Akurat Logo

APBN Tetap Sehat, Menkeu Purbaya: Fiskal Siap Hadapi Risiko Global

Andi Syafriadi | 29 Juni 2026, 20:01 WIB
APBN Tetap Sehat, Menkeu Purbaya: Fiskal Siap Hadapi Risiko Global
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (AKURAT.CO/ANDOY)

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga meski perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian akibat perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, dan dinamika perdagangan internasional.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan APBN akan terus dijaga sebagai instrumen utama untuk menopang stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan nasional.

Dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta, Purbaya menyampaikan bahwa hingga Mei 2026 pendapatan negara menunjukkan peningkatan yang signifikan, sementara belanja negara dipercepat secara proporsional untuk menjaga aktivitas ekonomi.

Di saat yang sama, defisit APBN disebut masih berada pada level yang aman sehingga kesehatan fiskal nasional tetap terjaga.

Baca Juga: Misbakhun: Belum Ada Wacana Ubah Batas Defisit APBN

"Dengan kebijakan fiskal yang adaptif, APBN diharapkan mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ujar Purbaya melalui keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO.

Ia menjelaskan fundamental ekonomi Indonesia juga masih relatif kuat. Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% dengan inflasi tercatat 3,08%.

Stabilitas tersebut turut ditopang surplus neraca perdagangan, cadangan devisa yang memadai, pertumbuhan kredit yang tetap kuat, serta aktivitas sektor manufaktur yang masih berada pada zona ekspansif.

Pemerintah juga memastikan APBN 2026 difokuskan untuk mendukung sejumlah agenda prioritas nasional, antara lain ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, Program Makan Bergizi Gratis, pemberdayaan desa, koperasi dan UMKM, penguatan pertahanan negara, hingga percepatan investasi dan perdagangan.

Menurut Purbaya, arah kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam jangka panjang.

Baca Juga: Purbaya: Surplus Dagang 72 Bulan Jadi Modal Hadapi Gejolak Global

Ia menambahkan, keberhasilan mencapai target Indonesia Emas 2045 memerlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan masyarakat agar APBN benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang produktif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.