Efek BI Rate, Porsi Simpanan di Atas Batas Penjaminan LPS Bertambah

AKURAT.CO Dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia mulai terlihat di sektor perbankan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat porsi simpanan yang memperoleh suku bunga khusus atau special rate meningkat menjadi 33,82% pada Mei 2026, naik dari 32,92% pada April 2026.
Kenaikan tersebut menunjukkan semakin banyak bank yang menawarkan bunga simpanan di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) guna mempertahankan dan menarik dana nasabah di tengah kondisi suku bunga yang terus meningkat.
Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS, Doddy Zulverdi mengatakan, peningkatan special rate terjadi di seluruh kelompok perbankan.
Baca Juga: OJK: Bank Akan Optimalkan CASA di Tengah Suku Bunga Tinggi
"Itu terjadi di seluruh bank. Jadi tidak ada bank yang tidak mengalami kenaikan special rate-nya," kata Doddy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Menurut Doddy, kenaikan tersebut tidak semata-mata dipicu oleh perubahan suku bunga kebijakan Bank Indonesia, tetapi juga dipengaruhi kondisi pasar keuangan yang mendorong kompetisi penghimpunan dana semakin ketat.
Perbankan, kata dia, turut mempertimbangkan pergerakan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), suku bunga pasar uang antarbank, hingga pelemahan nilai tukar rupiah ketika menentukan tingkat bunga yang ditawarkan kepada nasabah.
"Itu semua tentu akan menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh perbankan dalam melakukan penetapan dan penyesuaian suku bunga yang mereka tawarkan kepada nasabah," ujarnya.
Data tersebut muncul setelah Bank Indonesia melakukan pengetatan kebijakan moneter secara agresif dalam dua bulan terakhir. Pada Mei 2026, BI menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin, yang merupakan kenaikan pertama sejak September 2025.
Baca Juga: Komisi XI Dorong LPS Siapkan Penjaminan Polis dan Perkuat BPR
Tidak berhenti di situ, sepanjang Juni 2026 BI kembali menaikkan suku bunga sebanyak dua kali dengan total tambahan 50 basis poin. Dengan demikian, BI Rate telah meningkat kumulatif 100 basis poin hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Meski suku bunga simpanan di pasar telah bergerak naik, LPS pada Mei masih mempertahankan tingkat bunga penjaminan. Kondisi tersebut membuat semakin banyak produk simpanan yang menawarkan bunga di atas batas penjaminan LPS.
"Jadi memang implikasi, karena TBP sebelumnya masih kita pertahankan, sementara suku bunga pasar sudah cenderung meningkat, otomatis tentu saja yang porsinya berada di atas TBP atau yang kita sebut sebagai special rate itu akan meningkat," kata Doddy.
Fenomena ini penting karena mencerminkan meningkatnya biaya dana yang harus ditanggung industri perbankan. Ketika bank harus menawarkan bunga simpanan lebih tinggi untuk memperoleh dana masyarakat, biaya penghimpunan dana ikut naik dan berpotensi memengaruhi penetapan suku bunga kredit ke depan.
Sebagai langkah antisipasi, LPS memutuskan menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan simpanan rupiah di bank umum sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%.
Untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR), TBP naik menjadi 6,25%. Sementara TBP simpanan valuta asing tetap dipertahankan pada level 2%.
Kebijakan tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
LPS menyatakan penyesuaian dilakukan untuk menjaga kredibilitas tingkat bunga penjaminan sebagai acuan suku bunga wajar di industri perbankan sekaligus meningkatkan efektivitas program penjaminan simpanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Relawan MBG Prihatin Operasional SPPG Dihentikan, Soroti Nasib Pekerja Dapur Gizi
- 2Link Live Streaming Argentina vs Austria Piala Dunia 2026: Nonton Gratis di TVRI!
- 3Prediksi Skor Turki vs Paraguay: Saatnya Crescent-Stars Bangkit atau La Albirroja Ciptakan Kejutan?
- 4Kalender Jawa 22 Juni 2026: Watak Weton Senin Kliwon, Sosok Bijaksana yang Sulit Ditebak
- 5Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia: Intip Harga, Spesifikasi, dan Desain Kuning Ikoniknya!
- 6Prediksi Skor Skotlandia vs Maroko: Laga Penentu Grup C Piala Dunia 2026 yang Bisa Ubah Peta Persaingan
- 7Prediksi Skor Brasil vs Haiti: Selecao Dituntut Menang Besar demi Jaga Peluang Juara Grup C Piala Dunia 2026
- 8Link Live Streaming Portugal vs Uzbekistan Piala Dunia 2026, Nonton Resmi via MAXStream dan TVRI!
- 9Modus Setoran Biro Jasa ke Imigrasi Bali, Berkas KITAS-KITAP Tidak Diklik jika Ogah Bayar
- 10KPK Bongkar Peran Penting Bos Maktour, Jadi Inisiator Pembagian Kuota Tambahan









