ICE dan OKX Bentuk Joint Venture, Siapkan Infrastruktur Perdagangan Aset Digital Berbasis Blockchain

AKURAT.CO Intercontinental Exchange (ICE), induk New York Stock Exchange (NYSE), menggandeng platform aset digital OKX membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk mengembangkan infrastruktur perdagangan aset keuangan berbasis blockchain.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat integrasi antara pasar keuangan tradisional dan teknologi blockchain yang semakin berkembang di tingkat global.
Melalui joint venture tersebut, ICE dan OKX akan mengembangkan platform perdagangan produk keuangan yang ditokenisasi serta berbagai instrumen keuangan digital berbasis blockchain.
Kedua perusahaan memiliki porsi kepemilikan yang sama, masing-masing sebesar 50 persen.
Perusahaan patungan itu ditargetkan beroperasi sebagai broker-dealer dan futures commission merchant (FCM) berlisensi di Amerika Serikat setelah memperoleh persetujuan regulator.
Dengan status tersebut, pengguna OKX berpotensi memperoleh akses ke pasar berjangka milik ICE dan saham-saham yang tercatat di NYSE dalam bentuk token digital.
Mantan Gubernur New York, Andrew M. Cuomo, ditunjuk sebagai salah satu pimpinan utama proyek tersebut.
Menurut Cuomo, masa depan industri keuangan akan ditentukan oleh kemampuan inovasi dan regulasi untuk berkembang secara beriringan.
"Babak berikutnya dari pasar keuangan akan ditentukan oleh seberapa baik inovasi dan regulasi pemerintah dapat bergerak maju bersama," ujar Cuomo.
Baca Juga: Iran Beli Makanan Amerika
Ia menilai kolaborasi ICE dan OKX berpotensi menciptakan sistem keuangan yang lebih transparan, tangguh, dan inklusif melalui pemanfaatan teknologi blockchain.
Sementara itu, Senior Vice President Futures Exchanges ICE, Trabue Bland, menyebut joint venture tersebut sebagai bagian dari upaya membangun fondasi baru bagi pasar keuangan global.
"Joint venture ICE-OKX adalah satu langkah menuju pembangunan infrastruktur yang akan menentukan cara kerja pasar global dalam beberapa dekade mendatang," kata Bland.
Pembentukan perusahaan patungan ini melanjutkan hubungan strategis kedua perusahaan yang sebelumnya telah terjalin.
Pada Maret 2026, ICE diketahui melakukan investasi minoritas senilai sekitar US$200 juta di OKX sebagai bagian dari penguatan kerja sama jangka panjang.
Sebelumnya, ICE dan OKX juga berkolaborasi menghadirkan produk kontrak berjangka abadi berbasis kripto untuk komoditas minyak bagi pengguna di luar Amerika Serikat.
Salah satu fokus utama joint venture tersebut adalah tokenisasi aset yang diperdagangkan di NYSE.
Melalui skema ini, instrumen keuangan konvensional dapat dikonversi ke dalam bentuk digital berbasis blockchain dengan tetap memperhatikan aspek regulasi dan perlindungan investor.
Selain tokenisasi aset, perusahaan juga akan mengeksplorasi pengembangan produk berjangka komoditas dan berbagai instrumen investasi digital lainnya yang memanfaatkan teknologi blockchain.
Cuomo menegaskan inisiatif tersebut tidak semata berfokus pada aset kripto, melainkan pada pemanfaatan teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas pasar keuangan.
"Ini bukan tentang kripto. Ini tentang blockchain dan teknologi finansial, serta penerapan blockchain pada kelas aset lainnya," tegasnya.
Baca Juga: Kabar Duka, Ayah dari Kepala Bakom M Qodari Tutup Usia
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai target, kolaborasi ICE dan OKX berpotensi menjadi salah satu proyek terbesar yang menjembatani pasar keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital.
Langkah ini juga memperkuat tren tokenisasi aset yang diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama industri keuangan global di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









