Ekonom: Fundamental RI Masih Kuat di Tengah Gejolak Global

AKURAT.CO Di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan pasar masih melihat kondisi domestik berada dalam posisi yang relatif kuat.
Penilaian tersebut tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi yang menunjukkan kinerja positif sepanjang awal 2026.
Baca Juga: Lima Agenda Besar Pasar Keuangan Menunggu, IHSG Berpotensi Sideways
“Pasar melihat fundamental domestik masih cukup kuat,” ujar Josua di Jakarta.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61%.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap terjaga di tengah tekanan eksternal.
Selain itu, lanjut Josua, inflasi juga dinilai masih terkendali. Pada Mei 2026, tingkat inflasi tercatat sebesar 3,08%, berada dalam kisaran yang masih dapat dikelola dan mendukung stabilitas daya beli masyarakat.
Oleh sebab itu menurut Josua, kombinasi pertumbuhan ekonomi yang solid dan inflasi yang terkendali menjadi modal penting dalam menjaga persepsi positif investor terhadap Indonesia.
Sedangkan dari sisi fiskal, pemerintah juga dinilai masih memiliki ruang pembiayaan yang memadai.
Hingga 31 Mei 2026, realisasi pembiayaan APBN mencapai Rp379,4 triliun atau 55,1% dari target tahun berjalan.
Baca Juga: Apa yang Mendorong Volatilitas di Pasar Keuangan Global?
Sementara itu, realisasi pembiayaan utang mencapai Rp386 triliun atau 46,4% dari target Rp832,2 triliun.
“Artinya pemerintah tidak sedang berada dalam kondisi kesulitan pembiayaan jangka pendek,” kata Josua.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan berikutnya adalah menjaga agar kebutuhan pembiayaan hingga akhir tahun dapat dipenuhi dengan biaya yang efisien tanpa meningkatkan risiko fiskal.
Karena itu, tambah Josua, pemerintah perlu menjaga konsistensi kebijakan ekonomi, memperkuat komunikasi dengan pelaku pasar, serta mempertahankan disiplin fiskal agar kepercayaan investor tetap terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









