BI Rombak Pimpinan Regional di Tengah Pelemahan Rupiah

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) merombak jajaran pimpinan satuan kerja di tingkat pusat dan daerah di tengah meningkatnya perhatian terhadap stabilitas ekonomi regional dan penguatan koordinasi kebijakan nasional.
Gubernur BI, Perry Warjiyo resmi melantik 3 pejabat strategis BI. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi organisasi Bank Indonesia untuk memperkuat efektivitas kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Dalam struktur baru tersebut, Rudy Brando Hutabarat ditunjuk menjadi Kepala Departemen Regional BI efektif 1 Juni 2026. Sebelumnya, Rudy menjabat Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara.
Sementara itu, Sofwan Kurnia yang sebelumnya menjabat Advisor Departemen Regional diangkat menjadi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten.
Posisi Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara selanjutnya ditempati Ameriza M. Moesa yang sebelumnya memimpin Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Perry menegaskan rotasi kepemimpinan dilakukan untuk memperkuat implementasi program prioritas BI di tengah tantangan ekonomi global dan domestik yang masih berlangsung sepanjang 2026.
“Para pemimpin satuan kerja yang baru dilantik diharapkan mampu menjalankan berbagai program prioritas untuk mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia memperkuat stabilitas serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Perry juga meminta jajaran pimpinan baru memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, komunikasi kebijakan menjadi faktor penting menjaga efektivitas transmisi kebijakan moneter hingga ke daerah.
Langkah rotasi ini berlangsung di tengah sejumlah tantangan ekonomi nasional. Berdasarkan data BI, inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat tetap terkendali dalam sasaran bank sentral sebesar 2,5±1%.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian suku bunga global dan arus modal asing. Per Jumat, rupiah turun 49,5 poin (0,28%) ke Rp17.716,5.
Peran kantor perwakilan daerah BI dinilai semakin strategis karena menjadi ujung tombak pengendalian inflasi daerah, digitalisasi sistem pembayaran, hingga pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Sumatera Utara dan Banten sendiri termasuk wilayah dengan aktivitas industri dan perdagangan yang besar terhadap perekonomian nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Sumatera Utara tumbuh 5,03% secara tahunan pada 2025, ditopang sektor industri pengolahan dan perdagangan. Sementara Banten mencatat pertumbuhan 5,11% dengan kontribusi kuat dari manufaktur dan logistik nasional.
Tambahan informasi, Bank Indonesia rutin melakukan rotasi pejabat internal sebagai bagian dari penguatan organisasi dan kaderisasi kepemimpinan.
Namun, perombakan kali ini mendapat perhatian karena dilakukan saat pemerintah dan otoritas keuangan tengah fokus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% pada 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








