Akurat Logo

Rupiah Menguat ke Rp17.860, BI: Aliran Modal Asing Terutama ke Tenor Pendek dan Menengah

Esha Tri Wahyuni | 12 Juni 2026, 18:17 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.860, BI: Aliran Modal Asing Terutama ke Tenor Pendek dan Menengah
Rupiah menguat

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mulai menuai hasil dari langkah agresif menaikkan suku bunga acuan dalam dua bulan terakhir.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini kembali menguat dan bergerak di bawah level psikologis Rp18.000 per USD setelah sempat mengalami tekanan tajam akibat gejolak pasar keuangan global.

Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), rupiah ditutup menguat 128,5 poin (0,71%) ke Rp17.860.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, penguatan rupiah terjadi seiring meningkatnya respons positif investor terhadap bauran kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral, terutama melalui kenaikan BI-Rate serta peningkatan daya tarik instrumen keuangan domestik.

Baca Juga: Ditopang Saham-saham BUMN, IHSG Melompat ke Level 6.000 dan Rupiah Menguat ke Rp17.800

"Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), terutama pada tenor pendek dan menengah," ujar Ramdan dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Menurut BI, masuknya kembali dana asing menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai merespons positif kebijakan stabilisasi yang ditempuh bank sentral. Selain kenaikan suku bunga acuan, BI juga memperkuat struktur imbal hasil SRBI dan meningkatkan daya tarik investasi pada instrumen berbasis rupiah.

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan yang digelar Selasa (9/6/2026), BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,50% dan Lending Facility menjadi 6,25%.

Keputusan tersebut menyusul kenaikan suku bunga yang lebih besar pada RDG Bulanan 19-20 Mei 2026, ketika BI menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps. Dengan demikian, dalam waktu kurang dari satu bulan, bank sentral telah menaikkan suku bunga acuan total 75 bps.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, sebelumnya menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil karena pelemahan rupiah telah melampaui proyeksi awal bank sentral.

Tekanan terhadap mata uang domestik meningkat akibat ketidakpastian global, penguatan dolar AS, serta pergeseran arus modal internasional menuju aset yang dianggap lebih aman.

Selain menaikkan suku bunga, BI juga meluncurkan serangkaian kebijakan tambahan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar.

Kebijakan tersebut meliputi kenaikan struktur suku bunga SRBI untuk seluruh tenor, penurunan biaya swap lindung nilai bagi investor asing, pembukaan kembali fasilitas repo bagi perbankan, hingga peningkatan operasi moneter baik dalam rupiah maupun valuta asing.

Selanjutnya, BI dijadwalkan kembali melaksanakan RDG Bulanan pada 17-18 Juni 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.