Akurat Logo

Literasi AI dan Keuangan Jadi Bekal Penting Dunia Kerja Masa Depan, Danamon Kenalkan Sejak SMP-SMA Lewat Program DIVE

Idham Nur Indrajaya | 25 Juni 2026, 17:52 WIB
Literasi AI dan Keuangan Jadi Bekal Penting Dunia Kerja Masa Depan, Danamon Kenalkan Sejak SMP-SMA Lewat Program DIVE
Literasi AI dan keuangan menjadi bekal penting dunia kerja masa depan. Danamon mengenalkannya sejak SMP-SMA lewat program DIVE. dok. Danamon

AKURAT.CO Bayangkan seorang siswa SMP yang hari ini sedang menikmati liburan sekolah. Dalam waktu 10 tahun ke depan, saat ia memasuki dunia kerja, banyak profesi yang ada saat ini kemungkinan sudah berubah karena kecerdasan buatan (AI). Di saat yang sama, kemampuan mengelola uang, memahami teknologi, dan mengambil keputusan karier yang tepat akan menjadi keterampilan yang semakin menentukan masa depan seseorang.

Karena itu, literasi AI dan keuangan tidak lagi relevan hanya bagi mahasiswa atau pekerja. Kedua kemampuan tersebut mulai menjadi kebutuhan penting bagi remaja yang sedang mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

Kesadaran inilah yang mendorong PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) menghadirkan program DIVE (Danamon Immersive Visit & Exploration) – Chapter Youth. Melalui program tersebut, Danamon mengajak anak-anak karyawannya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA untuk mengenal dunia perbankan, memahami perkembangan teknologi AI, serta meningkatkan literasi keuangan sejak dini.

Ringkasan

Literasi AI dan keuangan menjadi keterampilan penting bagi generasi muda karena:

  • AI semakin memengaruhi cara belajar, bekerja, dan berbisnis.

  • Dunia kerja membutuhkan kemampuan adaptasi terhadap teknologi baru.

  • Literasi keuangan membantu remaja mengelola uang secara lebih bijak.

  • Pemahaman karier sejak dini membantu menentukan pilihan pendidikan dan profesi di masa depan.

  • Generasi muda perlu memahami hubungan antara teknologi, keterampilan, dan peluang kerja.

Dengan kata lain, memahami AI dan keuangan sejak sekolah bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan bekal dasar untuk menghadapi masa depan.

Mengapa Literasi AI Menjadi Keterampilan Penting bagi Generasi Muda?

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan AI berlangsung sangat cepat. Teknologi ini tidak hanya digunakan oleh perusahaan teknologi, tetapi juga mulai masuk ke sektor perbankan, kesehatan, pendidikan, manufaktur, hingga industri kreatif.

Banyak remaja mengenal AI melalui aplikasi chatbot, generator gambar, atau fitur pencarian pintar. Namun memahami AI tidak cukup hanya sebagai pengguna.

Yang jauh lebih penting adalah memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif untuk belajar, bekerja, dan memecahkan masalah.

Di masa depan, perusahaan kemungkinan tidak hanya mencari kandidat yang mampu menggunakan AI, tetapi juga mampu berpikir kritis, mengevaluasi informasi, dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data yang tersedia.

Di sinilah pentingnya literasi AI.

Literasi AI bukan berarti semua orang harus menjadi programmer. Sebaliknya, literasi AI adalah kemampuan memahami cara kerja teknologi, mengenali manfaat dan risikonya, serta menggunakan AI secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Melihat kebutuhan tersebut, Danamon memasukkan sesi "AI for Daily Life and Future Career" dalam program DIVE – Chapter Youth untuk membantu peserta memahami bagaimana teknologi ini dapat memengaruhi kehidupan dan karier mereka di masa depan.

Baca Juga: OJK Dorong Literasi Keuangan Masuk Kurikulum Sekolah

Baca Juga: OJK Luncurkan Buku Literasi Keuangan Ramah Disabilitas

Mengapa Literasi Keuangan Perlu Dipelajari Sejak SMP dan SMA?

Jika AI menjadi salah satu keterampilan teknologi yang penting, maka literasi keuangan merupakan keterampilan hidup yang sama pentingnya.

Banyak anak muda saat ini sudah terbiasa melakukan transaksi digital, berbelanja secara online, menggunakan dompet elektronik, hingga berinteraksi dengan berbagai layanan keuangan berbasis aplikasi.

