Purbaya Pastikan Tak Ada Lagi Tax Amnesty di Eranya

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak berencana kembali menerapkan kebijakan tax amnesty selama dirinya menjabat.
Menurut Purbaya, pemerintah akan lebih fokus memperkuat sistem perpajakan dan menjalankan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku dibanding kembali membuka program pengampunan pajak.
“Selama saya jadi Menteri Keuangan, saya tidak akan melakukan tax amnesty,” ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Senin.
Baca Juga: Purbaya Jamin Peserta Tax Amnesty Tak Diperiksa Ulang
Indonesia sebelumnya telah dua kali menerapkan kebijakan tax amnesty, yakni pada 2016 dan 2022 melalui Program Pengungkapan Sukarela (PPS).
Purbaya menilai kebijakan tax amnesty berpotensi menimbulkan tekanan terhadap aparat perpajakan, termasuk munculnya risiko penyalahgunaan kewenangan maupun praktik suap.
Karena itu, pemerintah memilih menjaga kepastian hukum perpajakan melalui penguatan administrasi dan kepatuhan wajib pajak secara berkelanjutan.
Selain menegaskan tidak akan ada tax amnesty baru, Purbaya juga berencana memperketat mekanisme komunikasi kebijakan perpajakan.
Ke depan, pengumuman kebijakan pajak hanya akan disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan guna menghindari kesimpangsiuran informasi di publik.
Baca Juga: DJP Sisir Ulang Data Peserta Tax Amnesty Karena Dugaan Belum Laporkan Harta Seluruhnya
Langkah tersebut dilakukan setelah muncul polemik terkait pernyataan Direktorat Jenderal Pajak mengenai peserta PPS.
"Harapanya komunikasi yang lebih terpusat dapat menjaga stabilitas iklim usaha sekaligus memperkuat kepercayaan wajib pajak terhadap sistem perpajakan nasional," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







