AAJI Literasi Asuransi ke Anak TK Lewat Dongeng Anak

AKURAT.CO Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mulai memperluas pendekatan literasi keuangan dengan menyasar anak usia taman kanak-kanak melalui program “InsureTell: Storytelling” di TK Al-Hurriyah Terogong, Jakarta.
Program ini menjadi langkah baru industri asuransi jiwa dalam mengenalkan konsep finansial dasar kepada anak usia 4 hingga 6 tahun melalui metode dongeng dan aktivitas interaktif.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inisiatif Literasi Publik AAJI Library di bawah Center of Excellence (CoE) AAJI. Bersama PT Chubb Life Insurance Indonesia, AAJI juga membangun literacy corner berupa pojok baca dan donasi buku guna meningkatkan interaksi anak dengan buku fisik di tengah dominasi penggunaan gawai dan teknologi digital.
Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI, Freddy Thamrin, mengatakan pendekatan storytelling dipilih agar konsep perlindungan dan perencanaan keuangan lebih mudah dipahami anak-anak tanpa istilah teknis yang rumit.
“AAJI sangat mengapresiasi kerja sama dan minat para siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan ini. Mengusung konsep storytelling yang ringan, memungkinkan anak memahami konsep dasar kehidupan secara intuitif tanpa harus berhadapan dengan istilah-istilah teknis yang kompleks,” ujar Freddy dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pendongeng Palupi Mutiasih mengajak siswa mengikuti sesi ice breaking, bernyanyi, bermain, hingga mendengarkan cerita mengenai nilai kepedulian, perlindungan, tanggung jawab, dan pentingnya menabung.
Langkah tersebut juga sejalan dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan nasional.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sebesar 66,46%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 80,51%. Namun, tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi masih relatif tertinggal dibanding sektor perbankan.
Data AAJI juga menunjukkan industri asuransi jiwa masih menghadapi tantangan penetrasi. Hingga akhir 2025, jumlah tertanggung asuransi jiwa di Indonesia berada di kisaran puluhan juta orang, sementara total populasi Indonesia telah melampaui 280 juta jiwa.
Kondisi ini membuat edukasi jangka panjang dinilai menjadi faktor penting untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap fungsi perlindungan keuangan.
Di sisi lain, tren penurunan minat baca anak akibat tingginya penggunaan perangkat digital juga menjadi perhatian. Karena itu, pembangunan pojok literasi dinilai tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas membaca, tetapi juga ruang interaksi edukatif bagi anak usia dini.
Chubb Life Indonesia menyebut program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas literasi masyarakat lintas usia dan lapisan sosial.
Khusus untuk anak-anak TK, kami mengenalkan pentingnya menabung melalui cara yang menyenangkan, seperti dongeng. Bersama AAJI dan AAJI Library, kami juga ingin menanamkan pentingnya budaya membaca pada anak sejak dini.
Edukasi industri jasa keuangan di Indonesia memang lebih dominan dilakukan melalui seminar, sosialisasi sekolah menengah, hingga kampanye digital untuk usia dewasa muda. Pendekatan berbasis storytelling untuk anak usia TK masih relatif jarang dilakukan, khususnya oleh sektor asuransi jiwa.
Program ini juga dinilai penting di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan keuangan jangka panjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri asuransi menghadapi tantangan mulai dari inflasi medis, rendahnya literasi proteksi, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan dan finansial pasca pandemi COVID-19.
AAJI berharap kegiatan tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan menciptakan dampak jangka panjang terhadap pembentukan generasi yang gemar membaca sekaligus memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










