Akurat Logo

Rupiah Sentuh Rekor Terlemah, BI Akui Intervensi Besar-Besaran

Esha Tri Wahyuni | 19 Mei 2026, 08:50 WIB
Rupiah Sentuh Rekor Terlemah, BI Akui Intervensi Besar-Besaran
Gubernur BI, Perry Warjiyo (AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni)

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor pelemahan baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Di tengah tekanan tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkapkan Bank Indonesia (BI) telah menggunakan sekitar USD10 miliar cadangan devisa (cadev) untuk menjaga stabilitas rupiah di pasar.

Pernyataan itu disampaikan Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurutnya, penggunaan cadangan devisa tersebut dilakukan melalui intervensi di pasar spot baik domestik maupun luar negeri.

Baca Juga: Bos BI Bantah Cari Untung di Tengah Pelemahan Rupiah

“Penurunan cadangan devisa yang sekitar USD10 miliar itu baru sebagian saja intervensi yang tunai nih,” ujar Perry.

Langkah agresif BI dilakukan ketika rupiah terus berada dalam tekanan. Pada perdagangan Senin sore, rupiah ditutup melemah 1,03% ke posisi Rp17.640 per USD.

Berdasarkan data Refinitiv, level itu menjadi posisi penutupan terlemah sepanjang sejarah sekaligus kembali membawa rupiah menembus area psikologis Rp17.000 per USD.

Sepanjang hari, rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.670 per USD sebelum akhirnya sedikit memangkas pelemahan di akhir sesi perdagangan.

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah tingginya volatilitas pasar global dan arus keluar modal asing dari emerging markets.

Meski demikian, Perry menegaskan BI tidak hanya mengandalkan intervensi langsung menggunakan cadangan devisa, tetapi juga memanfaatkan instrumen hedging dan transaksi spot untuk menjaga likuiditas pasar valas.

“Supaya karena ini tidak semua menguras cadangan devisa. Kami pastikan cadangan devisa lebih dari cukup,” katanya.

Perry menjelaskan, BI masih mengacu pada indikator kecukupan cadangan devisa versi Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund.

Menurutnya, rasio kecukupan cadangan devisa Indonesia memang turun dari sebelumnya 121 menjadi 114, namun masih berada di atas ambang aman IMF di level 100.

Baca Juga: Pendapatan BI dari Pengelolaan Valas Melonjak Saat Rupiah Melemah, Misbakhun: Jadi Pertanyaan Kita Semua

“Jadi dosis intervensinya kami naikkan. Dan intervensi ini bukan business as usual loh, sudah all out,” tegas Perry.

Data BI menunjukkan posisi cadangan devisa Indonesia per April 2026 berada di level USD146,2 miliar. Angka tersebut turun konsisten dibanding posisi Desember 2025 yang masih berada di kisaran USD156 miliar.

Meski mengalami penurunan, level cadangan devisa saat ini masih tergolong tinggi secara historis.

Sebagai perbandingan, saat pandemi Covid-19 pada 2020, posisi cadangan devisa Indonesia sempat berada di kisaran USD130 miliar. Sementara saat krisis taper tantrum 2013, cadangan devisa RI bahkan turun hingga sekitar USD92 miliar.

Tekanan rupiah kali ini juga berbeda dibanding periode sebelumnya. Pelemahan terjadi ketika indeks dolar AS (DXY) justru mulai melemah.

Pada pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS tercatat turun 0,11% ke level 99,174. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan terhadap rupiah bukan semata berasal dari penguatan dolar global, tetapi juga sentimen risiko terhadap aset negara berkembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.