Namun kemudahan tersebut sering kali tidak diikuti dengan pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan.

Tidak sedikit remaja yang memahami cara membelanjakan uang, tetapi belum memahami cara menabung, membuat prioritas pengeluaran, atau mengelola risiko keuangan.

Padahal kebiasaan finansial yang terbentuk sejak usia sekolah sering kali terbawa hingga dewasa.

Karena itu, literasi keuangan sebaiknya tidak menunggu seseorang mulai bekerja.

Semakin dini seseorang memahami konsep menabung, mengelola pengeluaran, dan merencanakan tujuan keuangan, semakin besar peluangnya untuk memiliki kondisi finansial yang sehat di masa depan.

Dalam program DIVE – Chapter Youth, literasi keuangan menjadi salah satu materi utama yang diberikan kepada peserta. Melalui berbagai aktivitas interaktif, peserta diajak memahami pentingnya menjadi smart saver atau pengelola keuangan yang bijak sejak dini.

Bagaimana Program DIVE Danamon Membantu Membangun Early Career Awareness?

Program DIVE – Chapter Youth merupakan bagian dari inisiatif DAYATARA (Danamon Berdaya Mengusung Kesetaraan) yang mencerminkan komitmen Danamon dalam menerapkan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI).

Memanfaatkan momentum liburan sekolah, program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak Danamoners yang berusia 13 hingga 18 tahun untuk mengenal dunia kerja secara lebih dekat.

Program yang berlangsung dalam empat batch pada 22–23 Juni 2026 di Menara Bank Danamon, Jakarta, menggunakan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman.

Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak merasakan langsung suasana lingkungan kerja melalui office tour yang dikemas dalam konsep mission-based exploration dan dilengkapi dengan "Junior Banking Passport".

Selain mengenal produk, layanan, dan aplikasi digital Danamon, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai visi perusahaan, nilai-nilai kerja, hingga berbagai fungsi dan profesi yang ada di industri perbankan.

Program ini juga menghadirkan sesi "Career in Danamon" yang memperkenalkan beragam peluang karier kepada para peserta.

Chief Human Capital and Operations Officer Danamon, Evi Damayanti, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi generasi muda.

"Di Danamon, kami percaya bahwa dukungan terhadap keseimbangan antara kehidupan kerja dan keluarga merupakan salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Melalui program DIVE – Chapter Youth, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya memperkenalkan dunia perbankan kepada generasi muda, tetapi juga membangun keterlibatan yang lebih erat antara perusahaan, karyawan, dan keluarga," ujar Evi Damayanti melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Evi, program tersebut diharapkan dapat membantu peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai dunia kerja sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam merencanakan masa depan.

Secara tidak langsung, Danamon juga berupaya membangun early career awareness atau kesadaran karier sejak usia sekolah melalui pengalaman yang lebih nyata dan kontekstual.

Apa Tantangan Dunia Kerja yang Akan Dihadapi Generasi Saat Ini?

Salah satu tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah memasuki dunia kerja yang kemungkinan sangat berbeda dibandingkan kondisi saat ini.

Sebagai ilustrasi, seorang siswa SMA kelas 10 pada tahun 2026 kemungkinan baru akan memasuki dunia kerja sekitar tahun 2032 atau bahkan lebih lambat.

Dalam periode tersebut, penggunaan AI diperkirakan akan semakin luas.

Banyak pekerjaan administratif yang saat ini dilakukan secara manual kemungkinan akan dibantu oleh sistem otomatis.

Kemampuan teknis tetap penting, tetapi perusahaan juga akan semakin menghargai keterampilan yang sulit digantikan mesin, seperti:

  • Berpikir kritis.

  • Komunikasi.

  • Kreativitas.

  • Kolaborasi.

  • Adaptabilitas.

  • Pengambilan keputusan.

Pada saat yang sama, ketidakpastian ekonomi global membuat kemampuan mengelola keuangan menjadi semakin relevan.

Generasi muda yang memahami teknologi tetapi tidak memahami keuangan berpotensi menghadapi tantangan yang sama besarnya dengan mereka yang memahami keuangan tetapi tertinggal secara teknologi.

Karena itu, literasi AI dan literasi keuangan sebenarnya merupakan dua kompetensi yang saling melengkapi.

