IHSG Diproyeksi Sideways usai Rebound, Level 6.000 Jadi Ujian

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Jumat (26/6/2026) setelah berhasil bangkit dari tekanan jual dan kembali mendekati level psikologis 6.000 pada sesi sebelumnya.
Pada perdagangan Kamis (25/6/2026), IHSG ditutup menguat 1,96% ke level 5.999. Penguatan tersebut terjadi setelah indeks sempat dibuka di zona merah menyusul koreksi signifikan sehari sebelumnya.
Rebound yang terjadi dinilai bukan semata didorong aksi teknikal, melainkan mencerminkan perubahan persepsi investor terhadap sejumlah risiko utama yang selama ini membayangi pasar.
Baca Juga: IHSG Anjlok 3,5 Persen ke 5.883, Sentimen MSCI Tekan Pasa
Phintraco Sekuritas menyebut penurunan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu sentimen positif yang menopang penguatan IHSG.
Harga minyak Brent yang turun mendekati level USD70 per barel dinilai semakin sejalan dengan asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Kondisi tersebut dianggap mampu meredakan kekhawatiran pasar terkait potensi pelebaran defisit fiskal akibat lonjakan harga energi. Selama beberapa pekan terakhir, isu keberlanjutan fiskal menjadi salah satu faktor yang membatasi minat investor terhadap aset berisiko di Indonesia.
Selain itu, harga minyak yang lebih rendah juga berpotensi menekan tekanan inflasi sehingga menjaga daya beli masyarakat. Bagi pasar saham, kombinasi inflasi yang lebih terkendali dan stabilitas fiskal menjadi faktor penting dalam mendukung prospek pertumbuhan ekonomi domestik.
Sentimen positif lainnya datang dari kabar bahwa pemerintah kembali mempertimbangkan tambahan pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp50 triliun.
Langkah tersebut dipandang pasar sebagai upaya menjaga disiplin fiskal di tengah kebutuhan pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah.
Dari pasar valuta asing, rupiah turut menunjukkan penguatan. Mata uang Garuda ditutup naik 0,05% ke level Rp17.943 per USD pada Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Premi Unit Link Tumbuh 11,14 Persen Meski IHSG Berfluktuasi
Penguatan terjadi seiring melemahnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang Asia setelah harga minyak turun dan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kebijakan suku bunga tinggi berkepanjangan dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.
Di tengah membaiknya sentimen tersebut, perhatian investor kini tertuju pada kemampuan IHSG mempertahankan posisi di sekitar level 6.000. Secara historis, area tersebut menjadi batas psikologis penting yang sering menentukan arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 5.850 hingga 6.100 pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Rentang tersebut menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi sambil menunggu katalis baru dari dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, MNC Sekuritas menilai risiko koreksi masih perlu diwaspadai. Dalam skenario negatif, IHSG berpotensi menguji area support pada kisaran 5.723 hingga 5.847. Namun apabila momentum penguatan berlanjut, indeks diperkirakan berpeluang menguji area resistance 6.060 hingga 6.120.
MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebagai pilihan trading untuk perdagangan Jumat (26/6/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










