Akurat Logo

Rosan: Tingginya Permintaan Obligasi Danantara Bukti Kepercayaan Investor Global

Moehamad Dheny Permana | 15 Juni 2026, 21:23 WIB
Rosan: Tingginya Permintaan Obligasi Danantara Bukti Kepercayaan Investor Global
Menteri Investasi dan Hilirisasi/sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, saat menyampaikan keterangan pers, didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Biro Pers Setpres)

AKURAT.CO Penerbitan obligasi global (global bond) perdana oleh Danantara Indonesia mendapat respons positif dari investor internasional.

Instrumen surat utang senilai US$1,5 miliar tersebut bahkan mencatat permintaan hingga US$4,6 miliar atau lebih dari empat kali target awal yang ditetapkan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan, tingginya minat investor mendorong Danantara meningkatkan nilai penerbitan obligasi dari rencana awal US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar.

"Dari rencana US$1 miliar yang ingin kami capai, book building yang masuk mencapai sekitar US$4,6 miliar. Karena tingginya minat investor, kami melakukan upsize dari US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar yang terbagi dalam tenor lima tahun dan 10 tahun," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut Rosan, tingginya permintaan tersebut merupakan hasil dari rangkaian pertemuan dengan investor global di sejumlah pusat keuangan dunia, seperti Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam agenda tersebut, Danantara bertemu dengan 122 investor internasional.

Selain berhasil menghimpun dana melebihi target, Danantara juga memperoleh tingkat imbal hasil (yield) yang dinilai kompetitif.

Obligasi tenor lima tahun ditutup dengan yield 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen.

"Ini merupakan hasil yang sangat baik dan membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih sangat tinggi," ujar Rosan.

Baca Juga: GMNI Minta Prabowo Perkuat Pemberantasan Korupsi dan Efisiensi Anggaran Negara

Ia menjelaskan, masing-masing tenor berhasil mengumpulkan dana sebesar US$750 juta.

Proses penerbitan juga telah memasuki tahap finalisasi dan dana hasil penerbitan dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.

"Kami sudah melakukan penandatanganan pada 11 Juni, dan pada 18 Juni dana tersebut akan masuk ke rekening Danantara," katanya.

Melihat tingginya antusiasme pasar, Rosan optimistis Danantara berpeluang menerbitkan obligasi dengan tenor yang lebih panjang di masa mendatang, bahkan hingga 30 tahun.

Menurutnya, investor menilai prospek ekonomi Indonesia tetap menarik di tengah tantangan geopolitik dan geokonomi global yang masih berlangsung.

"Appetite investor sangat besar karena mereka melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil. Memang ada siklus naik turun, tetapi itu hal yang wajar dalam dinamika ekonomi global," jelasnya.

Rosan juga mengungkapkan komposisi investor dalam penerbitan obligasi global tersebut didominasi oleh investor asal Amerika Serikat, sesuatu yang menurutnya berbeda dibandingkan penerbitan surat utang Indonesia pada periode sebelumnya.

Untuk obligasi tenor lima tahun, sebanyak 38 persen investor berasal dari Amerika Serikat, 41 persen dari Eropa dan Timur Tengah, serta 21 persen dari Asia.

Sementara pada tenor 10 tahun, investor asal Amerika Serikat mendominasi dengan porsi 52 persen, diikuti Eropa dan Timur Tengah sebesar 31 persen serta Asia 17 persen.

"Ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia dan Danantara sebagai instrumen investasi baru," pungkas Rosan.

Baca Juga: Bursa Transfer: Ruben Amorim Setuju Latih AC Milan, Marc Cucurella Rekrutan Pertama Jose Mourinho

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.