Mengapa Perusahaan Kini Mulai Turut Mempersiapkan Generasi Masa Depan?

Ada perubahan menarik yang mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Jika dahulu perusahaan fokus pada pengembangan karyawan yang sudah bekerja, kini sebagian perusahaan mulai melihat pentingnya memperkenalkan dunia kerja kepada generasi muda bahkan sebelum mereka memasuki perguruan tinggi.

Alasannya sederhana.

Perubahan teknologi bergerak jauh lebih cepat dibandingkan perubahan kurikulum pendidikan formal.

Akibatnya, sering muncul kesenjangan antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan nyata industri.

Program seperti DIVE menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berperan sebagai pengguna tenaga kerja, tetapi juga mulai mengambil peran sebagai fasilitator pembelajaran bagi generasi masa depan.

Pendekatan ini memberikan manfaat ganda.

Bagi peserta, mereka memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai dunia kerja dan berbagai pilihan karier yang mungkin belum pernah mereka pertimbangkan sebelumnya.

Bagi orang tua, program semacam ini membantu membangun komunikasi yang lebih baik mengenai dunia kerja dan masa depan anak.

Sementara bagi perusahaan, keterlibatan keluarga dapat memperkuat rasa bangga dan keterikatan karyawan terhadap organisasi.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah tersebut juga mencerminkan kebutuhan dunia usaha untuk mulai membangun talenta masa depan sejak lebih dini.

Literasi AI dan Keuangan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan

Perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja membuat definisi kesiapan karier mengalami perubahan besar.

Jika dahulu prestasi akademik dianggap cukup sebagai modal utama, kini generasi muda juga perlu memahami teknologi, mengelola keuangan, dan mengenali berbagai peluang profesi yang tersedia.

Program DIVE – Chapter Youth yang dijalankan Danamon memperlihatkan bagaimana literasi AI, literasi keuangan, dan pemahaman karier dapat diperkenalkan secara lebih awal melalui pengalaman belajar yang interaktif dan relevan dengan kehidupan remaja.

Di tengah perubahan yang semakin cepat, kemampuan memahami teknologi dan mengelola keuangan mungkin akan menjadi bekal yang sama pentingnya dengan ijazah pendidikan formal. Pertanyaannya bukan lagi apakah generasi muda perlu belajar AI dan keuangan sejak dini, melainkan seberapa cepat mereka mulai mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang sedang dibentuk hari ini.

Pantau terus perkembangan tren pendidikan, teknologi, dan dunia kerja untuk memahami keterampilan apa yang akan paling dibutuhkan pada masa depan.

Baca Juga: Jaga Kredibilitas Sistem Keuangan, Ekonom Usul Evaluasi UU P2SK

Baca Juga: Apa Itu Artificial Intelligence Generatif? Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

FAQ

Mengapa pelajar perlu belajar AI sejak dini?

Karena AI semakin banyak digunakan dalam berbagai sektor pekerjaan. Memahami AI sejak dini membantu pelajar beradaptasi dengan perubahan teknologi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Apa manfaat literasi keuangan bagi remaja?

Literasi keuangan membantu remaja memahami cara mengelola uang, membuat prioritas pengeluaran, menabung untuk tujuan tertentu, dan menghindari kebiasaan finansial yang kurang sehat sejak usia muda.

Apa itu early career awareness?

Early career awareness adalah pemahaman awal mengenai dunia kerja, berbagai pilihan profesi, serta keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan karier tertentu. Kesadaran ini membantu remaja membuat keputusan pendidikan yang lebih terarah.

Skill apa yang paling dibutuhkan di era AI?

Selain kemampuan menggunakan teknologi, keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, adaptasi, dan pemecahan masalah diperkirakan akan menjadi kompetensi yang semakin dicari perusahaan.

Bagaimana cara mempersiapkan karier sejak SMA?

Pelajar dapat mulai mengenali minat dan bakat, mengikuti kegiatan eksplorasi karier, meningkatkan literasi digital dan keuangan, serta mencari pengalaman yang membantu memahami dunia kerja secara lebih nyata.

Mengapa perusahaan mulai mengadakan program edukasi untuk remaja?

Karena dunia kerja berubah semakin cepat. Banyak perusahaan mulai membantu generasi muda memahami kebutuhan industri masa depan sekaligus membangun kesiapan karier sejak usia sekolah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.