OJK Siapkan Sumber Pembiayaan Baru untuk Ekonomi Daerah

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan ekonomi daerah akan menjadi mesin baru pertumbuhan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor jasa keuangan sebagai penopang pembangunan daerah.
“Pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,61 persen dan ini menjadi capaian yang sangat baik. Kontribusi daerah sangat besar dalam menopang pertumbuhan nasional,” ujar Friderica dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Butuh Rp8.600 Triliun, OJK Andalkan Obligasi Daerah
OJK mencatat intermediasi sektor perbankan masih tumbuh positif pada 2026. Kredit perbankan meningkat 9,49% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp8.659 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,5% yoy menjadi Rp10.231 triliun.
Menurut Friderica, stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga di tengah tekanan global, termasuk gejolak geopolitik dan koreksi pasar saham domestik.
“Kita membutuhkan mesin pertumbuhan ekonomi baru yang lebih solid dengan basis pembiayaan yang semakin dalam dan beragam,” katanya.
OJK juga menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih berada di bawah level potential growth untuk membawa Indonesia menjadi negara maju. Karena itu, pembiayaan jangka panjang dinilai menjadi kebutuhan utama dalam mendorong akselerasi ekonomi.
Dalam paparannya, OJK menyebut kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional pada 2027 diperkirakan mencapai sekitar Rp8.600 triliun. Nilai tersebut dinilai tidak bisa hanya ditopang sektor perbankan.
Karena itu, OJK mulai mendorong sumber pembiayaan alternatif seperti pasar modal, obligasi daerah, sektor asuransi, hingga penguatan keuangan digital dan ekonomi syariah.
Baca Juga: OJK Perluas Program Ekonomi Daerah, UMKM Jadi Prioritas
“Pasar modal harus menjadi alternatif utama sumber pembiayaan jangka panjang, bukan hanya sarana investasi,” kata Friderica.
Pengembangan ekonomi daerah menjadi salah satu strategi pemerintah sejak pandemi COVID-19 untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik. Ketika konsumsi nasional dan ekspor mengalami tekanan, daerah menjadi penopang utama melalui sektor pertanian, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata.
OJK menyebut program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) kini telah berjalan di 40 kabupaten dan kota di Indonesia. Program tersebut fokus pada pemetaan potensi unggulan daerah seperti pertanian, perikanan, pariwisata, hingga industri kreatif agar memiliki akses pembiayaan yang lebih luas.
Beberapa daerah yang disebut telah menunjukkan hasil antara lain DKI Jakarta melalui pengembangan ekonomi kreatif, Sumatera Selatan lewat ekspor kopi, Jawa Tengah melalui penguatan sektor padi dan jagung, serta Jawa Timur lewat pengembangan industri susu.
Dari sisi pasar, penguatan ekonomi daerah dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik ketika pasar global masih bergejolak. OJK juga menilai penguatan sektor keuangan daerah dapat meningkatkan investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga ekspor.
Selain itu, OJK tengah memperkuat pembiayaan UMKM dengan membentuk departemen khusus pengembangan UMKM. Langkah itu dilakukan agar pembiayaan sektor produktif lebih terstruktur dan tepat sasaran.
OJK akan memperluas program pengembangan ekonomi daerah melalui kantor OJK di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan pemerintah daerah, bank pembangunan daerah (BPD), industri pembiayaan, asuransi, hingga fintech.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar potensi daerah bisa ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Friderica.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









