bagian dari strategi hidup modern:
menjaga stabilitas finansial,
melindungi keluarga,
dan mengantisipasi biaya medis masa depan.
Di tengah inflasi kesehatan, perubahan gaya hidup, dan meningkatnya risiko penyakit usia muda, proteksi kesehatan kini menjadi pembahasan yang semakin relevan bagi generasi milenial dan Gen Z.
Pertanyaannya bukan lagi “perlu atau tidak punya asuransi kesehatan”, tetapi:
seberapa siap kondisi finansial keluarga ketika risiko kesehatan datang lebih cepat dari yang diperkirakan.
Pantau terus perkembangan tren proteksi kesehatan dan finansial keluarga Indonesia untuk memahami bagaimana perubahan biaya hidup dan layanan medis akan memengaruhi masa depan masyarakat urban Indonesia.
FAQ
Apa itu SHIFA Signature dari Sun Life Indonesia?
SHIFA Signature adalah produk asuransi kesehatan syariah dari Sun Life Indonesia yang memberikan perlindungan kesehatan komprehensif dengan manfaat rawat inap, rawat jalan, pembedahan, hingga santunan meninggal dunia. Produk ini dirancang untuk membantu keluarga Indonesia menghadapi risiko finansial akibat biaya medis yang terus meningkat, termasuk perlindungan pengobatan modern seperti pembedahan robotik dan akses perawatan hingga luar negeri.
Apa keunggulan SHIFA Signature dibanding asuransi kesehatan biasa?
Keunggulan SHIFA Signature terletak pada limit perlindungan yang besar, yakni hingga Rp15 miliar per tahun dengan tambahan Limit Booster sampai Rp35 miliar sesuai plan yang dipilih. Selain itu, produk ini menyediakan fasilitas cashless internasional, perlindungan global termasuk Amerika Serikat, manfaat pengobatan tradisional Tiongkok, serta No Claim Benefit berupa diskon kontribusi bagi peserta yang tidak melakukan klaim.
Apakah SHIFA Signature bisa digunakan untuk berobat di luar negeri?
Ya, SHIFA Signature menyediakan perlindungan kesehatan global dengan akses perawatan di berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Jepang, hingga Amerika Serikat sesuai wilayah pertanggungan yang dipilih nasabah. Fitur ini menjadi penting karena tren medical tourism masyarakat Indonesia terus meningkat, terutama untuk medical check-up, pengobatan kanker, dan tindakan medis lanjutan di rumah sakit luar negeri.
Mengapa asuransi kesehatan semakin penting bagi generasi muda?
Biaya rumah sakit dan inflasi medis meningkat jauh lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan rata-rata masyarakat. Selain itu, penyakit kritis kini mulai banyak menyerang usia produktif di bawah 40 tahun akibat pola hidup modern, stres, dan kurang menjaga kesehatan. Karena itu, memiliki asuransi kesehatan sejak muda dianggap lebih menguntungkan karena premi masih lebih terjangkau dan perlindungan dapat dimiliki sebelum risiko kesehatan muncul.
Apakah SHIFA Signature cocok untuk pengguna BPJS Kesehatan?
SHIFA Signature dapat menjadi perlindungan tambahan bagi masyarakat yang sudah memiliki BPJS Kesehatan tetapi ingin mendapatkan manfaat lebih luas. Produk ini menawarkan fasilitas cashless, pilihan rumah sakit lebih fleksibel, perlindungan kesehatan internasional, hingga limit besar yang dapat membantu mengurangi risiko pengeluaran pribadi saat membutuhkan perawatan medis dengan biaya tinggi.
Apa itu Limit Booster pada SHIFA Signature?
Limit Booster adalah tambahan batas perlindungan kesehatan yang diberikan satu kali seumur hidup ketika batas tahunan utama sudah habis digunakan dalam tahun polis berjalan. Fitur ini menjadi salah satu pembeda SHIFA Signature karena memberikan tambahan perlindungan hingga puluhan miliar rupiah untuk membantu peserta menghadapi biaya pengobatan penyakit kritis atau perawatan jangka panjang.
Mengapa asuransi kesehatan syariah semakin diminati masyarakat?
Asuransi kesehatan syariah mulai diminati karena dianggap lebih transparan dan mengedepankan prinsip tolong-menolong melalui dana tabarru’. Dalam produk seperti SHIFA Signature, peserta juga berpotensi memperoleh surplus underwriting apabila terdapat kelebihan dana sesuai ketentuan yang berlaku. Konsep ini membuat asuransi syariah tidak hanya menarik bagi masyarakat Muslim, tetapi juga bagi nasabah yang mencari sistem perlindungan berbasis kebersamaan dan pengelolaan dana yang lebih terbuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







